Tidak sengaja ku temukan halaman forum diskusi Universitas Brawijaya yang sedang mengangkat tema OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus). Biasanya orang-orang mendefinisikan Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus itu sebagai organisasi mahasiswa yang tidak mendapatkan SK dan dana dari pihak rektorat maupun dekanat. Artinya organisasi tersebut tidak terikat dengan structural kampus.

Thread starter atau pemulai diskusi di forum tersebut mengingatkan kepada para mahasiswa baru bahwa mereka hanya akan menjadi sasaran empuk dalam pengkaderan OMEK.

Dia juga berkata bahwa mahasiswa baru merupakan target yang dianggap paling labil untuk ditanamkan idealis-idealis (mungkin lebih tepatnya ideologi) yang dibawa oleh OMEK. OMEK-OMEK tersebut akan mengunakan cara-cara yang “manis” dan “lembut” agar para mahasiswa yang “kosong” idealis (ideologi kalee) dapat ikut sebagai anggota mereka (OMEK).

Selanjutnya dia menambahkan peringatan terhadap para OMEK, agar tidak memasukan idealis-idealis (woi, ideologi kalee) kalian kedalam kampus, karena hanya akan merusak suasana kampus. Biarkan kampus melahirkan idealis sendiri yang lahir dari pemikiran mahasiswa bukan dari oknum yang hanya ingin memanfaatkan kampus sebagai media untuk kepentingan golongan/sendiri.

Sampai disini, aku sempat berpikir, sebenarnya pola pikir seperti apa yang sedang dia bangun. Mengapa dia terlihat begitu phobia terhadap OMEK? Apakah dia sendiri pernah “tertipu” oleh OMEK, artinya komentar dia diatas dibangun diatas pola pikir empirik yang landasan berpikirnya berdasarkan pengalaman.

Sebagai salah satu mahasiswa yang jadi anggota dan kader dari salah satu OMEK, aku hanya bisa berkomentar sedikit saja. Mohon diluruskan jika ada yang salah.

Sepanjang yang aku ketahui, semua OMEK memiliki tujuan yang baik. Silakan kalau ndak percaya, Anda baca AD/ART HMI dan KAMMI, misalnya. Dalam AD/ART HMI sendiri, tujuan HMI adalah “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.”

Tuh khan, mulia betul tujuan HMI didirikan. Dan jika Anda mempelajari sejarah mahasiswa Indonesia, maka peran HMI dalam usaha mempertahankan kemerdekaan RI akan tampak disana.

Dan yang perlu ditegaskan bahwa OMEK tidak hanya berkutat pada persoalan politik praktis semata, tetapi OMEK dapat menjangkau hal-hal yang tidak mampu dijangkau oleh UKM atau Organisasi Internal Kampus.Apa saja? Kalau pingin tau, masuk aja ke OMEK, apapun OMEK itu. Hehehe..jadi promosi gini.

Udah ah.