Beranda > News > Presiden Iran Lunakkan Pernyataan

Presiden Iran Lunakkan Pernyataan

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengisyaratkan Teheran tidak akan melancarkan serangan atas Israel.

Disela-sela KTT D8 di Malaysia, para wartawan menanyakan kepadanya kejelasan tentang pernyataan bahwa Iran ingin menghancurkan Israel.

“Tidak ada keperluan untuk mengambil langkah apapun dari Bangsa Iran guna mengakhiri rejim Zionis,” katanya.

Sebelumnya muncul pernyataan dari seorang pejabat senior Iran, Ali Shirazi, bahwa mereka menyerang Israel dan Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk jika mereka diserang karena program nuklirnya.

Dengan menggunakan penterjemah, Presiden Ahmadinejad menjawab pertanyaan wartawan tentang Israel dan Yahudi dengan “keberatan atas rejim Zionis tidak berarti keberatan atas Yahudi.”

Dia menambahkan umat Yahudi juga ada yang tinggal di Iran dan terwakili dengan baik dalam parlemen Iran.

Lebih lunak

Presiden Ahmadinejad juga mengatakan rakyat Amerika tidak akan membiarkan Presiden George W. Bush akan mengesahkan serangan ke Iran karena itu –menurutnya– sama saja dengan bunuh diri politik.

“Situasi ekonomi, politik dan militer tidak akan membiarkan Bush melakukan hal itu,” katanya. Namun dia menegaskan Iran siap untuk mempertahankan diri.

Pernyataan ini terdengar lebih lunak dari pernyataan Ali Shirazi –salah seorang staf Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei– sebelumnya.

Kantor berita Iran melaporkan peringatan dari Ali Shirazi bahwa Iran akan membumi-hanguskan kepentingan Israel dan Amerika jika mereka diserang.

“Tembakan Amerika Serikat pertama di Iran akan mengakibatkan kebakaran di tempat-tempat kepentingan Amerika Serikat di seluruh dunia,” kata Ali Shirazi.

“Tel Aviv dan armada Amerika Serikat di Teluk akan menjadi sasaran pembakaran,” tambahnya.

Komentar Ali Shirazi ini muncul ditengah-tengah laporan tentang rencana Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

Teheran menolak tuntutan Dunia Barat bahwa mereka sedang membangun senjata nuklir.  Mereka berulang kali menolak tuntutan untuk menghentikan pengayaan uranium, yang bisa digunakan untuk menjadi sumber energi atau materi senjata jika kadarnya ditingkatkan.

Menolak intimidasi

Kepada kantor berita Iran, Ali Shirazi mengiatakan rejim Zionis sedang menekan Gedung Putih untuk menyerang Iran.

“Bangsa Iran tidak akan pernah menerima intimidasi. Bangsa Iran adalah bangsa yang yakin atas jihad dan martir. Tidak ada tentara di dunia yang bisa menghadapinya.”

Pekan lalu perwira tinggi militer Amerika Serikat mengatakan bahwa membuka medan perang baru di Timur Tengah –setelah Irak dan Afghanistan– akan membuat tekanan yang amat kuat bagi pasukan Amerika Serikat.

Laksamana Mike Mullen, yang menjabat Ketua Gabungan Kepala Staf, menyampaikan komentar tentang kemungkinan reaksi Amerika Serikat atau Israel dalam menanggapi program nuklir Iran.

Presiden George W. Bush sendiri mengatakan tetap membuka semua pilihan, namun aksi militer atas Iran bukanlah pilihan pertamanya.

Uni Eropa menerapkan sanksi atas Iran pada Bulan Juni namun secara bersamaan menawarkan paket bantuan jika Iran bersedia menghentikan pengayaan uraniumnya.

Iran mengatakan siap untuk berunding dengan negara adi daya dunia namun menegaskan pembicaraan harus mengakui hak nuklir Iran. bbc

Sumber: Majalah Adil

  1. Drs. Arifiin Rada,MH
    September 9, 2008 pukul 5:18 am

    ingin berkenalan

  2. September 9, 2008 pukul 9:03 am

    Dengan siapa pak?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: