Beranda > News > Mungkinkah Terjadi Serangan Ke Iran

Mungkinkah Terjadi Serangan Ke Iran

Koran kompas hari ini menurunkan berita tentang konflik yang terus berlanjut antara Iran dan barat khususnya AS. Ali Larijani, penasihat politik pemimpin spiritual Iran, Ali Khameni, seperti dikutip harian Asharq Al Awsat, Jumat (4/6), mengatakan, konflik Iran-Barat, khususnya AS, bisa diatasi dengan menganut prinsip egaliter. Akan tetapi, Presiden AS George W Bush tetap menyatakan opsi serangan militer ke Iran tidak dikesampingkan.

Pada Selasa lalu, Ali Akbar Velayati, penasihat urusan luar negeri Ali Khameni, mengungkapkan, Iran bersedia berunding soal paket kompensasi yang ditawarkan Barat untuk penghentian program nuklir Iran. Namun, ada gerakan oknum yang tidak menginginkan tercapainya kesepakatan apa pun antara Iran dan Barat.

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Said Jalili juga mengatakan, titik temu antara usulan Iran dan Barat bisa dijadikan awal baru kerja sama yang saling konstruktif. Menurut Said, Iran memandang positif paket tawaran kompensasi komprehensif meliputi ekonomi, energi, dan keamanan dengan tujuan menyebarkan perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.

Mengenai isu yang berkembang soal serangan terhadap Iran, Koran Kompas menyebutkan, Rabu (2/7) lalu, di Washington, Presiden AS George Bush mengatakan, “Opsi militer tetap terbuka atas sengketa mengenai nuklir Iran.”

Koran kompas hari ini menurunkan berita tentang konflik yang terus berlanjut antara Iran dan barat khususnya AS. Ali Larijani, penasihat politik pemimpin spiritual Iran, Ali Khameni, seperti dikutip harian Asharq Al Awsat, Jumat (4/6), mengatakan, konflik Iran-Barat, khususnya AS, bisa diatasi dengan menganut prinsip egaliter. Akan tetapi, Presiden AS George W Bush tetap menyatakan opsi serangan militer ke Iran tidak dikesampingkan.

Pada Selasa lalu, Ali Akbar Velayati, penasihat urusan luar negeri Ali Khameni, mengungkapkan, Iran bersedia berunding soal paket kompensasi yang ditawarkan Barat untuk penghentian program nuklir Iran. Namun, ada gerakan oknum yang tidak menginginkan tercapainya kesepakatan apa pun antara Iran dan Barat.

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Said Jalili juga mengatakan, titik temu antara usulan Iran dan Barat bisa dijadikan awal baru kerja sama yang saling konstruktif. Menurut Said, Iran memandang positif paket tawaran kompensasi komprehensif meliputi ekonomi, energi, dan keamanan dengan tujuan menyebarkan perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.

Mengenai isu yang berkembang soal serangan terhadap Iran, Koran Kompas menyebutkan, Rabu (2/7) lalu, di Washington, Presiden AS George Bush mengatakan, “Opsi militer tetap terbuka atas sengketa mengenai nuklir Iran.”

Bush masih menerapkan politik dualisme, “Saya selalu mengatakan, diplomasi adalah pilihan pertama. Namun, opsi militer tetap tersedia di meja.” Ucapan ini mengalir dari mulut seorang presiden adidaya yang tidak bertanggung jawab dan memalukan.

Admiral Mike Mullen, Ketua Staf Gabungan Militer AS, di Washington, Kamis (3/7), menegaskan, “Kawasan ini adalah kawasan yang paling tidak stabil di dunia. Saya tidak ingin kawasan ini menjadi tak lebih stabil dari sekarang.” Menurutnya, militer AS sudah cukup berat menghadapi perang di dua front, Irak dan Afganistan. “Sudah berlangsung tujuh tahun perang di Afganistan dan lima tahun di Irak.

Kini kita simak bersama analisa lainnya dari Koran Los Ageles Times. Koran beroplah besar terbitan AS itu dalam edisinya kemarin, memprovokasi pemerintah AS dan rezim zionis Israel untuk menyerang Iran. Namun Los Angeles Times juga memperingatkan kemungkinan munculnya serangan balasan terhadap Israel oleh kelompok Hizbullah Lebanon. Anehnya Los Angeles Times dalam konklusinya menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan berdampak sangat berbahaya bagi AS dan satu-satunya opsi yang tersisa hanyalah upaya untuk mengacau stabilitas di dalam negeri Iran.

Berkaitan dengan kekuatan militer Israel dan AS dalam rencana serangan ke Iran, Los Angeles Times menyebutkan, bukan hanya Israel saja, bahkan angkatan udara AS sekalipun yang kekuatannya jauh di atas Israel, menyerang Iran, serangan tersebut tidak akan mampu menghentikan program nuklir Iran. AS hanya mampu menangguhkannya untuk beberapa bulan atau tahun saja. Selain itu, Republik Islam Iran berulangkali menyatakan kesiapannya untuk membalas segala bentuk serangan pihak asing. Akhirnya koran AS itu mengusulkan solusi perundingan yang telah mereka terapkan di Korut.

Program nuklir Iran tidak dapat dibandingkan dengan program nuklir Korut, mengingat program nuklir Tehran berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sementara Pyong Yang secara tegas menyatakan bahwa program nuklirnya mengacu pada tujuan militer. Namun metode perundingan yang digunakan Barat terhadap Korut selama ini, membuktikan inkonsistensi Barat untuk melaksanakan janji-janjinya. Politik tongkat dan wortel (stick and carrot) Barat terhadap Korut, pada akhirnya terbukti tidak membuahkan hasil apapun bagi Pyong Yang.

Kekuatan Militer Iran

Kita kembali pada pada laporan Kompas soal profil militer Iran. Kantor berita Reuters mengutip “Military Balance 2008” yang dikeluarkan Jane’s Defence Weekly soal kekuatan militer Iran. Disebutkan, Iran memiliki 545.000 tentara. Negara ini memiliki sekitar 1.700 tank, terutama buatan Inggris, Chieftains, dan buatan AS, M-60s, walau sudah tergolong usang. Juga ada tank buatan Uni Soviet merek T-54 dan T-55s, T-59s, T-62s, serta T-72s.

Sementara, International Institute for Strategic Studies (AS) mengatakan kekuatan persenjataan Iran itu diragukan.

Namun, Iran juga memiliki 640 mobil pengangkut militer yang dipersenjatai. Iran juga memiliki rudal Shahab-3 yang bisa menjangkau wilayah seluas 2.000 kilometer persegi dan mampu mengenai sasaran militer di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.Iran pun punya rudal Ghadr-1, yang bisa menjangkau sasaran sejauh 1.800 kilometer.

Kekuatan Angkatan Laut Iran juga memiliki 18.000 personel dan tiga kapal selam nuklir buatan Rusia. Kekuatan militer AL Iran ini diragukan karena sudah berusia tua. Akan tetapi, Iran juga punya sebuah kapal selam baru buatan lokal bernama Jamaran serta 281 pesawat tempur, termasuk F-14 dan MiG 29, Sukhoi seri Su-24s dan seri 25s.
Namun perlu ditekankan bahwa seandainya terjadi serangan ke Iran dan meletus perang baru di kawasan, hasil perang tidak akan dipengaruhi total oleh kecanggihan armada dan perlengkapan perang pihak-pihak yang bertikai. Hasil perang lebih ditentukan oleh semangat, mental, dan faktor manusia. Pengalaman membuktikan para pejuang Hizbullah, mampu mengusir keluar militer Israel dari Lebanon Selatan. Meski Hizbullah hanya menggunakan persenjataan yang jelas tidak dapat dikomparasi dengan kekuatan, armada, perlengkapan, dan teknologi militer Israel yang konon terkuat di kawasan.

Mengenai Iran, bangsa ini juga memiliki pengalaman cukup panjang dalam masalah pertahanan. Dalam perang ‘pertahanan suci’ yang berlangsung selama delapan tahun dalam menghadapi aneksasi Irak, Iran telah menyimpan segudang pengalaman di bidang pertahanan. Pengalaman tersebut dinilai cukup gemilang mengingat Irak pada saat itu didukung bantuan finansial dan persenjataan modern dari kekuatan-kekuatan arogan dunia. Iran berhasil keluar sebagai pemenang dalam perang melawan Irak dan kaum adikuasa dunia.

Selain itu semua, Revolusi Islam Iran memiliki kekuatan yang sangat besar dan dapat diandalkan Iran di semua medan yaitu Basij. Basij adalah pasukan relawan yang terdiri atas warga sipil Iran yang jelas jumlahnya diperkirakan mencapai 23 juta orang. Artinya, jika terjadi perang, musuh tidak hanya menghadapi Angkatan Bersenjata Iran melainkan juga Basij. Basij juga memiliki persenjataan dan perlengkapan perang yang terbentuk dalam Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Namun kita juga tidak boleh melupakan satu kekuatan Iran lain yang lebih dahsyat. Seperti yang disebutkan Kompas yaitu kekuatan Iran untuk memproduksi minyak. Tingkat produksi minyak Iran mencapai 4,2 juta barrel per hari. Dan faktor inilah yang menjadi alasan utama kecilnya kemungkinan serangan terhadap Iran.

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia

  1. Juli 10, 2008 pukul 2:52 pm

    @ Ressay

    Rasanya nggak mungkinlah sampai US/Israel menyerang iran.

    1. Pemerintahan akan berganti

    2. Banyak negara super power seperti Russia dan China yang bergantung pada komoditi expor iran. (minyak bumi) jadi jika IRan di serang dua negara tersebut tidak akan tinggal diam.

    3.Disinilah pentingnya IRan memiliki senjata strategis seperti ICBM (Inter continental baliistic Missiles) dengan hulu ledak nuklirnya.

    seperti halnya Korut. Mana mungkin ada negara berani sama yang beginian.

    digunakan tidak – tapi efek deterentnya begitu kuat, jadi seperti seortang yang berbadan kekar, tidak perlu berteriak atau berlaku agresif tetapi dengan penampilannya saja orang sudah takut

  2. Juli 10, 2008 pukul 2:56 pm

    hehehehe…sudah bisa aku tebak, pasti ente yang nanggepin duluan. Khan ente demen banget ama yang beginian.

    Kalau melihat analisis ente, itu memang betul.

    Pertimbangan beberapa negara yang memiliki senjata nuklir adalah pertimbangan keamanan negara. Siapapun yang memiliki senjata nuklir, maka dia tidak akan terganggu secara militer.

    Tetapi apakah Iran akan membuat senjata nuklir tersebut? sejauh ini memang tidak tampak Iran akan membuat senjata nuklir. Banyak bukti yang mendukung itu. Baik dari laporan IAEA maupun dari pernyataan tegas Ayatullah Ali Khamenei.

  3. Juli 10, 2008 pukul 6:48 pm

    Rudah Shahab – 3 (jarak jangkau 6000 km) … tinggal diganti hulu ledaknya … maka …:mrgreen:

  4. mu7ahideen
    Juli 22, 2008 pukul 9:05 am

    Iran tidak bakal diserang, karena sudah ada deal2 di Iraq. AS sudah menjadikan Syi’ah pro-Iran menjadi pemerintah di Iraq, Amerika tidak mungkin mau merusak “kerjasama tersembunyi” AS-Iran begitu saja.

  5. Juli 25, 2008 pukul 6:15 am

    Oh gitu yach? deal-deal apa? Syi’ah di Iraq terbagi brapa kelompok? kelompok apa saja itu?

    memang kerjasama tersembunyi apa?

  6. pahry
    Agustus 9, 2008 pukul 10:52 am

    saya sependapat dengan mu7ahidien…ini hanya permainan antar keduanya…
    sebab, bukankah ancaman Iran kepada amerika sudah terlalu lama kita dengar…?!namun itu hanya sekedar ancaman, yang tak pernah terwujud.
    jadi,kalau saya tidak salah menganalisa,mohon koreksi dari Bung Ressay. munkin ini bertujuan untuk memperoleh simpatik umat Islam dunia yang mayoritas AHLI SUNNAH. sehingga terkesan hanya Iran (dengan Syiahnya) yang berani kepada Amerika, singkatnya mencari kedudukan dimata dunia Islam. hal ini juga didukung dengan bukti sejarah, bahwa tasyayyu” (yang mengatas namakan ahlil bait) itu, bukankah dipelopori oleh Abdullah bin Syaba’ si Yahudi…?

    • rmz
      Mei 23, 2009 pukul 5:20 pm

      haduh orang wahabi kok senengnya nyerca syiah yah?
      kayak anak kecil yg belum sekolah ajah…….
      wkwkwkwk

  7. Agustus 9, 2008 pukul 11:13 am

    He3x, analisa Anda tidak lebih dari sekedar asumsi. Apalagi asumsi yang berpijak di atas sikap sektarian yang Anda tunjukkan.

    Abdullah bin saba’? Waduh, qo malah bawa-bawa isu itu. Padahal kan ndak ada kaitannya.

    Tuhkan kelihatan betul skp sektariannya.xixixi

  8. torik
    September 3, 2008 pukul 5:18 am

    antara Amerika dan syiah so pasti ndak akan nyambung, gimana bisa ada kerjasama tersembunyi, sementara korban tewas di irak sejak invasi yang paling banyak adalah orang syiah,….orang syiah mana yang mau mengorbankan keluarganya…. orang gila kalee……

    kalau wahabi-salafi…. ya…iyalah pasti nyawa nggak ada artinya…

    kalo soal senjata nuklir, nggak mungkin dan saya pastikan tidak akan dilakukan Iran karena orang-orang Iran dikenal sangat tunduk terhadap pemimpinnya yakni AYATULLAH ALI KHAMENI, sementara beliau sudah mengharamkan senjata nuklir…. thanks

  9. frs
    Oktober 11, 2008 pukul 7:37 am

    Saya pernah baca hadis yg salah satunya dari Bukhari Muslim, kalo orang Arab berpaling maka akan digantikan dengan umat yg lebih baik yaitu bangsa di mana Salman Al Farisi berasal yaitu bangsa Iran, kayaknya hadis2 ini mulai terbukti.
    Mudah2an Indonesia bisa mengikuti jejak bangsanya Salman Al Farisi dan wahabi salafi semuanya melakukan taubatan nashuha.

  10. Mei 23, 2009 pukul 5:37 pm

    Kalau boleh saya meminta di kitab apa hadits ke berapa.

  11. Mortezaimami70
    Juli 1, 2009 pukul 4:15 am

    Wahabi salafi sama dengan khawarij yg di perangi imam ali karena mengkafirkan muslim yg tdk sependapat dengan dia

  12. Juli 1, 2009 pukul 7:01 am

    Dipandang dr sudut pandang seperti itu, memang betul.

  13. Agustus 1, 2011 pukul 9:47 am

    Interesting problem! You might be completely talking my words now!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: