Beranda > News > AKKBB Akan Ajukan Judicial Review UU 1/1965

AKKBB Akan Ajukan Judicial Review UU 1/1965

JAKARTA – Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) akan mengajukan judicial review UU No 1 PNPS Tahun 1965 tentang pencegahan penodaan agama.

“Teman-teman di aliansi akan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap UU No 1 PNPS 1965,” ujar Koordinator AKKBB Anick HT kepada okezone, Jakarta, Senin (9/6/2008).

Mengenai waktunya, Anick belum dapat memastikan. Sebab, masih menunggu finalisasi seluruh dokumen yang akan dipersiapkan untuk melakukan judicial review.

Dia menegaskan, SKB yang dikeluarkan pemerintah mengenai pelarangan berbagai aktivitas jamaah Ahmadiyah merupakan pelanggaran konstitusi kebebasan beragama dan berkeyakinan. Oleh sebab itu, UU No 1 PNPS Tahun 1965 harus segera direvisi.

Selain itu, Anick mengatakan, poin yang dicantumkan dalam SKB tersebut dinilai sangat rancu dan tidak jelas.

Dia mempertanyakan, jika setiap kegiatan jamaah Ahmadiyah dilarang. Sebab, seluruh kegiatan Ahmadiyah merupakan ibadah, seperti pemeluk islam lainnya.

“Kegiatan jamaah Ahmadiyah ini kan ibadah, masa ibadah dilarang. Konsekuensinya, seluruh ibadah jamaah Ahmadiyah dilarang,” ungkapnya.

Biar bagaimanapun, pelarangan ini tidak akan mempengaruhi keyakinan para jamaah Ahmadiyah. “Itu sudah menjadi keyakinan dan masuk ke hati mereka,” katanya. (ase)(mbs)

Okezone.com

  1. Juni 12, 2008 pukul 7:07 am

    ajukan saja

  2. humairamarby
    Juni 16, 2008 pukul 5:24 am

    kebebasan beragama dan berkeyakinan,
    bukan kebebasan menodai agama dan keyakinan

    salam kenal!🙂

  3. Juni 16, 2008 pukul 8:38 am

    Siapa yang menodai agama? Apakah berbeda penafsiran itu adalah menodai agama? kalau iya, berarti Hizbut Tahrir itu telah menodai agama Islaam menurut orang NU. Orang Muhammadiyah telah menodai ajaran agama Islam, menurut orang NU.

    • dames
      Januari 27, 2010 pukul 12:45 pm

      mas anda ini bodoh apa pura-pura bodoh.
      apa yg telah di lakukan AHMADIYAH itu tidak sama dengan yg yg telah di kerjakan hizbut tahrir atau nu misalnya.

      hizbut tahrir,NU, muhammadiyah, mereka semua tetap dalam satu bendera yaitu mengimani nabi muhammad adalah nabi yg terakhir.dan alqur’an kitab umat islam yg suci.

      kalau ahmadiah mereka mengatakan agama mereka islam,tp nabinya mirza gulam ahmad,kitabnya tadzkiroh.apakah ini bukan penodaan/penghinaan buat umat islam?

      • Januari 27, 2010 pukul 2:26 pm

        Anggap saja saya ini bodoh, tetapi saya mau tanya kepada Anda. Pernahkah Anda menyaksikan orang2 Ahmadiyah membaca syahadat?

        Jika saya ditanya seperti itu, maka saya jawab “PERNAH”. Bahkan berdialog langsung dengan pimpinan Ahmadiyah di Solo.

  4. re
    Juni 17, 2008 pukul 3:09 am

    pak Ressay,
    kalau boleh tahu anda termasuk yang mendukung kebebasan beragama dari kelompok Ahmadiyah atau termasuk kelompok yang menentang kelompok Ahmadiyah.
    karena jawaban-jawabn anda sangat logik.

    tolong jawabannya terima kasig sebelumnya.
    saya yang lagi belajar agama Islam.

    ingin kenal,
    re

  5. humairamarby
    Juni 21, 2008 pukul 12:26 pm

    antara ketiga nya (HT-NU-Muhammadiyah) berbeda pada haraqahnya, bkn pd hal fundamental
    sdg perbedaan ketiga nya dgn ahmadiyah adalah jelas pd aqidahnya
    ane tdk sdg membedakan antara HT-NU-Muhammadiyah dgn ahmadiyah

    tp antara Islam dgn ahmadiyah

  6. WNI cinta damai
    Desember 3, 2009 pukul 1:47 am

    Janganlah mencampuradukkan ursn mnusia dgn ursn Tuhan, ursn dunia dgn ursn akhirat, apa agama Anda?

    • Desember 3, 2009 pukul 7:23 pm

      Kalau saya agamanya Islam.

  7. paijo
    Februari 5, 2010 pukul 7:07 am

    Haiii saudaraku …… (karena aku anggap saudara dalam satu bendera “ISLAM”) gak usah macam-macam lah…, saya tahu saudara pintar! tapi sebaiknya jangan buat mereka-yasa kebenaran dan keyakinan yang sudah adalah,…… Islam itu ya : ALLOH dan MUHAMMAD. “TITIK” siapa itu “mirza gulam ahmad” sama dengan nama keponakan saya. ya sudahlah kembalilah kejalan yang benar……!

    • Februari 5, 2010 pukul 7:21 am

      Sudahlah bung, jangan merasa diri paling benar sendiri. Jangan pula merasa diri mewakili Islam.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: