“Oh ya Husain…!” seperti itulah teriakan yang diteriakkan sekelompok orang yang mewakili kota Bengkulu dalam Kirab Budaya yang diadakan Pemerintah Kota Surakarta bersamaan dengan adanya Musyawarah Nasional Apeksi tanggal 23-24 Juli 2008. Pada tanggal 23 Juli 2008 diadakan parade budaya sepanjang jalan slamet Riyadi, Solo. Pada tanggal 24 Juli 2008 digelar pagelaran budaya di depan Diamond Convention Center.

Masing-masing pemerintah kota menampilkan kebudayaannya. Salah satunya adalah kota Bengkulu yang aku sempat membantu untuk menjadi bagian didalamnya. Makanya beberapa hari ini aku tidak pernah mengurus weblog ini. Sesekali aku hanya mengecek saja.

Tema yang diangkat oleh Dinas Pariwisata Pemkot Bengkulu adalah Tradisi Asyuro (1-10 Muharram) di kota bengkulu. Tradisi kebudayaan yang selalu diadakan tiap tanggal 1-10 Muharram ini bertujuang mengenang syahidnya Imam Husain (cucu Nabi Muhammad) yang kepalanya terpenggal di padang karbala, keluarga dan sahabatnya juga ikut syahid ditangan durjana yang berlindung dibalik baju kekhalifahan.

Kelompok yang mewakili kota Bengkulu ini berasal dari Sanggar Anggrek Bulan (SAB) yang terdiri dari penari, pemain alat musik (Genderang perang yang biasa disebut DOL), dan teatrikal.

Aku dan beberapa kawanku dimintai bantuan untuk bergabung bersama kelompok mereka selama 2 hari pementasan. Aku dan beberapa kawanku diminta untuk mengawal “Tabot Imam” dan “Gerga Tuo”. Dua bangunan yang disakralkan oleh masyarakat bengkulu.

Selain itu terdapat juga bendera yang bertuliskan “Al-Husain” dan spanduk bertuliskan, “Assalamu’alaika ya Aba ‘Abdillah, Assalamu’alaika ya Ali ibnil Husain, Assalamu’alaika ya Awladil Husain, Assalamu’alaika ya Ashabil Husain.”

Suasana duka begitu kental terasa ketika perwakilan dari bengkulu ini pentas diatas panggung pagelaran. Suasana duka bertambah kental lagi ketika replika Kepala Al-Husain dikeluarkan dan dibawa oleh salah satu pemain.

Mengenai Tabot, bisa dibaca disini.

Berikut foto-fotonya:

Klik pada gambar untuk memperbesar tampilan gambar.

Sebelum pentas, 5 “Syeikh” berfoto dulu. hehehe….”syeikh” yang narsis.

Ye…ini juga 5 “syeikh”nya lagi narsis.

Ku cium replika Kepala Sayyidus Syuhada Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Inilah yang dinamakan Tabot Imam. Di sisi kanan kiri Tabot Imam, itulah yang dinamakan “DOL”.

Ini yang namanya “Gerga Tuo”.

Inilah Personil Sanggar Anggrek Bulan (SAB).