Beranda > Tulisanku > Pendapatku Tentang Tragedi MONAS

Pendapatku Tentang Tragedi MONAS

Iseng ikut-ikutan postingin tulisan tentang tragedi MONAS. Blogger di WordPress telah banyak yang mengulas perihal ini. Mulai dari sekedar mempostingkan berita yang ada di detik.com dan portal-portal berita yang sejenis, sampai kepada pendapat pribadi terkait tragedi tersebut.

Baru semalam ketika aku chating dengan salah seorang kawan ditanya apa pendapatku tentang tragedi MONAS? Aku bingung mau jawab apa. Karena aku sendiri ndak tau betul kejadian tersebut. Yang aku tahu saat itu tepatnya pada tanggal 1 Juni 2008 Segerombolan orang melakukan aksi damai di sekitar MONAS. Mereka menamakan diri sebagai AKK-BB. Aliansi yang menyuarakan kebebasan beragama dan kebeasan berkeyakinan yang terdiri dari berbagai macam ormas.

Aksi damai yang mereka lakukan mendapatkan perlawanan dari sekelompok ”Tentara Tuhan”yang kabarnya banyak yang menggunakan atribut FPI. Mereka mencium ada hal-hal yang tidak beres dari AKK-BB tersebut. Mereka mengaku berdemo BBM tetapi ternyata ada yang membawa spanduk yang berisi tentang pembelaan terhadap Ahmadiyah. Ini yang lalu membuat geram ”Tentara Tuhan” tersebut dan menggerakkan naluri mereka untuk menghajar satu-satu para demonstran AKK-BB tersebut.

Kalau aku ditanya pendapatku tentang tragedi tersebut, aku hanya bisa mengatakan bahwa setiap kekerasan hanya akan menimbulkan dendam saja. Mengapa kita tidak mengambil jalan lembut yang penuh dengan ketawadhu’an? Bukankah bibir ini masih ada dan berfungsi untuk mengucapkan beberapa kata yang disusun dalam bentuk kalimat nasehat? Dan kalau kita melihat sebenarnya FPI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindak represif tersebut karena mereka hanya sebuah ormas yang tidak mendapatkan legitimasi untuk melakukan tindak represif.

Dan benar saja, selepas berlakunya tindak kekerasan yang dilakukan oleh FPI kepada demonstran AKK-BB yang kabarnya sampai mencederai salah satu kyai yang paling dihormati di kalangan NU, para kader dan simpatisan NU pun berang. Mereka bahkan sampai menyiapkan banser (sering kali diplesetkan oleh orang-orang yang ndak menyukai NU sebagai ”Banci Serem) yang telah diisi dengan ilmu kanuragan sehingga tubuh mereka akan kebal dari segala bentuk senjata macam apapun. Kabarnya, para Banser itu diisi ilmu kanuragan tersebut untuk bersiap-siap menunggu instruksi dari Banser Pusat untuk melakukan aksi yang serupa dengan target FPI.

Asumsiku diatas bahwa tindak kekerasan hanya akan menimbulkan dendam, akhirnya terjadi juga. NU yang marah karena kyai yang dihormatinya dihajar habis-habisan sampai babak belur itu siap melakukan aksi balas dendam.

Sedih memang melihat kondisi umat Islam Indonesia sekarang ini. Masing-masing dari mereka menganggap bahwa diri mereka yang berada pada kebenaran dan yang lain berada pada jalan kesesatan bahkan kekafiran. Tidak jarang, prinsip mereka itu ditindaklanjuti dengan aksi-aksi kekerasan untuk menumpas golongan yang lain.

Aku sempat berpikir jangan-jangan ini sebenarnya salah satu dari agenda barat yang ingin memecah belah umat Islam. Pertama Ahmadiyah yang dituntut pembubarannya. Sekarang FPI yang dulu vokal sekali menuntut pembubaran Ahmadiyah, malah jadi korban tuntutan pembubaran tersebut yang dilakukan oleh kader dan simpatisan NU. Besok lagi mungkin NU yang dimintai pembubarannya dan begitu seterusnya hingga semua ormas Islam di Indonesia dibubarkan. Apakah kita semua menginginkan hal yang semacam ini? Naudzubillah…

