Beranda > Hikmah, Nyante, Tulisanku > Masjid Ramai di Bulan Ramadhan? Heran Aku…

Masjid Ramai di Bulan Ramadhan? Heran Aku…

“Akhirnya datang juga.” Kalimat yang mirip dengan nama acara di salah satu stasiun televisi ini terucap dari bibirku ketika bulan Ramadhan datang.Begitulah ekspresiku ketika Ramadhan datang menghampiri.

Banyak ekspresi yang diungkapkan oleh banyak orang ketika Ramadhan datang. Ada yang mengeluarkan ekspresi, “Waduh, Ramadhan datang lagi. Saatnya berlapar-lapar lagi donk.” Ada juga yang mengatakan, “Asyik Ramadhan datang lagi, bisa tarawih bareng di masjid nih ma temen-temen, apalagi ada si doi.”

Saya pikir sah-sah saja orang mau mengungkapkan ekspresi masing-masing. Tetapi tentunya tidak menutup kemungkinan adanya kritik disana-sini.

Kali ini, aku akan mengungkapkan keherananku ketika bulan Ramadhan datang.

Ketika bulan Ramadhan datang, masjid-masjid di kampung halamanku dan masjid di sekitar kostku pun mendadak jadi penuh sesak bahkan sampai ada yang shalat di halaman masjid.

Fenomena ini sangat berbanding terbalik ketika pada hari-hari selain Ramadhan. Masjid terlihat sepi. Hanya segelintir orang saja yang shalat di masjid. Apa yang terjadi? Mengapa masjid ramai ketika bulan Ramadhan?

Akhirnya ku temukan juga jawabannya. Masjid ramai ketika bulan Ramadhan karena di bulan ini ada satu ritual khusus yaitu Shalat Tarawih, yang mereka lakukan. Shalat ini ada hanya pada bulan Ramadhan saja. Dan nampaknya, shalat ini dianggap begitu istimewa sehingga pada bulan Ramadhan seperti ini, masjid pasti ramai.

Saya coba buka-buka lagi referensi yang saya miliki mengapa shalat tarawih ini begitu istimewa. Bagaimana hukum shalat tarawih itu, apakah fardlu atau sunnah?

Shalat tarawih hukumnya sunnah. Itu yang aku dapatkan dari beberapa referensi yang ada termasuk di wikipedia.

Shalat Tarawih yang ternyata hukum sunnah, begitu diminati oleh umat Islam. Masjid mendadak penuh karena umat Islam berbondong-bondong keluar dari rumahnya untuk melaksanakan shalat tarawih bersama di Masjid.

Keherananku bertambah ketika aku coba komparasikan keadaan masjid ketika bulan Ramadhan dan pada bulan-bulan selain Ramadhan.

Pada bulan Ramadhan ramai karena banyak orang yang shalat tarawih padahal shalat itu hukumnya sunnah.

Namun pada bulan-bulan selain Ramadhan, masjid-masjid sepi dari jamaah pada waktu-waktu shalat Fardlu (wajib).

Hal ini menurutku bertentangan dengan salah satu hadits yang aku baca:

Dari Zaid bin Tsabit r.a., katanya : “Rasulullah saw, memasang tenda dari tikar pada sebuah tempat di masjid, sehingga merupakan sebuah kamar tempat beliau shalat (malam). Melihat hal itu, beberapa sahabat mendatangi tempat itu dan mereka shalat pula mengikuti Nabi saw shalat. Pada suatu malam mereka datang pula, tetapi Rasulullah saw terlambat, sehingga beliau tidak keluar sama sekali menemui mereka. Oleh karena itu mereka mengeraskan suara, dan melontar pintu dengan kerikil, mereka menyangka kalau-kalau beliau lupa. Karena itu Rasulullah saw keluar menemui mereka sambil berkata dengan marahnya: “Janganlah senantiasa kamu berbuat demikian, karena aku mengira bahwa (shalat malam) itu akan diwajibkan kepadamu. Sebab itu shalatlah di rumahmu masing-masing, karena sebaik-baiknya shalat ialah di rumah masing-masing, kecuali shalat wajib”.

Jadi, sebaik-baiknya shalat adalah dilakukan dirumah kecuali shalat fardlu atau wajib, maka baiknya dilakukan di masjid.

Coba kita lihat keadaan umat Islam di Indonesia hari ini. Orang pada berbondong-bodong shalat berjamaah di masjid justru untuk melaksanakan shalat tarawih yang ternyata hukumnya sunnah. Sedangkan untuk shalat fardlu, mereka lebih memilih shalat di rumah bahkan mungkin ndak shalat.

Jadi gimana nih?

  1. Mikholai
    September 9, 2008 pukul 3:47 am

    Hmmmm….
    Seingat saya yang mempelopori shalat terawih berjamaah adalah Umar bin Khatab. (CMIIW)

  2. September 9, 2008 pukul 9:01 am

    Betul. Seingat saya juga begitu. Tapi mungkin ingatan saya salah. barang kali ada yang mau meluruskan?

  3. September 9, 2008 pukul 1:38 pm

    Yeee… Mullah. Indonesia kan senengnya kumpul-kumpul. Socio-nya membentuk karakter beribadah juga. Ngga usah pas puasa, pas hari biasa aja, terutama malem minggu, di kos-kos cewe banyak yang pada ngapel. Kalo itu diniatin silaturahmi, itu wajib lho. Jadi, rame-rame shalat berjamaah pas bulan Ramadhan itu baik. Alangkah semakin baik, kalo pas di luar Ramadhan juga begitu. Eh, daerah sekitaran kampus kan rame kalo ada mahasiswanya. Pun masjidnya. Antum kan juga jarang di rumah. Maka wajar kalo Mushala dan masjid di sekitaran antum juga sepi (sebutan antum cocok ngga sih di bulan puasa??)

  4. September 9, 2008 pukul 3:05 pm

    he2.. masih untung di bln ramadhan ini banyak yang berbondong-bondong ke mesjid. untung aj ga sepi.
    apalagi di kalangan sebagian anak2 muda. mana tau mereka ini bid’ah apa ga. yang tau mah mereka pergi ke mesjid buat ngeceng…

    insyaAllah kebiasaan sholat di mesjid terus dilanjutkan, walaupun di awali dngan ‘bid’ah yang paling baik’, right? berpikir positif aj…

  5. September 9, 2008 pukul 4:31 pm

    ya semoga aja umat Islam mau shalat di masjid berjamaah. gak hanya sebatas ketika shalat tarawih aja, terlepas dari kontroversi hukum shalat tarawih.

  6. achfaisol
    September 11, 2008 pukul 7:41 am

    terima kasih sharing info/ilmunya…

    mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
    “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  7. o"rais"o
    September 13, 2008 pukul 3:58 am

    Yang mesti ditanyakan…knapa bulan ramadhan gak seperti bulan yang lain..?

  8. September 13, 2008 pukul 4:03 am

    Mengapa harus pertanyaan itu yang ditanyakan?

  9. armand
    September 13, 2008 pukul 7:45 am

    Ya karena cuman 1x setahun, ga kayak shalat fardlu “harus” tiap hari. Tidak ada beban berat harus istiqamah. Sebab kalau ga dijalanin jama’ah di masjid juga ga apa-apa. Lagian kalau shalat fardlu kan ga ada kue/makanan di masjid dan ga ada keramaian spt malam bulan Ramadhan? Tapi mungkin ada alasan lain, pengen ketemu sama si do’i, misalnya. Ini cuman misal🙂 Soalnya pembantu-pembantu rumah tangga juga pada ngebet pengen shalat berjama’ah.
    Jadilah malam Ramadhan begitu ramai. Ga heran aku.
    Sebenarnya yg hebat itu pencetus shalat tarawih berjama’ah dan para pengikut serta pengagumnya sehingga shalat tarawih berjama’ah bisa bertahan tetap seramai sekarang.

    Salam

  10. September 13, 2008 pukul 7:53 am

    Jadi pencetus shalat tarawih berjamaah itu pinter? ya, bisa juga seperti itu. Bahkan lebih pinter dari Allah dan Rasul-Nya. shalat wajib yang seharusnya dilakukan di masjid, ternyata umat islam lebih senang melakukannya di rumah. sedangkan shalat tarawih yang seharusnya dilakukan di rumah masing-masing, malah diadakan di masjid. Bahkan masjid jadi rame gara-gara shalat tarawih.

  11. o"rais"o
    September 19, 2008 pukul 1:08 am

    naik darah…..hehe

  12. September 19, 2008 pukul 8:13 am

    ndak kok, aku darah rendah.

  13. oktara
    September 22, 2008 pukul 5:34 pm

    Yang penting tujuan dari shalat itu tercapai……….’dirikan’ shalat

  14. September 23, 2008 pukul 10:16 am

    khan di bulan ramadhan pahala nya berlipat2.. yang sunnah pun jd berharga.. itu sebabnya banyak yg berbondong2.. *pemikiran positip😀 *

    sekarang tinggal bagaimana caranya biar orang berbondong2 beribadah bukan karena ramadhan.. bukan karena pahala yang berlipat..
    tetapi karena manusia sebagai hamba Allah sangat membutuhkan Allah swt…

  15. kosim
    September 1, 2009 pukul 1:08 pm

    Aslkm, wr. wb.

    Setahu saya, Rasulullah saw dlm haditsnya mengatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat. Demikian juga dgn shalat Tarawih adalah bid’ah.

    Wslkm wr. wb.

  16. September 11, 2009 pukul 7:12 am

    Maklum sudah tradisi..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: