Di weblog ini saya membuat sebuah polling dengan pertanyaan:

“Bagaimana pendapat Anda tentang usaha menjalin ukhuwah Islamiyah antara Ahlulsunnah dan Syi’ah?”

Ada beberapa pilihan jawaban yang dapat dipilih oleh para netter, diantaranya ialah:

1. Setuju. Karena pada dasarnya keduanya adalah saudara sesama muslim

2. Ragu. Keduanya memiliki pandangan yang saling bertolakbelakang

3. Tidak Setuju. Syi’ah bukan Muslim

4. Tidak Tahu

Lalu bagaimana dengan hasilnya?

Hasil Jawaban

1. Untuk jawaban “setuju”, ada sekitar 69% (123 votes)

2. Untuk jawaban “Ragu”, ada sekitar 8% (14 votes)

3. Untuk jawaban “tidak setuju”, ada sekitar 19% (34 votes)

4. Untuk jawaban “tidak tahu”, ada sekitar 3% (6 votes)

———————–

Dari polling tersebut, disimpulkan bahwa mayoritas para pemilih, berkeyakinan bahwa Syiah dan Ahlulsunnah sangat mungkin untuk bersatu. Para pemilih yang memilih jawaban “tidak setuju”, menempati posisi kedua dengan selisih suara yang sangat jauh dari para pemilih yang memilih setuju syiah dan Ahlulsunnah itu bersatu.

Saya pribadi, termasuk orang yang memilih jawaban “setuju”. Syiah dan Ahlulsunnah sama-sama muslim. Mereka adalah orang-orang Islam. Tuhan mereka sama. Nabi mereka sama. Kitab suci mereka sama. Mereka sama-sama berhaji di Mekkah. Kiblat mereka sama-sama, yaitu Ka’bat. Hanya saja, menurutku, pandangan mereka terhadap Tuhan, Nabi, Kitab Suci itulah yang berbeda.

Analoginya seperti ini. A dan B sama-sama kuliah di Fakultas Hukum UNS SOLO. Dosen mereka sama. Ruang Kuliah mereka sama. Hanya saja pandangan A dan B terkait dengan kampusnya, dengan dosennya, dengan ruang kuliahnya itu yang berbeda. Namun keduanya sama-sama kuliah di Fakultas Hukum UNS SOLO.

Adalah hak Anda untuk tidak setuju dengan pendapat saya diatas. Selanjutnya, terserah Anda bagaimana menyikapi hal ini.

Saya mengucapkan terima kasih kepada para netter yang mau menyempatkan diri untuk mengisi polling tersebut.

Wassalam.