Kepada saudara-saudaraku FPI
Kepada saudara-saudaraku NU
Kepada saudara-saudaraku dari ormas Islam apapun
Mari kita bergandengan tangan. Janganlah kita diperdaya oleh musuh-musuh Islam yang menginginkan kehancuran Islam di bumi Nusantara ini. Mari kita sama-sama merenungkan surat Al-Fatihah ayat 6-7. Dalam setiap shalat yang kita lakukan, kita pasti membaca ayat tersebut. Pada ayat tersebut tertuliskan bahwa kita ini sebenarnya setiap shalat mengakui ketidakberdayaan kita untuk mengetahui jalan mana yang benar, jalan mana yang sesat. Kita sebagai makhluk yang parsial (ndak menggunakan kata ”relatif” karena takut dianggap sebagai pengikut mazhab relativisme), sangat sulit untuk mengetahui kebenaran yang tentunya tidak bersifat parsial tetapi menyeluruh dan mutlak.

Hal itu lebih ditegaskan kembali dalam surat An-Nahl ayat 125 bahwa hanya Tuhanlah yang lebih mengetahui siapa-siapa yang tersesat dari Jalan-Nya dan siapa-siapa yang pendapat petunjuk-Nya. Jadi, marilah kita sama-sama berdoa agar kita ditunjukkan jalan yang lurus, bukan jalan yang sesat.

  1. Juni 6, 2008 pukul 12:21 pm

    kebebasan untuk berbicara harus ada mas saya salut dengan mas hidup HMI rakyat miskin kayak saya juga hidup😀 salam kenal

  2. Juni 6, 2008 pukul 12:49 pm

    Bebas juga ada batasanya mas. Ndak boleh ngejek orang lain, ndak boleh mendiskreditkan orang atau kelompok lain. Menurut saya, kita bebas menyampaikan apa yang kita yakini dan apa yang kita pikirkan, selama usaha penyampaian itu dilakukan dengan cara yang santun.

  3. Juni 7, 2008 pukul 2:49 am

    Saya cuma ingin mengingatkan yang menjadi buronan utama negeri ini malah belum ada yang tertangkap. Beritanya pun nyaris tak terdengar. Yaitu: para koruptor. Lihat:

    http://www.kejaksaan.go.id/main/koruptor.php

    Semoga kita tidak terkelabui mana yang menjadi buronan abadi negeri ini.

  4. Juni 7, 2008 pukul 3:32 am

    Betul. Terima kasih atas peringatannya.

  5. Juni 7, 2008 pukul 4:18 am

    Assalamualaikum.
    para komentator yang budiman semoga Allah membukakan hati kita untuk melihat kebenaran . janganlah karena pemberitaan media yang sepihak kita menutup mata dari kebenaran. banyak-banyaklah belajar dari seekor lebah. kemana-manapun dia tidak pernah mengganggu manusia, kemanapun lebah pergi selalu membawa kebaikan bagi lingkungan yang ditempatinya, hinggap diranting ranting tidak pernah patah, hinggap dipohon pohon tidak pernah rusak, hingga dibunga, bungapun tidak pernah layu. justru dari lebah keluarlah madu dan semua ahli kedokteran sepakat madu lebah sangat baik untuk kesehatan dan bahkan bahkan menyembuhkan banyak penyakit. bukan menghasilkan penyakit. begitulah perumpamaan orang-orang yang baik. lihatlah lebah tidak pernah makan dari comberan, kotoran manusia, dan lain-lainnya. namun janganlah sesekali dia diusik kemanapun anda lari pasti akan dikejar walaupun kelubang sekalipun. dan dia rela mengorbankan nyawanya hanya untuk membela saudara-saudaranya yang diganggu. tapi lihatlah seekor lalat kemana-mana selalu membuat orang kesal. hinggap dimakanan bisa membawa sumber penyakit karena apa, lalat tidak pernah membedakan mana makanan yang baik dan yang buruk. begitu juga sebaliknya seorang anak manusia apabilah sedikit saja termakan makanan yang haram, maka hatinyapun akan tertutup dengan kebenaran, karena hati manusia tidak pernah menerima kecuali yang baik-baik. ini hanyalah sebuah gambaran bagi seorang anak manusia. “makan marilah kita renung sebuah nasyid yang dibawakan oleh saudara kita” pandangan mata selalu menipu, pandangan akal selalu tersalah, pandangan nafsu selalu melulu pandangan hati itu yang hakiki bila hati itu bersih”. hanya hati yang bersihlah yang akan bisa membedakan manak jalan iblis dan jalan para Rasul. siapapun berhak mengeluarkan pendapat, namun juga diingat setiap pendapat akan ada pendapat lainnya, dan setiap orang berhak membenarkan pendapat yang salah menurut hukum Allah bukan menurut hukum manusia. sebagai muslim saya sangat menyesalkan tindakan FPI terhadap AKKBB namun kalau dia merasa masih seorang Muslim saya yakin, pasti tidak akan mendukung apa yang didukung oleh AKKBB kecuali orang-orang munafikin yang didalam hatinya ada penyakit. ingatlah wahai saudaraku sesama muslim. Jika ingin bicara ingatlah bahwa besok hari kamu belum dijamin akan hidup, jadi sadarlah bahwa setiap ucapan yang akan keluar dari mulut kita ini akan diminta pertanggungjawaban, sekira yang kita bicarakan kebenaran niscaya Allah akan membalasnya dengan kebaikan, namun ingat bila yang kita bicarakan dan kita bela benar2 suatu kemungkaran maka ingatlah sesungguhnya azab Allah sangat pedih. semoga Allah membuka matahati kita terhadap kebenaran bukan kepada kebatilan. lihatlah dunia itu dengan dua mata pertama dengan kedua mata yang ada, kedua dengan mata Basyirah (dengan mata ilmu/hikmah) itu tidak akan diberikan kecuali pada orang-orang yang selalu mensucikan diri dari maksiat kepada Allah. “Ya ALLah tetapkanlah hati kami didalam agamamu janganlah kau palingkan kami setelah engkau beri petunjuk. “Wallahu’alam wassalamu’alakum warahmatullahi wabarakaatuh.

