Pagi ini sebelum menghadapi soal-soal ujian akhir semester, ku sempatkan terlebih dahulu membuka detik.com melalui handphone K610i kesayanganku (jangan rusak lagi ya sayang).

Aku kaget melihat pernyataan dari Yang Terhormat Ketua DPR Agung Laksono yang meminta Ahmadiyah tidak usah berulah dengan memprotes SKB 3 menteri. Apalagi sampai mengajukan peninjauan kembali (PK) atau judicial review.

“Kalau melawan nanti malah bisa dibubarkan,” katanya saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2008).

Agung meminta Ahmadiyah atau pihak-pihak lain tidak memperpanjang persoalan. Jangan ada yang melakukan provokasi.

“Ya untuk Ahmadiyah, taatlah!” pinta Agung.

Berikanlah waktu agar SKB bisa diterapkan di lapangan terlebih dahulu. Agung menilai isi SKB sudah baik.

Ya sebagai mahasiswa hukum yang bodoh, sepanjang yang saya ketahui, kepada terpidana sekalipun masih diberikan kesempatan untuk mengajukan upaya banding dan kasasi. Lalu mengapa Ahmadiyah jangan mengajukan Peninjauan kembali? Apakah pernyataan Agung Laksana ini sebagai sebuah saran nasehat ataukah sebuah ancaman bagi Ahmadiyah?

Saya jadi teringat dengan Kisah perjuangan Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib di padang Karbala yang akhirnya membuahkan hasil terpenggalnya kepala suci cucu Nabi itu dari tubuhnya. Sebelum keberangkatannya ke Padang Karbala, beberapa sahabat Nabi melarang beliau untuk pergi ke Karbala. Katanya, itu hanya akan membinasakan Imam Husain dan pengikutnya.

Tetapi dengan keteguhan dan kemantapan hati, Imam Husain tetap berjuang melawan pemimpin dzalim.

Akankah Ahmadiyah pun tetap berjuang atau menyerah pada SKB yang baru saja dikeluarkan oleh 3 menteri tersebut? Akankah Ahmadiyah tetap menunjukkan perlawanan untuk membela, setidaknya, apa yang mereka yakini sebagai sebuah kebenaran?

Anda ndak usah marah membaca tulisan ini. Saya ndak bermaksud untuk memprovokasi keadaan yang sudah agak tenang ini. Saya juga ndak bermaksud membela atau menyepakati keyakinan Ahmadiyah. Saya hanya ingin memaparkan pendapat saya terkait dengan pernyataan dari Agung Laksono.

Akhir kata, mari kita tunggu langkah apa yang akan dilakukan oleh Ahmadiyah. Semoga langkah yang mereka ambil adalah langkah yang santun dan mengikuti prosedural hukum yang ada.