Entah kenikmatan apa yang didapatkan oleh para perokok ketika merokok. Itulah pertanyaan yang dari dulu sampai sekarang belum bisa aku jawab.

Beberapa kali kutanyakan hal ini kepada beberapa kawan yang suka merokok, sebagian besar diantara mereka malah meminta aku untuk mencobanya langsung. Kita tidak akan tahu apa rasanya rokok, sebelum kita mencobanya langsung, begitu celetuk mereka.

Dengan sedikit tersenyum aku bilang bahwa itu pun sudah aku lakukan. Dulu ketika SMP, aku mencoba-coba merokok. Namun selama merokok, tak ada satu pun kenikmatan yang aku dapatkan dari merokok. Sebaliknya, uang jajanku menjadi cepat berkurang karena dipakai untuk membeli beberapa batang rokok.

Keadaan itu bertahan sampai beberapa bulan. Satu alasanku ketika itu adalah ingin mengikuti tingkah laku kawan-kawan yang juga merokok. Gak ngerokok, maka gak gaul. Itulah semboyan yang disebarkan kawan-kawanku.

Baru setelah sadar, ku tinggalkan begitu saja rokok yang sempat membuat diriku “miskin”.

Sampai sekarang aku heran, mengapa aku bisa begitu mudahnya berhenti merokok sedangkan orang lain mengatakan susah sekali. Banyak orang yang mengatakan mereka ingin berhenti merokok, tetapi untuk memenuhi keinginan itu rasanya sulit betul.

Aku pribadi semenjak kecil sudah alergi dengan puntung rokok. Ketika aku hendak BAB dan ternyata di WC ada puntung rokok, terkadang aku ndak jadi BAB. Jika aku ingin makan dan di meja makan ada puntung rokok, aku singkirkan puntung rokok yang ada di asbak itu.

Apakah ini yang lalu membuat aku mudah berhenti merokok? Apakah ini yang kemudian membuat diriku tidak mendapatkan kenikmatan merokok seperti yang sering orang-orang katakan?

Entahlah, yang pasti AKU BENCI ROKOK DAN PUNTUNGNYA.