Pekalongan, CyberNews. Penggunaan teknologi nuklir sektor pertanian di Kota Pekalongan berhasil meningkatkan produksi tanaman pangan. Di Pekalongan Selatan,13 hektar yang menggunakan teknik tersebut siap memanen padi unggulan.

Di daerah itu, dilaksanakan pada dua kelurahan, masing-masing Kelurahan Duwet menempati lahan pertanian seluas 10 hektar (ha) dan Kertoharjo 3 ha. Semuanya telah siap melakukan panen Agustus mendatang.

Menurut Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Peternakan dan Keluatan (DPPK) Ir Soewarjo, penggunaan teknologi nuklir bidang pertanian tersebut merupakan kerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTNN), April lalu.

Disebutkan proses pembuahan padi menggunakan aplikasi teknologi isotop atau penyinaran mampu meningkatkan kualitas anakan rumpun hasil produksi padi. “Teknologi ini diterapkan pada musim tanam Agustus-September (Asep) dan meningkatkan produksi padi sekaligus pengembangan varietas unggulan baru yaitu Mira 1,” katanya, Selasa (24/6).

Pada hasil tanam menggunakan teknologi nulir bidang pertanian, dari anakan rumpun yang biasanya hanya 24-26, bisa mencapai 48-58. Kondisi demikian secara tidak langsung dapat meningkatkan harga padi. “Jadi teknologi nukir yang digunakan pada bidang pertanian tidak seperti diketahui kebanyak masyarakat berupa bom. Teknologi itu bermanfaat bagi kelangsungan hidup,” tandas dia.

Lebih lanjut dijelaskan, selain di Pekalongan Selatan, teknologi demikian juga akan diterapkan di lahan pertanian Pekalongan Barat seluas 2 ha pada Kelurahan Pasirsari, kemudian 1 ha di Kelurahan Dekoro, Pekalongan Timur.

(Nur Khaeruddin /CN05)

Sumber: Suara Merdeka CyberNews