  6. Juni 7, 2008 pukul 4:22 am

    Memangnya yang didukung AKKBB itu apa ustadz?

  7. Mr.El-Adani
    Juni 7, 2008 pukul 8:10 am

    itu anggota banser yang kebal mau di bawa kemana? untuk berjihad kah? untuk membela yang lemah kah? atau untuk saling membunuh dan melukai satu sama lain? atau barangkali hanya untuk memuaskan nafsu mereka saja.

    saya tidak yakin kalau mereka yang udah apa namanya itu ilmu, trus badan nya kebal, mau di kirim ke palestina atau ke daerah timur tengah sana, kalau saya pribadi beranggapan kalau mereka cuma berani sama yg pake senjat bambu runcing + parang atawa golok.

    giliran berhadapan dengan senjata modern, trust me! mereka bakal lari

  8. Juni 7, 2008 pukul 8:12 am

    Apapun ilmu tidak seharusnya digunakan untuk melukai apalagi membunuh saudara sendiri sesama muslim. Apapun senjata itu, jangan sampai senjata itu malah menyantap orang-orang yang tidak seharusnya disantap.

  9. Juni 7, 2008 pukul 8:21 am

    betul bung Ressay, saya menyesalkan mengapa harus ada kekerasan. Namun saya juga menyesalkan kurang jelinya aparat kepolisian, kalau memang mereka sudah tahu dua kubu ini bertentangan, seharusnya mereka siap siaga diantara keduanya. Tetapi sudahlah…yang sudah terjadi semoga menjadi pelajaran.

  10. Juni 7, 2008 pukul 8:25 am

    Kurang jeli atau memang itu sebuah kesengajaan? tersiar kabar bahwa pak polisi yang terhormat itu memang sengaja membiarkannya. Dan tragedi MONAS itu settingan dari pemerintah untuk mengalihkan isu kenaikan harga BBM.

    Tapi lagi-lagi saya hanya bisa berkata, “wallahu a’lam bishawab.”

  11. kevin
    Juni 11, 2008 pukul 10:57 am

    Kalau sesama muslim bisa “Tawuran”, yang seneng orang2 yahudi dong. Berarti misi mereka untuk menghancurkan Islam di Nusantara Indonesia (red: Negara dengan Jumlah Islam terbesar di dunia )hampir tercapai. Makanya kita semua umat beragama harus saling menghormati agama lain. Apalagi sesama muslim. Bukan menjadi duri dalam daging agama itu sendiri.

  12. Juni 11, 2008 pukul 11:57 am

    sepakat saya.

  13. XONOM ndek BATAM
    Juni 12, 2008 pukul 9:30 am

    Saya pribadi,… ( yang minim ilmu AGAMA Islam) secara syariat sepakat dengan FPI kalau tujuannya untuk meluruskan aqidah umat Islam (menuntut membubarkan Ahmadiyah ) atau aliran islam apapun yang tidak sesuai dengan aturan Alquran dan Hadist. Tapi di sisi lain saya juga sedih,… banyak saudara2 kita orang islam main kekerasan. Menurut pemikiran ( saya lagi ) sebaiknya marilah kita makin menjaga JIWA kita,…. senantiasa waspada terhadap segala hal yang dapat membuat IMAN KITA RUNTUH ! karena ia datang tanpa kita sadari dan akan menawarkan kenikmatan duniawi !

    Wassalam
    Yang Lagi Belajar Islam

  14. Juni 12, 2008 pukul 12:33 pm

    salam wa rahm
    Metk kenal mas/mbak.

    Apapun pendapat kita, semoga itu tidak membuat kita berpecah belah saling memerangi satu dengan yang lainnya.

    semoga umat Islam ini lekas tersadarkan untuk tidak mudah dipecah belah.

    wassalam.

    Hormat saya,
    Yang lagi baru sadar

  15. ratna
    Juni 15, 2008 pukul 5:45 am

    saudaraku…, saya pribadi sangat menyesalkan tindakan FPI, namun saya juga tidak sepaham dengan AKKBB. sadarilah, semua ini hanyalah makar untuk memecah belah umat islam. Mari sama-sama kita perbaiki diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan megara, serta umat islam yang sedang terpuruk saat ini. jangan mudah diprovokasi oleh insiden ini….

  16. Juni 15, 2008 pukul 5:53 am

    Saya juga. Dan saya tidak sepakat dengan pembubaran Ahmadiyah.

  17. hamba Allah
    Juni 15, 2008 pukul 8:17 am

    asswrwb. wahai saudaraku berhati-hatilah dengan isu dibalik insiden Monas. Jangan sampai tragedi ini semakin memecah belah umat. lihat kebenaran sampaikan pada umat!
    AKKBB merupakan salah satu alat untuk mengotak-kotakan kaum muslimin. kekerasan jadi alat untuk diekspos media, padahal tidak semestinya melihat begitu saja tanpa menganalisis ‘ada apa dibalik itu???’
    semoga Allah memberikan petunjuk bagi umat yang belum tau kebenaranya.
    Allahuakbar

  18. Juni 15, 2008 pukul 8:24 am

    Semoga Allah memberikan kesabaran kepada Ahmadiyah.

  19. lie
    Juni 15, 2008 pukul 11:53 pm

    emg seharusnya Indonesia kembali bersatu. jangan lupakan pancasila. kebebasan agama jadi yang utama. bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
    atas kejadian monas ini sebaiknya jangan menyalahkan negara lain. intinya klo kta udh bersatu, semua merasa bangsa Indonesia(bukan FPI,NU,Ahmadiyah atao yg lain-lain) dh pasti g da yg bs merongrong persatuan kita dari luar. G kya kejadian monas yg malu-maluin dri sndri, sama sodara kok berantem. kalah dunk ma ank keciiiil. mgkn emg bdn aj ya yg udh gde🙂 (Proud to become Indonesian people)

  20. lie
    Juni 15, 2008 pukul 11:54 pm

    emg seharusnya Indonesia kembali bersatu. jangan lupakan pancasila. kebebasan agama jadi yang utama. bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
    atas kejadian monas ini sebaiknya jangan menyalahkan negara lain. intinya klo kta udh bersatu, semua merasa bangsa Indonesia(bukan FPI,NU,Ahmadiyah atao yg lain-lain) dh pasti g da yg bs merongrong persatuan kita dari luar. G kya kejadian monas yg malu-maluin dri sndri, sama sodara kok berantem. kalah dunk ma ank keciiiil. mgkn emg bdn aj ya yg udh gde🙂 (Proud to become Indonesian people)

  21. Mega_lonthong
    Juni 17, 2008 pukul 9:21 am

    Islam sebenarnya hanya mengenal lafadz :
    La illa ha illallah Muhammad Darosullullah
    gak ada lafadz lain selain yang di atas itu

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: