Beberapa hari ini aku rajin melihat acara diskusi di televisi. Mulai dari diskusi mengenai agama, teroris, sampai kepada tema-tema yang berbau politik praktis.

Ketertarikanku kepada acara-acara seperti itu semenjak SMA dulu. Ketika SMA dulu ada satu mata pelajaran yang aku gemari dan selalu dirindukan kehadirannya yaitu mata pelajaran agama. Format kegiatan belajar mengajarnya dengan format diskusi antara dua kelompok yang memiliki perbedaan pendapat.

Dari banyaknya acara diskusi di televisi, ada beberapa yang membuatku kecewa. Bukan karena tema yang diangkat. Tema yang diangkat dalam diskusi-diskusi tersebut menarik, namun cara berdiskusi yang ditampilkan tidak pas menurutku. Akhlak dalam berdiskusi sangat minim sekali tertampilkan, ditunjukkan dengan adanya pemotongan pembicaraan yang dilakukan oleh lawan diskusi. Belum selesai menyampaikan pendapatnya, lawan diskusi langsung memotong pembicaraannya.

Aku tidak tau pasti apakah hal itu disebabkan karena minimnya waktu yang tersedia ataukah memang para pembicara tersebut kurang memiliki akhlak yang baik dalam berdiskusi.

Tetapi bagaimanapun juga, memotong pembicaraan orang lain bukanlah hal yang terpuji menurutku.

Aku jadi teringat dengan salah satu buku mengenai kesaksian beberapa orang atas diri Imam Khomeini. Salah satu orang yang bersaksi bahwa Imam Khomeini, Revolusioner Islam Iran, adalah orang yang tidak pernah memotong pembicaraan orang lain sekalipun yang berbicara itu seorang anak kecil. Imam Khomeini akan mendengarkan dengan sangat hikmat dan akan berbicara setelah anak kecil itu selesai berbicara.

Dampak dari tayangan televisi terlihat sekali pada anak-anak kecil. Beberapa adek sepupuku sekarang sudah mahir menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang biasanya bertemakan cinta seperti Ungu, Dewa, Ari Lasso, dan band-band lain. Jika dibandingkan dengan masa kecilku, akan terlihat jelas perbedaannya.

Seandainya anak-anak kecil, pelajar SMA, apalagi mahasiswa yang menonton tayangan diskusi di televisi tersebut meresapi betul apa yang dia lihat dan dia dengarkan, mungkin kelak mereka akan meniru perilaku yang ditampilkan oleh orang-orang yang tengah berdiskusi di televisi tersebut. Mereka akan selalu memotong pembicaraan orang lain. Kita berharap itu semua tidak akan terjadi.