Satu sebab yang membuat aku betah bercengkrama dengan kawan-kawan di HMI Hukum UNS, hampir tiap hari selalu ada hal-hal baru yang mereka tawarkan. Mulai dari lelucon sampai kepada wacana-wacana berat. Tidak jarang pula dari lelucon itu muncul wacana berat yang cukup memeras otak.

Siang tadi sepulang dari kampus, ada salah satu kawan yang memberikan tebak-tebakkan. Berikut tebak-tebakkannya.

JIKA

1=5

2=25

3=125

4=625

MAKA

5=?

Dengan mimik muka yang sok mikir, aku mencoba menjawab tebak-tebakkan. Tidak lama kemudian aku mengambil kesimpulan, tebak-tebakkan itu memiliki pola. 1=5 artinya 5 pangkat 1, hasilnya 5. 2=25 artinya 5 pangkat 2, hasilnya 25, dan seterusnya. Maka jawaban dari tebak-tebakkan itu 5=3125.

Aku merasa jawabanku sudah benar. Eh ternyata jawabanku itu masih saja disalahkan.

Setelah kudesak dia untuk menyampaikan jawabannya, akhirnya dia sampaikan juga jawaban dari pertanyaan tersebut. Jawabannya adalah 1. Alasannya, 1=5 maka 5=1.

Anda punya pendapat lain untuk membantahnya?