Beranda > Tanggapan > Perdebatan Seputar SPAM

Perdebatan Seputar SPAM

Salah satu kebiasaanku ketika posting tulisan terbaru di weblog ini, yaitu menyebarkan informasi link tulisan tersebut melalui friendster, yahoogroups, dan yahoo messanger. Bukan untuk mencari popularitas, bukan untuk menaikkan traffic weblog ini, tetapi untuk menyebarluaskan tulisan tersebut sehingga banyak orang tau mengenai wacana yang diangkat dalam postingan itu. Memang efek samping dari penyebaran informasi itu diantaranya popularitas jadi naik dan traffic weblog ini juga jadi naik. Tapi itu semua ndak aku peduliin. Satu hal yang penting bagiku adalah tulisan itu menyebarluas.

Entahlah, mungkin lagi kesel atau memang dia sudah memendam kekesalan itu sudah lama, salah seorang penerima informasi yang aku sebarkan itu mencak-mencak protes dengan apa yang aku lakukan. Beliau memandang apa yang aku lakukan ini sebagai suatu tindakan SPAM dan di Amerika pelaku SPAM ini bisa dikenai hukuman pidana.

Perdebatanpun terjadi antara aku dan beliau yang nampaknya ahli di bidang komputer dan dunia maya. Orang yang sudah tersohor namanya itu berdebat dengan aku yang masih anak kecil ini yang ndak jago di bidang komputer dan IT.

Beliau berandai-andai jika ada 100 orang yang berbuat sama seperti apa yang aku lakukan yang ditujukan kepada satu orang, maka apa yang akan terjadi? Satu orang itu akan kerepotan harus membaca 100 info SPAM itu. Dan itu mengganggu kenyamanannya. Dan beliau menganggap bahwa apa yang aku lakukan sudah mengganggu kenyamanannya.

Sedangkan aku saat itu berargumen dengan kebebasan orang menyampaikan informasi yang ia ketahui. Aku pun beranalogi dengan menggunakan analogi Handphone. Aku punya handphone, dan aku bebas menyebarkan informasi apapun kepada orang lain yang nomor hpnya ada tersimpan di phonebook hpku.

Penasaran dengan wacara SPAM, aku coba cari ke mbah wikipedia.com. Rujukanku jika mengalami kesulitan untuk mengetahui definisi dari istilah-istilah tertentu, setelah Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Berikut jawaban mbak wikipedia.com:

Spam atau junk mail adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna web. Bentuk berita spam yang umum dikenal meliputi: spam surat elektronik, spam instant messaging, spam Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web (web search engine spam), spam blog, spam berita pada telepon genggam, spam forum Internet, dan lain lain.

Spam ini biasanya datang bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Beberapa contoh lain dari spam ini bisa berupa surat elektronik berisi iklan, sms pada telepon genggam, berita yang masuk dalam suatu forum newsgroup berisi promosi barang yang tidak terkait dengan aktifitas newsgroup tersebut, spamdexing yang mendominir suatu mesin pencari (search engine) untuk mencari popularitas bagi suatu URL tertentu, ataupun bisa berupa berita yang tak berguna dan masuk dalam suatu blog, buku tamu situs web, dan lain-lain.

Spam dikirimkan oleh pembuat iklan dengan biaya operasi yang sangat rendah, karena spam ini tidak memerlukan mailing list untuk mencapai para pelanggan-pelanggan yang diinginkan. Sebagai akibatnya banyak fihak yang dirugikan. Selain pengguna Internet itu sendiri, ISP (penyelenggara layanan Internet atau Internet service provider), dan masyarakat umum juga merasa tidak nyaman. Karena biasanya sangat mengganggu dan kadang-kadang membohongi, berita spam termasuk dalam kegiatan melanggar hukum dan merupakan perbuatan kriminal yang bisa ditindak melalui undang-undang Internet.

Ada kalimat yang menurutku masih rancu disana. Sesuatu dikatakan SPAM jika info itu dikirimkan oleh seseorang dan info tersebut mengganggu kenyamanan si penerima. Pertanyaannya, jika info tersebut tidak mengganggu kenyamanan si penerima bahkan mungkin sangat dibutuhkan oleh si penerima, apakah itu bisa jadi bukan SPAM?

Artinya bahwa, SPAM atau bukan, itu tergantung suasana hati si penerima. Dan itu sangat subyektif. Sampai sini aku kaget dan heran dengan definisi SPAM tersebut.

SMS melalui Handphone pun itu bisa dikategorikan SPAM, menurut wikipedia. Aku sering tuh dapet info dari Indosat. Kebetulan (emang ada kebetulan di dunia ini?) aku pakai kartu IM3. Apakah info dari indosat itu bisa dikategorikan SPAM? Itu kembali lagi ke definisi SPAM menurut wikipedia, yaitu tergantung suasana hati si penerima.

Kalau si penerima ternyata saat itu ndak mood, bisa saja langsung mencak-mencak ketika dapet info dari orang lain melalui surat elektronik yang isinya tidak dia sukai dan kalau tinggal di Amerika, bisa jadi, besoknya mengajukan penuntutan dengan tuntutan tindakan SPAM.

Aku lebih kaget lagi ketika mendapatkan informasi bahwa di Amerika kalau tindakan SPAM itu sudah masuk kategori tindak pidana.

Aku jadi berpikir, kok aneh yah? Hal-hal yang masih rancu tersebut bisa masuk dalam satu aturan hukum positif. Atau mungkin pembahasan SPAM ini sudah final di Amerika sehingga dimasukkan dalam aturan hukum positif? Ada yang tahu mengenai hal ini?

Sampai sini aja ah tulisanku. Abis pusing mau nulis apa lagi karena dah kepalang bingung.

Apakah ada dari saudara-saudara yang bisa memberikan pencerahan? Bagi para ahli komputer dan dunia cyber (baik yang namanya sudah tersohor maupun belum), bisakah kalian berikan pencerahan bagiku?

Di UU ITE masuk gak tho point SPAM ini? Wah, jangan-jangan aku mau dituntut nih…

  1. Juli 2, 2008 pukul 12:39 am

    Nah, karena kita ga tinggal di Amerika, jadi belum ada peraturan yang jelas mengenai hukum pidana tentang Spam di negara kita. Untuk solusi praktisnya, kalo menurut gw, sebelum kita ngirim pesan kebanyak orang, pastiin dulu orang-orang yang bakal dapet pesan dari kita ga bakal terganggu kenyamanannya. Ada beberapa kemungkinan orang bakal ga nyaman dengan pesan elektronik yang masuk. 1. Pesan berasal dari orang yang ga dikenal, 2. Pesan yang masuk bukanlah informasi yang berguna buat dia, dan masih banyak lagi.

    Ser, sebaiknya lo pilih2 dulu aj orang yang bakal lo kirimin pesannya. Seandainya orang itu ga lo kenal baek atau info itu ga berhubungan ma dia, bagusnya jangan dikirim ke dia.

  2. Juli 2, 2008 pukul 6:08 am

    Yang berdiskusi dengan mas Yasser adalah saya, Romi Satria Wahono. Saya sudah sampaikan dengan baik-baik, keberatan saya berhubungan dengan spamming lewat YM yang mas Yassr lakukan. Lebih mengecewakan lagi ketika saya meminta Yahoo ID saya dihapus dari list YM mas Yasser, dengan ketus mas Yasser malah mengatakan bahwa itu hak pribadinya, dan saya tidak berhak untuk memintanya mendelete Yahoo ID saya. Bahkan saya disuruh memproteksi YM saya sendiri. Terpaksa saya lakukan saran mas Yasser dengan meng-ignore Yahoo ID mas yasser dan mengirimkan report ke yahoo sebagai spammer.

    Islam mengajarkan untuk menghormati urf (kebiasaan, adat istiadat, tata krama, etika) yang ada dalam suatu komunitas. Tentu saya berharap kita semua menghormati urf yang ada di dunia Internet dengan segala aplikasinya ini.

    Apabila di posting ini saya disebut berdebat dengan anak kecil yang nggak jago IT, jujur saja ini pemutar balikan fakta, karena jawaban mas Yasser di YM terlalu angkuh untuk disebut “anak kecil yang nggak jago IT”😦

    Spam secara implisit ada di UU ITE kita kok mas. Silakan dipelajari kembali.

    Salam sayang dan cinta saya karena Allah kepada saudaraku, akhuna Yasser Arafat. Semoga berkah dan kenikmatan fikr selalu tertumpah untuk njenengan dan keluarga. Amiin ya rabbal alamin.

    Jazakallah khairan katsiraan atas diskusinya.

    Romi Satria Wahono

  3. Juli 2, 2008 pukul 8:38 am

    Berbicara masalah “KEBIASAAN”, maka kebiasaan dalam Islam itu saling mengucapkan salam. Berhubung saya ini Islam dan saya yakin Anda juga Islam, maka izinkan saya mengucapkan:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Satu kehormatan bagi saya bisa berdiskusi dan sedikit berdebat dengan seseorang yang sudah begitu terkenal di dunia maya berkat keahliannya dalam bidang IT.

    Satu hal yang membuat saya senang berdiskusi dengan Pak Romi adalah bertambahnya wacana dalam otakku.

    Sebelum ini saya tidak pernah berpikiran bahwa mengirimkan info melalui handphone dan YM itu masuk dalam kategori SPAM.

    Sering kali saya mengirimkan sms hikmah ke kader HMI. Berulang kali juga saya dapat info lewat YM baik mengenai tulisan terbaru atau berita terbaru maupun mengenai sakit atau meninggalnya seseorang. Ternyata saya baru tau bahwa itu termasuk perilaku SPAM.

    Semenjak berdiskusi dengan Pak Romi, saya tertarik untuk mencari referensi mengenai SPAM. Saya temukan definisi SPAM di wikipedia itu masih rancu. Seperti apa kerancuannya, sudah saya tuliskan diatas.

    Mengenai perilaku saya yang dipaparkan oleh Pak Romi diatas, saya serahkan semuanya kepada Sang Ada. Saya hanya bisa berdoa, “Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan atas diriku.”

    Begitu pula saya serahkan perilaku seorang PENGECUT yang berkomentar di weblogku ini dengan menggunakan nama palsu, website palsu, dan email palsu. Semoga kepribadiannya juga tidak palsu. Saya terkejut ketika melihat ada kesamaan IP address antara si PENGECUT itu dengan IP address Pak Romi yaitu 124.81.35.82

    Apa benar si PENGECUT itu dengan Pak Romi adalah orang yang sama? Mari kita serahkan kepada Pak Romi untuk menjawabnya dengan jujur. Saya sih masih berpikiran positif semoga bukan Pak Romi.

    Berikut komentar-komentar si PENGECUT itu bisa dibaca disini:

    Username: Sarafuddin Al Musawi
    Email: musawi@yahoo.com
    website: http://musawi.com

    https://ressay.wordpress.com/buku-tamu/#comment-5004
    https://ressay.wordpress.com/2008/07/01/fatwa-syekh-jad-al-haq-mengenai-para-pengikut-madzhab-madzhab-islam/#comment-5006
    https://ressay.wordpress.com/2008/06/13/tanggapan-untuk-ahmad-sarwat-atas-kagum-kepada-ahmadinejadnya/#comment-5008

    Kepada Pak Romi yang saya hormati, jika ada kata-kata saya yang salah dan tidak mengenakkan hati bapak, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Sudi kiranya bapak memaafkan segala kekhilafan dari seorang anak kecil ini.

    Hormat saya,
    Yasser Arafat

  4. demasu
    Juli 2, 2008 pukul 8:38 am

    SPAM,, bisa dikatakan mengganggu memang,, dengan kuantitas yang datang secara rutin setiap hari .. memang membuat kita sedikit gerah,, karena dengan SPAM tersebut inbox bisa penuh,,

    akan lebih menjengkelkan apabila koneksi internet kita sendiri lambat bisa dkatakan…

    tapi sebenarnya asal tidak dengan rutinitas dan kuantitas tertentu yang bisa dipastikan,, tak masalah,,

    bila kita join dalam suatu milis,, diantara member dalam satu komunitas tersebut sering mengirim yang namanya surat pemberitahuan,, atau sekedar info yang memang dikatakan datang rutin,, tapi disini tidak masalah karena dalam satu komunitas kita saling mengenal dan informasi yang disuguhkan sesuai dengan persetujuan awal. .

    SPAM dikatakan mengganggu memang,, karena biasanya datang banyak dan tidak terkira,, biasanya malah menutupi surat penting yang datang,, yang membuat kita menghapus dan menghapus setiap hari setiap SPAM yang datang,, dan tak jarang surat penting ikut terhapus,,

    tapi memang semua kembali pada suasana hati ato mood dari si penerima.. selama yang menerima tidak masalah y tidak akan menimbulkan masalah, ,

    masih ingatkah anda ketika pertama kali main internet dan menggunakan email??

    suatu hari kita mendapat surat dari seseorang dari luar negeri pula,, pasti selalu kita buka satu persatu dan kita baca,, walaupun itu tak ad gunanya tapi waktu dulu itu kita suka.. karena perasaan kita senang bisa menggunakan email..

    walaupun sejam cuma bisa buka belasan email (karena koneksi lambat) itu tak masalah malah senang. .. hehe

    tapi dengan seiring perkembangan jaman,, mulai mengenal istilah2 seperti ini,, akhirnya timbul juga perasaan sebel. . dianalogikan seperti kita mendapat sms dari orang yang tidak kita kenal,, 5 surat sekaligus, yang membuat inbox kita penuh,, sehingga sms lain yagn sebenarnya penting malah kepending,, huh,, sebel. .. hehe

    bila hal seperti ini diangkat sebagai salah satu unsur dalam hukum positivs,, memang akan menimbulkan perluasan makna,, yang menyebabkan malah banyak orang salah tafsir nanti,, mungkin akan berbahaya … karena bertumpu pada satu sebab yang akan menimbulkan multi akibat.. karena perbedaan persepsi tentang sebab itu ,,,

    mengenai masalah penanganan SPAM,, sekarang gampang ko,, tinggal kita kasih proteksi aja (banyak ko di internet programnya),, ato kalo dari YM kita aktifkan aja ignore,, take it easy man …

    Realitas Anda ada yang sama dengan saya, realitas saya ada yang berbeda dengan Anda. Dengan begitu, egosentrisme konsep “SPAM itu mengganggu” Anda bisa berkurang dan bijak melihat perbedaan pengalaman yang menghasilkan perbedaan cara pandang dan kepribadian. Tentu saja, dengan berkurangnya egonsentrisme konseptual akan menstimulasi manusia pada perilaku praktis (terapan), tidak hanya kaya dengan konsep, tetapi miskin aktualisasi. Sebab jika individu kaya dengan konsep dan miskin aktualisasi cenderung akan menyalahkan yang benar (misal SPAM dengan orang yang mengirim surat tersebut yagn sebenarnya memiliki tujuan yang baik) tanpa memahami konsepnya secara matang dan aktualisasinya secara adaptif.

    regards,
    demasu

  5. Juli 2, 2008 pukul 5:09 pm

    Kalau menurut mas Yaser wikipedia rancu, ya ditambahkan saja, kan setiap orang bisa menambahkan artikel di wikipedia.

    Itu memang IP address kantor kita (brainmatics). Selain saya, ada 5 staff Brainmatics, 7 anak magang (3 SMK dan 4 Univ), belasan instruktur dan aktifis IlmuKomputer.Com, dan kalau pas ada kelas training paling tidak ada 20 peserta training. Puluhan orang sampai malam (tepatnya pagi) nginternet di tempat kita. Kalau memang ada yang mengganggu mas Yaser saya akan interograsi teman-teman, kira-kira siapa yang melakukan.

    PC kita sharing karena memang untuk kelas, tapi saya coba cari penganggu anda. Kalau isi komentar dekat dengan diskusi kita, ada kemungkinan peserta training atau aktifis IlmuKomputer.Com yang ngintip diskusi kita lewat YMku di PC yang aku kemarin.

    Kalau saya memang berniat nakal ke mas Yaser, tentu saya tidak akan sebodoh itu menggunakan IP address saya tho🙂 Dan ngapain aku ngurusin njenengan, lha kerjaan saya sendiri juga banyak je … hehehe.

    BTW, apa mas Yasser pernah bermasalah dengan nickname musawi? Kalau nama Sarafudin Al Musawi sepertinya tidak ada di kantor kita. Saya coba cari dari sini siapa pemilik nickname musawi.

    Romi Satria Wahono

  6. Juli 2, 2008 pukul 7:44 pm

    Mas Yasser.

    Sampai di rumah, saya coba membaca semua komentar dari orang yang njenengan sebut sebagai tindakan PENGECUT. Saya mencoba merenungkan berbagai komentar yang ditulis oleh pak musawi(?) itu. Lha kok saya jadi menemukan suatu titik temu antara pak musawi ini dengan mas Yasser ya🙂

    Kalau boleh saya analisa, yang pak musawi lakukan adalah sama dengan yang anda lakukan dengan SPAM lewat YM itu. Dia ingin mengabarkan dan menyampaikan kepada anda tentang suatu informasi yang haq (kebenaran) menurut versinya. Dia mungkin menganggap bahwa ya itulah cara terbaik menurut dia.

    Kalau mas Yasser menyebut bahwa pak musawi ini seorang pengecut karena tidak menulis identitas yang benar (yang anda bisa kenali?), lha anda juga melakukan hal yang sama ke penerima pesan anda kok, paling tidak nggak melakukan taaruf alias kenalan dulu kok dengan saya🙂 Yahoo ID anda juga tidak menunjuk ke nama yang bisa saya kenali, karena memang kita mungkin tidak pernah berkenalan sebelumnya🙂

    Persis seperti logika yang anda sampaikan ke saya sebelumnya lewat YM, bahwa melakukan spamming lewat YM itu hak anda. Saya kok jadi ingin menghormati hak si fulan yang mengaku bernama musawi itu untuk mengirimkan informasi/nasehat kepada anda dengan acara apapun, karena itu sekali lagi hak dia.

    Dan masih sesuai dengan apa yang anda katakan ke saya dulu, “kalau pingin nggak terganggu, ya diproteksi saja YMnya”. Gimana kalau kita balik ini jadi saran untuk anda. Jadi anda proteksi saja blog ini supaya tidak menerima lagi komentar dari orang-orang yang anda sebut PENGECUT. Setuju kan?

    Bagaimanapun juga, saya akan tetap mencari orang yang menggunakan IP kami tersebut. Juga akan tetap saya interogasi, karena melanggar privasi dengan membaca message YM saya dengan anda. Tapi saya tidak akan mempermasalahkan nasehat yang dia tulis untuk anda lewat komentar. Karena semua itu merupakan hak dia untuk menyampaikan pendapat, seperti hak anda untuk menyampaikan nasehat anda ke siapapun dan lewat jalur apapun.

    Tetap dalam perdjoeangan mencari kebenaran …

    Salam,
    Romi Satria Wahono

  7. Juli 2, 2008 pukul 7:53 pm

    Assalamu’alaikum

    Sudah bisa saya tebak jawaban Anda.

    Masalah IP Address, saya serahkan sama Sang Ada.

    Dia yang mengetahui segala sesuatu.

    Mengenai SPAM, sebenarnya diantara kita ada 1 sikap yang sama yaitu menolak SPAM. Namun pandangan kita mengenai SPAM itu yang berbeda.

    Wallahu a’lam.
    Wassalam

    Hormat saya
    Yasser Arafat

  8. Juli 2, 2008 pukul 8:26 pm

    Silakan cermati lagi. Ada satu perbedaan antara saya dan musawi. Ndak usah tergesa-gesa dalam mengambil penarikan kesimpulan.

    Adalah hak dia untuk berbuat seperti itu.

  9. Juli 3, 2008 pukul 7:29 am

    Jawaban mas Yasser juga sudah saya duga🙂

    Kita semua memang punya hak, tapi hak kita dibatasi ketika berhubungan dengan orang lain, karena orang lain juga punya hak yang mungkin bersinggungan dengan hak kita.

    Saya sudah meminta dengan baik-baik supaya YahooID saya dihapus dari daftar penerima message anda. Disitulah letak hak saya. Dan jawaban anda, aduhai ketus dan sombongnya😦 Sikap yang tidak saya dapatkan bahkan ketika ketemu langsung dengan kang Jalal dan juga puluhan sahabat saya di kampus, yang notabene adalah penganut faham syii dari berbagai negara.

    Welcome to the jungle, mas Yasser🙂

    Wallahualam bisshawab

    Salam,
    Romi Satria Wahono

  10. Juli 3, 2008 pukul 10:00 am

    Salam wa rahmah,

    Ketus dan angkuh mungkin itu hanya kesan dari tulisan yang merupakan bahasa yang memungkinkan banyak ekspresi pengucapan.

    Terima kasih karena sudah melaporkan saya sebagai spammer.

    Saya coba mencari-cari sebenarnya apa hubungannya kesyiahan saya dengan anggapan saya bersikap ketus. Saya pikir ndak ada hubungannya.

    Jadi buat apa membawa embel-embel syiah ke dalam diskusi ini. Semoga bukan untuk mendiskreditkan syiah disaat semakin maraknya usaha-usaha seperti itu, baik yang dilakukan oleh orang-orang di luar Islam maupun oleh orang-orang Islam mayoritas.

    Demi menghormati Anda yang telah meminta untuk tidak diberikan info dari saya, saya tidak akan mengirimkan info itu kepada Anda sejak kita diskusi waktu itu.

  11. Juli 3, 2008 pukul 1:30 pm

    Ok, thanks mas Yasser. Case closed.

  12. Agustus 10, 2010 pukul 8:34 am

    Meskipun begitu banyak fatwa para ulama Islam Sunni berkenaan keshahihan mazhab Islam Syiah Imamiyah, namun mengapa masih mereka dituduh sesat dan menyimpang? Dan mengapa pula kerajaan malaysia masih mengekalkan mereka sebagai salah satu ajaran sesat?

    Allahu Allah.

    • Agustus 10, 2010 pukul 3:43 pm

      salam kenal…🙂

  13. Desember 11, 2013 pukul 3:49 pm

    Ijin kutip boss

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: