Beranda > Tanggapan > “Fenomena Hizbullah” di Eramuslim

“Fenomena Hizbullah” di Eramuslim

Entah sampai kapan Eramuslim akan berdiri pada pijakan ini, pijakan yang sangat rapuh. Saya terus mengikuti perkembangan tulisan di Eramuslim, namun nampaknya tidak ada perubahan.

Terus terang saya sering tertawa sendiri membaca tulisan-tulisan yang ada di Eramuslim. Entah karena kedangkalan ilmu atau memang itu merupakan kesengajaan pihak redaksi Eramuslim untuk mendiskreditkan salah satu kelompok.

Kelompok yang sering kali didiskreditkan oleh Eramuslim adalah kelompok muslim Syi’ah. Beberapa kali tulisan yang diangkatnya berkaitan dengan Syi’ah, selalu saja berisi tentang fitnah-fitnah yang tebarkan guna memojokkan Syi’ah.

Tulisan terakhir yang mereka angkat mengenai Hizbullah. Silakan Anda baca disini:

http://eramuslim.com/berita/lpk/8630071733-fenomena-hisbullah-bag.1.htm?prev

http://eramuslim.com/berita/lpk/8716090115-fenomena-hisbullah-tamat.htm

Pada tulisan di link yang pertama, saya dibuat terkagum-kagum dengan paparan yang disampaikannya. Tetapi pada tulisan di link yang kedua, saya dibuat kecewa dengan tulisan yang ada. Bukan hanya persoalan fitnah saja, tetapi sampai pada persoalan kesesatan berpikir.

Saya tidak akan membahas mengenai bantuan yang diberikan Iran kepada Hamas dan Palestina. Biarlah kawan-kawan IRIB yang akan menyampaikan. Sudi kiranya kawan-kawan IRIB berkomentar disini dan memberikan data-data mengenai bantuan Iran dan Hizbullah kepada Hamas dan Palestina.

Diatas saya menyinggung bahwa ada kesesatan berpikir di dalam tulisan itu. Ya, saya katakan itu memang ada.

Mari kita lihat bersama-sama. Pada tulisan di link pertama, disana tertulis:

Party of God atau Hisbullah kiranya layak mendapat tempat tersendiri dalam catatan emas pergerakan Dunia Islam di abad ke-21 ini. Keunikan, kekuatan, serta kaderisasi yang dimiliki Hisbullah, terlebih setelah mengalahkan Zionis-Israel dalam perang satu bulan yang berlangsung di wilayah Lebanon Selatan pada 12 Juli 2006 sampai 14 Agustus 2006.

Sampai disini, kesimpulannya adalah Hizbullah termasuk bagian dari Dunia Islam. Artinya, Hizbullah itu Islam.

Tetapi itu belum selesai. Mari kita beranjak pada tulisan di link yang kedua, disana tertera:

Begitu intimnya hubungan antara Iran Syiah dengan Hisbullah Syiah memang bisa dimaklumi karena persamaan akidah kesyiahannya. Mereka bahu-membahu, bersama-sama syiah lain di belahan dunia yang berbeda, untuk berjuang meninggikan ideologinya ini. Secara akidah, Syiah memang berbeda dengan Islam. Hal ini menjadi catatan tersendiri yang harus diberi tinta tebal dan digaris bawahi. Namun kita juga harus jujur bahwa dengan kesyiahannya, mereka bisa bahu-membahu dan bersama-sama berjuang melawan musuh-musuhnya.

Dari tulisan yang saya kutip tersebut, kesimpulannya adalah Syi’ah berbeda dengan Islam. Hizbullah bukan Islam.

Orang yang pernah belajar dasar-dasar logika, pasti akan menolak mentah-mentah tulisan eramuslim tersebut.

Dari data-data yang ada pada tulisan Eramuslim tersebut, ada yang betul, tidak sepenuhnya salah semua. Tetapi, saya coba berusaha mengikuti gaya tulisannya eramuslim, yang harus menjadi catatan tersendiri yang harus diberi tinta tebal dan digaris bawahi, bahwa tulisan itu mengandung unsur-unsur konradiksi.

Salah satu prinsip dasar-dasar logika adalah Non-Kontradiksi. Kebenaran pasti tidak akan mengandung kontradiksi. Jika kita menerima informasi atau pengetahuan yang mengandung kontradiksi, wajib kita tolak.

Tidak mungkin kita menerima begitu saja informasi, “Hidayah Nur Wahid itu laki-laki sekaligus Perempuan.” Itu suatu hal yang ndak mungkin. Hidayat Nur Wahid itu bener-bener laki-laki kok. Coba aja tanya ama istri barunya yang cantik jelita itu.

Jadi, saudara-saudaraku di Eramuslim, tulisan yang Anda tulis dan Anda muat tidak lebih dari sekedar pepesan kosong yang tidak layak untuk diterima.

  1. correction
    Maret 7, 2009 pukul 6:55 am

    Tidak mungkin kita menerima begitu saja informasi, “Hidayah Nur Wahid itu laki-laki sekaligus Perempuan.” Itu suatu hal yang ndak mungkin. Hidayat Nur Wahid itu bener-bener laki-laki kok. Coba aja tanya ama istri barunya yang cantik jelita itu.

    pembiasan OOT … yang prejudice ane kaga fan ama Hidayat NW, tapi well enak gak saya tulis gini “Lelaki syiah itu laki-laki sekaligus perempuan.” itu suatu hal yang ndak mungkin. Lelaki syiah itu bener-bener laki-laki kok. Coba tanya aja ama Harem2nya yang bejibun hasil nikah mut’ah.

    enak gak ya?

    ucapan seperti ini
    Coba aja tanya ama istri barunya yang cantik jelita itu.
    sama sekali gak intelek, biar kilahnya bisa positive tapi ada kesan salah disitu🙂

    nevertheless, pernah seseorang berucap yang artinya kurang lebih “dari cara dia berkata disana terlihat kadar intelektualitasnya”

    bukan begitu dik yasser?

  2. Maret 7, 2009 pukul 7:07 am

    Bukankah Anda melakukan hal yang sama? Jadi kita bisa mengukur kadar intelektual Anda.

  3. correction
    Maret 7, 2009 pukul 11:19 am

    perasaan saya … ini yang saya tulis

    “enak gak saya tulis gini “Lelaki syiah itu laki-laki sekaligus perempuan.” itu suatu hal yang ndak mungkin. Lelaki syiah itu bener-bener laki-laki kok. ……”

    perkataan “enak gak saya tulis gini” disana berarti perumpamaan tidak benar2 maksud menulis itu … apa bahasa indonesia saya kurang bagus?

    saya sadar kadar intelektual saya rendah tapi rupanya masih ada yang lebih rendah … luar biasa …🙂

  4. Maret 7, 2009 pukul 3:14 pm

    Terima kasih. Mungkin memang intelektual saya lebih rendah ketimbang Anda.

  5. correction
    Maret 7, 2009 pukul 11:55 pm

    Weiz, santai bro. <<<

    ini cuma bahan saling koreksi aja ….
    kata Sutardji Colzoum Bahri seh … bila ping di atas pong

  6. ADE
    Maret 9, 2009 pukul 5:34 am

    Terima kasih. Mungkin memang intelektual saya lebih rendah ketimbang Anda.
    Itu jelas bro. klo nggak rendah nggak mungkin ngikuti syiah. bener nggak? sory klo aku teerlalu apa adanya.
    keep smile ^_^

  7. Maret 9, 2009 pukul 7:53 am

    Iyalah. Anda mah memang pinter. Anda juga yang paling benar.

  8. Tonggos
    Maret 9, 2009 pukul 12:19 pm

    Hizbullah yg mana? yg di lebanon itu? hueheehehe sorry kalo sy blg mblegedhes aja itu.. perang ama israel kok yg dijadikan tumbal rakyat lebanon.. herannya kok mrk berkoar-koar menang.. maklum lah namanya juga “perang persahabatan” huehehe.. ya begitu itu kaum muslimin saat ini gampang banget dikibulin.. contohnya lg, Pemimpin negara yg Narsis & pandai cari sensasi di-puja2 & diekspos luar binasa huehehehehe..

    yang ampuh itu sebenarnya bukan hisbullah ato pemimpin narsis itu, tetapi MEDIA-lah yg ampuh membutakan bnyk mata di dunia..

  9. Maret 9, 2009 pukul 12:32 pm

    Terima kasih atas komentarnya mas tonggos. Mungkin memang mang tonggos ini ndak gampang dikibulin, ndak seperti umat Islam kebanyakan. Jadi nampaknya umat Islam kebanyakan harus belajar lagi sama mas tonggos.

  10. ADE
    Maret 10, 2009 pukul 8:30 am

    Tanggapan2 dari resay makin nggak mutu. Tanggapan orang yg putus asa.

  11. Maret 10, 2009 pukul 4:03 pm

    Anggap saja begitu. Anggap saja saya ndak mutu. Ndak masalah bagi saya. Ndak seperti ADE yang komentarnya mutu banget.

  12. seenna
    Mei 12, 2009 pukul 1:44 pm

    Assalamu ‘alaikum

    sunni itu benar (menurut orang sunni), syiah juga benar (menurut orang syiah)
    dan yang paling benar adalah, tidak menganggap diri paling benar.
    jadi “Laa sunni laa syiah, illa Islam” Imam Khomeini (r.a).
    ga usah di peruncing perbedaannya, mending dikedepankan kesamaannya.

    orang yg menganggap dirinya paling benar, berarti sebenarnya dia telah terjebak dalam kemusyrikan, karena secara tidak langsung dia menyekutukan Alloh SWT dg keyakinan kita. ingat, kita shalat ketika mengucap kata Alloh dan kita bayangkan alloh dalam bahasa arab ( 4jll ), itu aja bisa dikategorikan sebagai musyrik.
    lebih baik mari kedepankan akhlakul karimah. bukankah Nabi SAW di utus untuk menyempurnakan akhlak??

    orang syiah adalah orang yang terbaik diantara sejuta orang disekitarnya.
    dan Alloh takkan menghisab manusia berdasarkan mazhabnya apaan, tapi amalannya.

    mohon maaf mas ressay, menurut saya, anda tidak melihat lawan bicara anda. saya tahu anda faham filsafat atau logika, tapi seharusnya dengan ilmu itu, anda lebih bijak bukan agak arogan.

    “orang bodoh akan cenderung menguasai orang lain, orang bijak akan cenderung menguasai dirinya sendiri”. kata baginda SAW. perang melawan hawa nafs adalah perang kabir yang tiada akhir.

    trims. maaf kalau ada kata yg ga berkenan.

    wassalam

  13. Mei 12, 2009 pukul 6:08 pm

    Salam,

    Terima kasih atas nasehatnya. Saya bukanlah apa-apa. Saya hanya seorang anak kecil yang ucapannya terkadang terkesan seadanya dan sekenanya.

  14. Avatarfhiloe
    Mei 15, 2013 pukul 12:08 am

    wah,,, luarbiasa mentololkan keyakinan orang laen,,, seperti itukah islam,,,

  15. Avatarfhiloe
    Mei 15, 2013 pukul 12:14 am

    hai umat muhamad, sampai kapan kita saling mencaci dan islam akan semakin lemah, bersatulah sebenarx kekacauan kita membuat israel dan amerika senang dan merekalah yg mengadu domba suni/syiah di timur tengah saat ini.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: