Allamah Sayid Muhammad Husein Fadhulullah, tokoh ulama syiah Lebanon mendukung penandatanganan nota kesepahaman antara Hizbullah dan kelompok-kelompok Islam Salafi di Lebanon. Senin lalu, Hizbullah dan kelompok-kelompok Islam Salafi Lebanon menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama menangkal beragam fitnah keagamaan di negara ini.

Sebagaimana dikutip oleh kantor berita IRNA dari Beirut, Allamah Fadhlullah dalam statementnya menegaskan bahwa pihaknya mendukung segala upaya untuk mengatasi perselisihan di antara umat Islam, penghapusan fenomena pengkafiran, dan pendekatan Ahlusunnah dan Syiah.

Laporan lainnya juga menyebutkan pelbagai kalangan dan tokoh nasional dan keagamaan dalam dan luar negeri Lebanon menyambut positif penandatanganan nota kesapahaman tersebut. Nota kesepahaman ini terdiri dari delapan pasal, seperti: pengharaman membunuh sesama muslim, pencegahan munculnya fitnah, menentang rencana AS dan rezim Zionis yang memanfaatkan fitnah keagamaan, menolak pengkafiran di antara Syiah dan Sunni, dan pembentukan komite ulama dari kedua mazhab untuk membahas dan menyelesaikan perselisihan.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini diharapkan bisa mencegah munculnya konflik internal umat Islam di Lebanon yang biasa dimanfaatkan oleh musuh. Sebelumnya, sekitar dua tahun lalu, Hizbullah juga pernah menandatangani kesepakatan serupa dengan Partai Pembebasan Nasional Lebanon, pimpinan Michel Aoun.

Sumber: IRIB