Beranda > Tanggapan, Tulisanku > Syi’ah Dibubarkan di Eramuslim?

Syi’ah Dibubarkan di Eramuslim?

Ahmad Sarwat mulai lagi menunjukkan sikapnya terhadap Syi’ah. Kali ini ada salah seorang yang bertanya kepada Tuhan Ahmad Sarwat itu. Berikut pertanyaannya:

Ustadz yang saya hormati, kemarin malam saya menonton di salah satu televisi swasta tentang pro kontra pembubaran Ahmadiyah, alasan yang dikemukakan oleh pihak yang pro pembubaran sangat masuk akal, saya lantas kepikiran bagaimana dengan Syiah, bukankah ajaran Syiah juga melenceng dari ajaran Islam yang kita pahami?

Dalam hal ini, kenapa hanya Ahmadiyah yang dituntut pembubaran, sedangkan Syiah tidak? Mohon Ustadz dapat memberikan penjelasan, agar saya yang awam ini tidak bingung. Terima kasih

Wassalamualaikum wr. wb

Funexo
funexo@yahoo.com

Betul sekali mas atau mbak Funexo. Syi’ah itu melenceng dari ajaran Islam yang Ahmad Sarwat pahami. Tetapi apakah Syi’ah itu melenceng dari ajaran Islam sesungguhnya? Silakan tanya lagi ke Ahmad Sarwat, siapa tau beliau ini sudah berhubungan langsung sama Allah sehingga dia yakin betul mengatakan Syi’ah itu sesat.

Saya sempat berpikiran, seandainya saja eramuslim mau membuat dialog terbuka sunni syi’ah dengan pembicara dari pihak Ahlulsunnah adalah Ahmad Sarwat. Kita tunggu saja nyali dari Ahmad Sarwat untuk menunjukkan taringnya dalam dialog terbuka. Buatlah dialog itu, sehingga bisa lebih jelas lagi menunjukkan kesesatan Syi’ah kepada khalayak umum. Ya itu sih kalau mampu. Tapi saya yakin mampu lah, lulusan Timur Tengah gitu lho.

Tetapi satu hal yang menarik yang ingin saya sampaikan kepada Anda semua. Gaya penulisan jawaban dari Ahmad Sarwat ini berbeda dengan jawaban-jawabannya terdahulu. Kali ini, gaya penulisannya terkesan kasar dan to the point. Mungkin Ahmad Sarwat sudah geram dengan pergerakan Syi’ah yang mengancam eksistensinya di Eramuslim. Tapi ini sih asumsi saya, jadi jangan dimasukkan dalam hati.

Seperti biasanya, saya tidak akan berbusa-busa atau membuat jari-jari saya ini keriting dengan mengetikkan beberapa argumen untuk membantah jawaban dari Ahmad Sarwat ini. Saya hanya akan memberikan beberapa rujukan yang bisa Anda baca.

Kalau Ahmad Sarwat menyinggung Al-Azhar Mesir, saya pun berkeinginan menyinggung fatwa-fatwa Mufti Al-Azhar Mesir terkait dengan Syi’ah.

Silakan Anda baca disini. Jika Anda berkeinginan membaca pendapat beberapa ulama atau pemimpin pergerakan Islam yang lain, maka silakan baca artikel ini.

Petunjuk Jalan Lurus

Di dalam shalat yang sehari-hari kita lakukan, sebagai hamba Tuhan mengakui ketidakberdayaan di hadapan-Nya untuk mengetahuai secara pasti jalan manakah yang merupakan jalan lurus (kebenaran) dan jalan sesat (kebatilan). Pengakuan diri itu kita ucapkan ketika membaca surat Al-Fatihah ayat 6-7, Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Maka menurut hematku, kalau masih ada orang Islam yang merasa dirinya paling benar, dirinya paling berhak atas surga Tuhan, maka sebenarnya dia belum sepenuhnya menghayati makna shalat yang lima kali dalam sehari ia lakukan.

Di dalam Surat An-Nahl ayat 125, Tuhan lebih menegaskan lagi, Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Dengan segala kerendahan hati, aku ingin mengatakan kepada seluruh umat Islam, kita ini adalah makluk yang nisbi. Pengetahuan kita terkadang itu pengetahuan yang nisbi pula. Sudah sepantasnya kita yang nisbi ini merendahkan hati untuk tidak menganggap diri kita paling benar dan paling shaleh diantara yang lain. Bukankah Iblis dilaknat Tuhan ketika Iblis merasa dirinya paling baik dibandingkan manusia. Satu perkataan iblis yang terkenal, ”Ana khairum minhu. Aku lebih baik dari dia.” Perkataan itulah yang mengantarkan iblis pada laknat Tuhan.

Terakhir untuk menutup tulisan ini, aku ingin menyampaikan bahwa dalam Al-Qur’an Tuhan telah memerintahkan umat Islam yang telah terpecah belah, seperti yang disabdakan Rasulullah, untuk bersatu dan tidak berpecah belah. Persatuan Islam, dalam hal ini Ahlulsunnah dan Syi’ah, adalah suatu keniscayaan karena tidak mungkin Allah memerintahkan kita melakukan sesuatu sedangkan kita tidak mampu melakukannya. Tuhan memerintahkan sesuatu sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.

Ambillah Hamas dan Hizbullah sebagai contoh. Keduanya menampilkan suatu keharmonisan dan kerjasama dalam melawan Zionis Israel. Ahlulsunnah yang diwakili oleh Hamas dan Syi’ah yang diwakili oleh Hizbullah berjuang melawan agresi militer Zionis Israel yang biadab.

Disaat Zionis Israel menghembuskan propaganda devide et impera, sekelompok umat Islam yang merasa dirinya paling benar dan paling shaleh juga ikut-ikutan menghembuskan nafas permusuhan dikalangan umat Islam. Mengapa sebagian dari kita malah senang melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya menguntungkan pihak yang memusuhi Islam?

Baca juga!!!!!!!:

Kejahilan Berujung Pada Kontradiksi Tulisan Eramuslim

  1. ahmad
    Desember 12, 2009 pukul 12:45 am

    suni dan syiah akan ketahuan mana yang benar setelah imam mahdi muncul, mana yang menentang mana yang tidak kepemimpinan imam mahdi akan terlihat. karena persepsi kemunculan imam mahdi dan ciri-ciri imam mahdi suni dan syiah berbeda. yang menentang kepemimpinannya pasti akan diperangi oleh imam mahdi nanti.

  2. M3t305
    Januari 10, 2010 pukul 3:26 am

    Saya rasa pendapat anda pun menunjukan siapa anda, anda mengatakan eramuslin sebagai pihak yang paling benar tapi kalimat anda menunjukan betapa aroganya anda alias maling teriak maling.

    • Januari 10, 2010 pukul 3:30 am

      maksudnya gimana?

    • joko
      Januari 23, 2010 pukul 1:45 pm

      setuju emang ressay itu pendukung syiah atau mungkin orang syiah cuma bisa jadi dia itu bertaqiyah…biar bisa membohongi orang……tahu ga komentar saya pernah disensor lho…gara-gara saya mengkritik ressay dan syiah secara ilmiah….hati-hati wahai orang islam …ada musang berbulu domba…..he…he…he….

      • Januari 23, 2010 pukul 5:12 pm

        Komentar yang mana yah ngomong2? Komentar Anda nyepam apa gak yah?

        Ndak usah ente ngomong gitu. Kalau emang ndak sepakat dengan tulisan gw, bantah donk dengan ilmiah. bukan dengan nyepam..ok?

        Saya lebih senang disebut muslim ketimbang sunni kek atau syiah kek.

  3. cecep
    Januari 23, 2010 pukul 1:48 pm

    oh gitu ya,,,,,emang sejak awal saya sudah curiga dengan ressay dan blog ini…..akhirnya kebenaran itu terungkap juga……hati-hati……

    • Januari 23, 2010 pukul 5:14 pm

      kebenaran terungkap yah? kebenaran apa? kebenaran bahwa Anda dan orang2 seperti Anda ini tukang menebar isu yang gak2 nih? hehehe…

      ah aku harus berhati-hati nih ama orang bahaya seperti Anda. jangan2 aku nanti dibodohin nih…

  4. fatih
    Januari 23, 2010 pukul 2:23 pm

    saya juga hampir tertipu dengan ressay ini, hampir saja saya jadi syiah atau paling tidak pendukung atau simpati ke syiah.
    alhamdulillah ada temen yang memberi tahu hakikat syiah jadi saya terselamatkan
    pesen saya buat temen2 jangan tertipu oleh propaganda syiah dan negara iran , mereka vokal dan keras pada amerika dan israel hanya kamuflase buat memeperdaya kita semua biar simpati pada syiah.
    perlu diketahui al-quran kita berbeda dengan mereka walaupun ada yang sama sebagian sedangkan hadis jauh banget bagaikan langit dan bumi. mereka syiah ga mau pake hadis yang bukan diriwayatkan oleh imam mereka. walaupun hadis palsu mereka tetap pake asalkan dari imam mereka.
    syiah kalo dikritik, baik orang maupun ajarannya selalu membuat alibi, itu adalah upaya adu domba orang kafir atau amerika (bukan berarti saya membela amerika)tapi ya itu sebenarnya untuk menutupi kebusukan mereka.

    • Januari 23, 2010 pukul 5:26 pm

      saya juga hampir tertipu dengan ressay ini, hampir saja saya jadi syiah atau paling tidak pendukung atau simpati ke syiah.

      ah apalagi saya, tidak mau tertipu dengan orang-orang seperti ente bro.

      alhamdulillah ada temen yang memberi tahu hakikat syiah jadi saya terselamatkan

      Alhamdulillah saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa keyakinan fatih akan agamanya tidak terlalu kuat. hem….ya gak sih bro?

      pesen saya buat temen2 jangan tertipu oleh propaganda syiah dan negara iran , mereka vokal dan keras pada amerika dan israel hanya kamuflase buat memeperdaya kita semua biar simpati pada syiah.

      pesan saya kepada umat Islam seluruh dunia, jangan tertipu oleh propaganda agen2 zionis israel laknatullah yang berkedok sebagai seorang muslim yang kerjaannya hanya memecah belah umat Islam. Lihatlah bagaimana ia menggiring opini untuk memusuhi Iran. Bukankah saat ini Iran adalah salah satu negara yang mendukung perjuangan Hamas di Palestina? oh ya jelas, mereka mendukung Hamas. Ketimbang saudara kita yang satu ini, yang bernama fatih, mungkin mengikuti ulama yang kerjaannya ngeluarin fatwa sesat kepada kelompok yang tidak sependapat dengannya. iya gak bro? udahlah…ngaku saja…ckckckck…

      perlu diketahui al-quran kita berbeda dengan mereka walaupun ada yang sama

      Ok, kalau emang beda, saya tantang Anda untuk menunjukkan Al-Qur’an syiah. gimana? hem…???

      mereka syiah ga mau pake hadis yang bukan diriwayatkan oleh imam mereka. walaupun hadis palsu mereka tetap pake asalkan dari imam mereka.

      ah, apa iya cuy? ngarang aja ente ini. ckckck…dusta itu ajaran agama ente yah?

      syiah kalo dikritik, baik orang maupun ajarannya selalu membuat alibi, itu adalah upaya adu domba orang kafir atau amerika (bukan berarti saya membela amerika)tapi ya itu sebenarnya untuk menutupi kebusukan mereka.

      Ah, apa iya? ente ini doyan fitnah aja nih. Dosa lho fitnah…atau jangan2 dalam agama ente, dibolehin fitnah memfitnah yah? ckckckck…

      Justru, usaha ente saat ini mengarah pada adu domba antar umat Islam. ya gak cuy? dapet uang brapa dari Israel?

  5. ricki
    Januari 24, 2010 pukul 1:43 am

    tentang alqur’an versi syiah sudah banyak yang tahu…. rupanya si ressay nambah nekad, maklum dia belum selesai belajar syiah dan baru sepotong-potong, nih saya kasih pernyataan-pernyataan dari kitab-kitab syiah, jangan lupa dicari dan dipelajari biar anda tahu hakikat syiah dan kenapa ga mungkin bersatu dengan ahlussunnah wal jama’ah
    PERTAMA cari kitab syiah yang benama alkafi didalamnya ada sebuah hadis
    “Dari Abi Bashir, ia menuturkan: Aku pernah masuk menemui Abu Abdillah (Ja’far As Shodiq)……hingga Abu Abdillah berkata: “Dan sesungguhnya kami memiliki Mushaf Fatimah ‘alaihas salaam …ia menuturkan: Aku pun bertanya: Apa itu Mushaf Fatimah? Ia menjawab: Mushaf seperti Al Quran kalian itu tiga kali lipat (tebalnya), dan sungguh demi Allah tidaklah ada padanya satu huruf pun dari Al Quran kalian.”“(Al Kafi” hal: 57, edisi 1278 H Iran)
    KEDUA, Syi’ah meyakini bahwa Al-Qur’an sekarang ini telah dirubah, ditambahi atau dikurangi dari yang seharusnya, seperti:

    “wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna ‘ala ‘abdina FII ‘ALIYYIN fa`tu bi shuratim mim mitslih (Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417)

    Ada tambahan “fii ‘Aliyyin” dari teks asli Al-Qur’an yang berbunyi:

    “wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna ‘ala ‘abdina fa`tu bi shuratim mim mits lih” (Al-Baqarah:23)

    Karena itu mereka meyakini bahwa: Abu Abdillah a.s (imam Syiah) berkata: “Al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur’an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi’ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy)

    buat ressay jangan lupa cari kitab2 diatas halaman dan juznya sudah jelas…buktikan kalo anda orang yang obyektif dan bukan tong kosong nyaring bunyinya…

    oiya masih banyak lagi kesesatan2 syiah , insya-Allah akan saya sampaikan pada blog ini..mudah2an ga disensor ama si ressay ini maklum karena akan menghancurkan argumen2 syiah.

    • Januari 24, 2010 pukul 6:51 am

      @ricki
      Hehehe…tentu saya nekad donk diskusi dengan Anda. Toh saya saat ini tengah diskusi dengan orang yang sama sekali tidak paham soal syiah. Ya gini-gini saya juga sudah sering berhadapan dengan orang-orang seperti Anda ini. hehehe…dan argumennya itu2 aja. ndak ada perkembangan.

      “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isrâ’ [17]:36)

      “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang- orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali- kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mâidah [5]:8 )

      “Dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. An Nisâ’ [4];112)

      “Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.(QS. Al Kahfi [18]; 5 )

      “Kecelakaan yang besarlah bagi tiap- tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa.” (QS. Al Jâtsiah [45];7)

      Pernah ada seseorang berkata:

      Obat kejahilan adalah bertanya dan belajar. Memfitnah adalah modal kaum lemah. Jangan jadikan kejahilan kamu tentang Al Qur’an dan Mushaf Fathimah sebagai modal ftnah

      Ada banyak ulama syiah yang menentang keyakinan tentang tahrif Al-Qur’an. salah satunya ialah berikut ini:

      “Telah berkata sekelompok Ahli imamah (Syi’ah): bahwa Al Qur’an tidak berkurang walaupun hanya satu kata, atau satu ayat atau satu surah, akan tetapi (yang) dihapus (adalah) apa-apa yang tetap dalam mush-haf Amirul Mukminin (Ali) as. berupa ta’wîl dan tafsir makna-maknanya sesuai dengan hakikat tanzîlnya. Yang demikian (ta’wîl dan tafsir) adalah tetap, terbukti telah diturunkan (Allah) walaupun ini bukan dari bagian firman Allah sebagai Al Qur’an yang mu’jiz (mu’jizat). Dan menurut saya pendapat ini lebih tepat dari pada pendapat orang yang menganggap adanya pengurangan beberapa firman dari Al Qur’an itu sendiri bukan ta’wîl nya. Dan saya cenderung kepada pendapat ini. Hanya kepada Allah lah saya memohon tawfiq untuk kebenaran.” (‘Awâil al Maqâlât fî al Madzâhib al Mukhtârât: 55-56.).

      “Keyakinan kami bahwa Al Qur’an yang diturunkan Allah kepada nabi-Ny; Muhammad saw. adalah apa yang termuat di antara dua sampul (mush-haf), yaitu yang sekarang beredar di kalangan manusia. Tidak lebih dari itu. Jumlah surahnya adalah 114 surah. Dan menurut kami surah Wa adh Dhuhâ dan Alam Nasyrah dihitung satu surah dan surah Li ilâfi dan Alam Tara Kaifa dihitung satu surah. Dan barang siapa menisbahkan kepada kami bahwa kami meyakini bahwa Al Qur’an lebih dari itu maka ia adalah pembohong! …

      Sesungguhnya telah turun wahyu selain Al Qur’an yang jika dikumpulkan bersama Al Qur’an jumlahnya mencapai sekitar 17 ribu ayat. Yaitu seperti ucapan Jibril as. kepada Nabi saw., “Sesungguhnya Allah berfirman kepadamu, ‘Hai Muhammad bergaullah dengan baik kepada hamba-hamba-Ku.’. “Hiduplah sesukamu, kerena engkau pasti akan mati. Cintailah apa yang engkau mau, karena engkau pasti berpisah dengannya. Berbuatlah sekehendakmu karena engkau pasti akan berjumpa dengannya!” Kemuliaan seorang Mukmin adalah shalatnya di waktu malam”…

      Dan yang seperti ini banyak sekali. Semuanya adalah wahyu selain Al Qur’an. Andai ia bagian dari Al Qur’an pastilah digandengkan dengannya, bersambung dan tidak terpisah darinya… “. (al I’tiqâdât:93, dicetak dipinggir kitab al Bâb al Hâdi ‘Asyar)

      tolong dibaca dengan baik ya bro…jangan bisanya cuman ngeyel kagak jelas begitu.

      oh ya bro, Bukhari juga meriwayatkan hadits2 yang menunjukkan adanya tahrif Al-Qur’an lho…mau tau? buka aja bro disini nih:

      http://jakfari.wordpress.com/2008/04/05/apakah-bukhari-yakin-tahrif/

      Satu lagi bro pesen gw, tolong berkomentarlah sesuai dengan apa yang saya tulis diatas. Mohon jangan melenceng dari topik bahasan yang sedang dibahas. kalau melenceng, maka saya menganggap komentar ente itu komentar sampah yang harus dihapus. paham kan bro?

  6. ricki
    Januari 24, 2010 pukul 1:48 am

    begitulah ressay kalo dah kepepet
    perlu temen2 ketahui, teman2 saya sering membuat bantahan atas argumen ressay tapi sering disensor maklum itukan bisa melemahkan propaganda ressay dan syiah
    ya begitulah kalo tong kosong nyaring bunyinya kaya si ressay.

    • Januari 24, 2010 pukul 6:01 am

      hehehe…justru komentar Anda itu sendiri yang menunjukkan bahwa Anda itu sudah kehabisan argumen untuk membantah semua tulisan-tulisanku. bukan begitu?

      Ndak perlu Anda menyebar bahasa2 propaganda seperti itu. Kalau tidak setuju dengan tulisan yang saya sampaikan, bantah donk dengan ilmiah.

      Daripada tong kosong berbunyi nyaring gitu? ah kayak zionis israel aja ente ini, sukanya memecah belah umat Islam. di bayar brapa cuy ama zionis laknat?

      • ari
        Februari 27, 2010 pukul 10:15 am

        Satu kalimat buat orang seperti resse’ maaf! salah….ressay.”TARKUL JAWABI ‘ALAL JAAHILI JAWAABUN “kalo gak tau artinya buka kamus!!!

        • Februari 27, 2010 pukul 6:01 pm

          wakakakakakakaakak…

          kalau ndak mampu membantah mbok ya diam saja, ketimbang kejahilan Anda terbongkar disini.

  7. dina
    Januari 24, 2010 pukul 2:01 am

    saya setuju dengan fatih, sebagai cewek saya merasa dilecehkan dengan ajaran syiah yang bernama nikah mut’ah (nikah kontrak) padahalkan sudah dihapuskan oleh nabi MUhammad SAW pada perang khaibar
    tapi ada yang aneh juga karena ada salah satu imam mereka yang mengharamkan mut’ah , coba kita perhatikan hadis syiah (kitab hadis syiah yang bernama alkafi)dibawah ini :
    Imam Syi’ah ke-enam [yang diangap suci dari kesalahan] telah berkata kepada sebagian sahabatnya : “Telah aku haramkan mut’ah atas kalian berdua” (Al-Furu’ min Al-Kafi 2 48).
    tapi orang-orang syiah yang pendusta lebih menyukai mut’ah sebagaimana yang terdapat dalam pernyataan berikut ini :
    “Mut’ah itu adalah agamaku dan agama bapak-bapakku. Yang mengamalkannya, mengamalkan agama kami dan yang mengingkarinya mengingkari agama kami, bahkan ia memeluk agama selain agama kami. Dan anak dari mut’ah lebih utama dari pada anak istri yang langgeng. Dan yang mengingkari mut’ah adalah kafir murtad.” (Tafsir Manhaj Asshadiqin Fathullah Al-Kasyani hal.356)tafsir ini adalah tafsir syiah.

    • Januari 24, 2010 pukul 6:07 am

      hehehe…kalau mau berkomentar soal nikah mut’ah, ada tulisannya sendiri. silakan deh diskusi disana. gimana?

      Oh ya, di al-kafi yah? boleh tau sanadnya mbak dina? monggo deh di pastekan disini. gimana? siapkan mendiskusikan ini dengan ilmiah?

      Nikah mut’ah itu emang halal mbak. Dan ternyata bukan hanya orang syiah saja yang berpendapat seperti itu. Tetapi ada juga orang-orang yang mengkaji Islam dengan ilmiah dan obyektif, menemukan kebenaran bahwa nikah mut’ah itu halal. jadi gimana mbak? siap berdiskusi soal nikah mut’ah, berdua saja…?

  8. Januari 24, 2010 pukul 3:38 am

    buat yg punya blog ini slam ukhwah
    kit g usah melayani mereka { orng yg membenci syiah } biarkan merka ngomung krn emng sifatnya merka itu seperti itu suka memfitnah
    mereka tidak mau mencari kebenaran tap merka pengin merasa di benerkan
    aq berani berkata cuma orng yg tidak punya rasa ukhwah islamiyah yg membenci syi’ah
    cuma orng yg dengki dn iri hati yg membenci syi’ah

    • Januari 24, 2010 pukul 6:02 am

      hehehe…santai saja. komentar ngawurnya ndak berarti apa2 kok.

  9. ukhti icha
    Januari 26, 2010 pukul 9:48 am

    assalamualaikum,, sebenarnya ana tidak ingin ikut nimbrung di komen ini karna ana sendiri tidak suka berdebat tentang hal2 yang sudah jelas ,, ana cuma ingi menyamapaikan kpda semua saudara2 ku yang dimuliakan Allah ini apa tidak lebih baik kta memper erat tali ukhuwah ,dari pada berbdebat sepanjang waktu dan menimbulkan emosi sesaat share dengan sesama muslim memang perlu tapi tidak u/ berdebat yang akhir-nya menjelek2kan orang lain atau pum mengeluarkan pendapat yang berbau riya bagaimana islam mau maju kalau ummat hanya terus berdebat seperti ini .
    hanya ini yang ana ingin sampaikan afwan jiddan u/ kesalahan kata dan BARAKALLOH

    • Januari 26, 2010 pukul 10:32 am

      Terima kasih atas sarannya. walaupun saya sendiri masih belum paham apa yang dimasuk “hal-hal yang sudah jelas”.

  10. UKHTI ICHA
    Januari 29, 2010 pukul 8:58 am

    afwan jiddan sebagai ummat muslim yang mengaku beriman kta tntu sudah tau dengan jelas apa yang seharusnya perlu kita lakukan dan kita tinggalkan. berdakwah bukan berarti mendeskriminasi muslim yang lain karna kita merasa bahwa ajaran dari tmpt kita bernaung yang paling benar,hal2 yang jelas maksud ana adalah hal2 yang sudah kita tau baik burukx tang terus2an antum peributkan disini, u/ kemajuan islam kita bukan hanya harus berteriak2 , tapi kita butuih tindakan nyata.

    • Januari 29, 2010 pukul 10:13 am

      Seandainya seluruh umat Islam berpikiran sama seperti Anda. Niscaya umat ini tidak akan terpecah belah…

  11. ririn kusrin
    Februari 17, 2010 pukul 7:43 am

    Aneh, masa agama didasarkan pada kebencian kepada sahabat Nabi, kebencian kepada istri nabi? agama apa itu? sedangkan Nabi sendiri memuliakan sahabatnya…sedangkan Nabi sendiri sangat mencintai istrinya….syiah…syiah…sungguh aneh…!

    • Februari 17, 2010 pukul 9:57 am

      syi’ah benci sahabat Nabi? Itu hanya konsepsi Anda yang ternyata tidak sesuai dengan realitas.

      Syiah tidak membenci sahabat Nabi, apalagi istri Nabi. Syiah hanya ingin menunjukkan fakta sejarah yang selama ini (sengaja?) ditutup-tutupi tentang penyimpangan yang dilakukan oleh beberapa sahabat Nabi dan istri Nabi.

      Kalau memang Anda memandang aneh orang yang membenci sahabat Nabi, seharusnya Anda arahkan pandangan itu kepada sahabat Nabi. Mengapa? karena diantara sahabat Nabi sendiri bukan hanya saling benci, tapi saling bunuh membunuh lho. Itu fakta sejarah, Anda tidak bisa memungkiri. Kecuali jika Anda ingin disebut sebagai orang aneh yang berusaha mengingkari fakta sejarah.

      Jadi, berhentilah berlaku seperti orang aneh…

  12. Sri
    Februari 19, 2010 pukul 3:35 am

    Salam,
    Baca comment2 di blog ini, buat miris. ada pepatah menggatakan, tak kenal maka tak cinta, yach seperti ikhwan dan ikhwat yang kontra ama si pemilik Blog heheh..
    Saya Sunni dan suami saya Syi’ah, alhamdulillah kalo niat akidah kita adalah allah swt, sesuatu yang beda tidak ada kata tidak mungkin untuk bersatu. Saya ikut setiap pengajian syi’ah (kumayl, tawasul, asyura dsb), manfaat yang saya dapat membuat saya semakin rendah diri dihadapan allah. So, buat apa saling menjatuhkan, malah membuat kata2 kita jd ga ilmiah and realistis yach klo udh esmosi..ehhehe
    SALAWAt..

    • Februari 19, 2010 pukul 6:59 am

      Salam,
      wah ibu luar biasa…seorang sunni memiliki suami syiah. Semoga pesan persatuan umat Islam yang ibu bawa, dapat dipahami oleh umat Islam kebanyakan.

      wassalam.

  13. Javad Al-Kadzim
    Februari 24, 2010 pukul 5:53 am

    Saya tantang orang yang anti sy’iah untuk bermubahalah. Biarlah Alloh yang menjadi hakim pertentangan kita.

    • Februari 24, 2010 pukul 3:17 pm

      Ndak perlu bermubahalah. Dan jika ingin bermubahalah…mohon tidak disini…

  14. aris
    Maret 4, 2010 pukul 6:52 am

    pantes aja negri kita ga maju2. kita nih tanggung dlm bersikap. kalo benci syiah harusnya jg benci iran sekalian. kalo mo berteman dg iran yo benci amerika gitu! but krn baik2 pd ke2-nya mk kelas kita cuma setaraf calo aja! bs jd dpt kecil2an dr keduanya tp bs jg blooong kosong ga dpt apa2!
    kita nih cerminan dr orang yg dianggap ulama di negri ini..
    kalo ulamanya sj ga jelas sikapnya apalg umatnya…..

  15. Yus
    Maret 12, 2010 pukul 7:29 pm

    Assalamu’alaikum, saya pingin berkomentar nih,
    Pernahkah kita berpikir kenapa kondisi umat manusia di dunia umumnya , Indonesia khususnya pada hari ini seperti ini?
    Kezaliman sudah dimana-mana, baik kezaliman dalam bidang hukum, social, budaya, pendidikan, ekonomi, politik, keamanan, keadilan, system pemerintahan dll. Orang sudah terang-terangan melakukan kemaksiatan, seakan-akan kemaksiatan dilegalkan, yang kuat menindas yang lemah, yang lemah baik terpaksa maupun ikhlas tunduk sama, yang kuat memperbudak yang lemah, yang lemah mengabdi(menghambakan) diri pada yang kuat, baik secara perorangan maupun secara suku bangsa.
    Disisi lain yang mengatas namakan kebenaran marak dan banyak, tapi kebenaran secara hakiki tidak nampak, hanya sebuah pengklaiman saja.
    Bagaimana dengan kita yang mengatasnamakan Islam? Ternyata Islam sudak terkotak-kotak, terpecah belah menjadi beberapa golongan, tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongannya. Islam sebagai kata sifat yang Alloh sendiri memberikan penyifatan tersebut kepada para Nabi dan para sahabatnya yang artinya berserah diri pada Alloh, dimana semua aturan dan system kehidupan ini (ekonomi, hokum, budaya, social, pendidikan, politik keamananan, system pemerintahan dan sebagainya) harus berserah diri kepada system dan aturan Alloh yang diturnkan kepada nabinya. Tapi ternya sifat tersebut (Islam) tinggal hanya sebuah nama.
    Ingatlah Qur’an Surat Ar-Rum ayat 30 s.d. 32 : Yang artinya “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Din yang Lurus (Islam); (sesuai) fitrah Alloh disebabkan Dia telah menciptakan Manusia menurut fitrah itu. Tidaka ada perubahan pada fitrah Alloh, itulah din yang Lurus (Islam), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui . (ayat 30) dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah sholat dan janganlah kalian termasuk orang-orang musyrik (ayat 31) yaitu orang-orang yang memecahbelah Din mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golonganmerasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
    Bagaimana dosa musyrik itu sendiri? Dosa musyrik adalah dosa yang tidak bias diampuni, karena telah menyekutukan Alloh. Dosa-dosa musyrik yang saya ketahui adalah : menghampiri peramal (dukun), mengambil aturan hidup (ekonomi, politik, hokum, social, budaya, pendidikan, keamanan dll) bukan dari yang Alloh berikan lewat Nabi/Rosul-Nya, berpecahbelah dalam berdin Islam, taklid buta pada Kiayi dan Ulamanya tanpa mengkritisinya lebih jauh (Surat At-Taubah : 31). Maka kalau kita simak hadist Nabi tentang golongan, bahwa yahudi, Nasrani juga yyang mengatasnamakan Islam bergolongan-golongan akan dihadapkan pada azab nar (neraka), karena mereka telah Musyrik.
    Apakah keberislaman kita sudah sebagaimana Rosul? Kenapa harus sebagaimana Rosul, karena tidak akan dinilai beriman sedikitpun oleh Alloh kalau tidak sebagaimana Rosul. Surat An-Nisa 65.
    Yang perlu kita sadari jarak kita sudah 1400 tahun lebih dengan Rosul, sudah pasti kita telah banyak menyimpang, yang dimulai ketika itu penyimpangan dalam bentuk pemerintahan pasca Sahabat/Imam Ali, yang sempat berubah ketika zaman Khalifah Umar bin Abdul Azis, lantas setalah Umar bin Abdul Azis wafat berubah lagi pada bentuk monarki (Dinasti), sampai sekarang keberislamab sudah benar-benar menyimpang atau sudah pada titik nadir.
    Wahai orang-orang Sunni, Syiah, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi, yang mengatasnamakan NII, NU, Muhammadiyah, PERSIS, Jamaah Tabligh dll, tanggalkan dulu nama-nama golongan kalian, mari kita duduk bersama, kita bahas bagaimana Rosululloh memahami Islam yang kesananya mengimplementasikan Islam supaya Islam jaya di Dunia dankita Selamat di Dunia dan Akhirat sebagaimana dulu para sahabat ber-Iman dan ber-Islam.
    Mohon komentar saya ditampilkan, jangan dihapus. Apakah ada kesalahan dari komentar saya?, saya hanya mengajaka anda-anda sekalian untuk berorientasi pada Rosululloh SAW, karena hanya beliau yang mengerto Islam bukan kita-kiata atau kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam, kalau anda-anada sekalian, terutama yang memiliki alamat blognya tidak mau berorientasi pada bagaimana Rosululloh SAW ber-Dinul-Islam, maka celakalah kalian dinunia dan siap-siap menghadapai beratnya di Yaumal Hisab. Iiih…… ngeri deh.

    • Maret 13, 2010 pukul 2:45 am

      tiap-tiap orang, tiap-tiap kelompok mengklaim diri merekalah yang berislam sesuai dengan Rasulullah. Termasuk Anda.

      • Mu'alaf
        September 24, 2011 pukul 2:38 pm

        Kalau mas ressay sendiri berislam mengikuti siapa,,,,,,,,,,,,???????

        • Oktober 8, 2011 pukul 3:49 pm

          semua orang mengklaim dirinya berislam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Termasuk saya.

  16. Agustus 8, 2010 pukul 5:54 am

    by: agus jabon

    wah banyak anget realita hidup di dunia ini ya…

  17. November 24, 2010 pukul 2:14 pm

    ane mw tnya ama ressay! fakta sejarah yg mn klo sahabat rasulullah saling benci aplg slng bunuh? pengen tw ane, tolonk ksh tw ceritane? cm orng syiah doank yg blng para sahabat rasul slng benci n slng bunuh, yg laen g ad tuh? emang jelas kok syiah mencela n mengumpat para sahabat n istri baginda rasul. sdng sahabat rasul adalah para ahli surga.

    • November 24, 2010 pukul 6:19 pm

      weh? mang ndak pernah membaca fakta sejarah perang jamal dan shiffin? mang gak pernah baca fakta sejarah bahwa Utsman bin Affan dikepung oleh beberapa sahabat Nabi hingga akhirnya terbunuh?

Comment pages
1 4 5 6
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: