Beranda > Nyante, Tulisanku > Cinta dan Kesetiaan

Cinta dan Kesetiaan

Saat teman kostku terlelap dalam tidur mereka. Ketika mimpi indah membuai mereka. Disini, saat ini, aku masih terjaga dihadapan laptopku.

Baru saja, tepat sebelum aku menulis tulisan ini, aku mencoba melihat satu film yang baru saja diberikan oleh salah seorang temanku di HMI. Film yang berjudul ”From Bandung With Love” ini bagus menurut kawanku. Dia menyarankan aku untuk menontonnya.

Satu hal yang sudah ada di dalam otakku saat itu adalah penilaianku terhadap film-film Indonesia. Fenomena yang akan sering kita jumpai dari film-film Indonesia ialah pengambilan alur cerita “basi”. Artinya, alur cerita yang diangkat sudah sering ditayangkan dalam film-film lain. Jika berbeda, itu pun hanya sebatas pengembangan dari satu kisah tertentu.

Dugaanku ternyata benar. Film itu bercerita tentang cinta dan kesetiaan. Cinta yang menurut sebagian kalangan sangat membutuhkan kesetiaan. Tiada cinta tanpa kesetiaan. Kedua hal tersebut harus selalu bersama-sama.

Cerita film itu berawal dari seorang mahasiswi yang bekerja sebagai penyiar radio yang ingin mengangkat tema kesetiaan dalam cinta untuk siarannya pekan depan. Dia bernama Vega.

Salah satu kebiasaannya sebelum on air ialah mencari data-data empirik di lapangan. Beberapa orang yang dia temui, sering kali ditanyakan pendapatnya, pengalamannya, atau informasi yang mereka miliki terkait dengan tema yang ingin diangkatnya.

Hingga akhirnya, dia dipekerjakan dalam satu tim di tempat kerjanya yang lain, dengan seorang lelaki ganteng dan bertutur kata ”membius”. Lelaki itu terkenal sebagai lelaki yang playboy dikalangan rekan kerjanya. Sesaat setelah vega mengetahui isu seputar lelaki ganteng itu, yang bernama ryan, ia memiliki ide untuk mencoba menjadikan ryan sebagai subyek penelitian dia.

Vega mencoba melakukan pendekatan kepada Ryan sehingga Ryan pun tergoda untuk menebar ke-playboy-annya. Vega ingin mencari tahu apa benar Ryan itu seorang playboy? Jika benar, kebiasaan apa saja yang sering ditunjukkan oleh seorang playboy ketika melakukan pendekatan kepada wanita lain?

FYI, vega telah memiliki seorang kekasih yang juga teman satu kampusnya. Namanya dion.

Singkat cerita, vega yang awalnya berniat menjadikan ryan sebagai subyek penelitiannya, sekarang malah terkena senjatanya sendiri. Ya, tepatnya senjata makan tuan. Muncullah benih-benih cinta dalam hati vega terhadap ryan.

Sering kali vega bertingkah aneh dihadapan dion, kekasihnya. Bahkan tidak segan-segan, vega berani membohongi dion.

Hingga akhirnya dion mengetahui bahwa ternyata vega telah selingkuh. Dengan mata kepala sendiri, dion melihat ryan mencium bibir dion vega. (mmm…rasanya gimana ya jigong ketemu jigong? Ah gak penting). Setelah itu, dion akhirnya memutuskan vega dan memilih untuk menjadi seorang jomblo.

Memang betul alur cerita film itu sangat basi sekali. Kisah cinta yang basi ketimbang kisah cinta yang ada di dalam Film ayat-ayat cinta.

Namun, aku sengaja menulis tulisan ini, karena setelah melihat film ”From Bandung with Love” ini aku jadi teringat dengan masa laluku. Masa lalu yang begitu menyakitkan buatku.

Ketika cinta yang penuh harap aku berikan ternyata dikhianati, hanya karena cintaku tidak memberikan arti apa-apa baginya. Menurutnya, ada hal-hal tertentu yang tidak ia dapatkan dari diriku. Dan dalam perjalanannya, ia menemukan sesosok lelaki, yang pada akhirnya menjadi selingkuhannya, yang mampu memberikan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Selingkuh sering kali berawal dari perasaan ketidakpuasaan akan sesuatu. Ketidakpuasan memang wajar. Namun jika perasaan ini jika tidak terbendung, maka akan mendorong seseorang untuk meninggalkan kekasihnya. Lebih parah lagi ketika perasaan ketidakpuasan ini melahirkan perselingkuhan.

Aku jadi teringat dengan satu perkataan dari salah seorang guruku di SMA. Beliau berkata, ”Cinta adalah ’WALAUPUN’, bukan ’KARENA’.” Perkataan itu kemudian aku jadikan semangat weblog ini, Cinta itu walaupun bukan karena.

Seharian aku memikirkan perkataan beliau tersebut.

Hingga aku mendapatkan satu kesimpulan, bahwa Cinta adalah cinta, bukan nafsu. Apa tuh?

Nafsu adalah keinginan-keinginan kita akan sesuatu. Ketika kita melihat barang indah, lalu kita ingin memiliki barang tersebut, maka yang berbicara saat itu adalah nafsu. Ketika kita berjalan lalu tanpa sengaja kita melihat seorang wanita cantik sehingga kita ingin memiliki wanita tersebut, maka itu adalah nafsu.

Cinta berawal dari nafsu. Cinta berawal dari keinginan. Cinta berawal dari ketertarikan. Kita tertarik terhadap sesuatu karena kita melihat ada kelebihan pada sesuatu tersebut. Kita tidak akan tertarik dengan barang yang cacat. Kita tidak akan tertarik pada barang yang memiliki kekurangan. Itulah nafsu.

Namun berbeda dengan cinta. Cinta bukanlah nafsu. Nafsu hanya permulaan dari cinta. Cinta itu muncul ketika kita menemukan kekurangan dari sesuatu yang telah kita miliki lalu kekurangan itu kita anggap sebagai suatu hal yang harus kita terima dengan lapang hati. Kita mencintai sesuatu, maka yang kita cintai bukan hanya kelebihan dari sesuatu tersebut, tetapi juga kekurangannya. Berbeda halnya jika nafsu. Ketika kita nafsu, maka kita sebenarnya hanya memandang kelebihan dari sesuatu.

Ah, sudahlah. Pusing dan bosan aku bahas persoalan cinta ini. Karena memang banyak beberapa kawanku yang memiliki permasalahan cinta, lalu aku berikan rumus ”Cinta itu walaupun, bukan karena”.

Untuk mengakhir tulisan ini, saya ingin kutipkan dua perkataan yang mendukung ”cinta itu walaupun bukan karena”.

NN berkata, ”Ketika kamu menginginkan kekasihmu menjadi seperti yang kamu inginkan, maka sebenarnya kamu itu mencintai dirimu yang ada pada kekasihmu.”

Jalaluddin Rumi berkata, ”Cinta adalah melepaskan kehendak diri.”

  1. Oktober 25, 2008 pukul 4:42 am

    Rada OOT nih, jadi kalo pernikahan SeK Puji terhadap gadis 12 tahun, 9 dan 7 Tahun itu adalah apa ya ? Phedophil berbungkus agama atau Phedophil Berbungkus Cinta ?

    mohon info !

  2. Oktober 25, 2008 pukul 4:47 am

    wah gak tau tuh.

  3. dhahatgnadi
    Oktober 25, 2008 pukul 6:08 am

    saya sbg penonton hanya bisa komentar “yang keren dari film tersebut cuma judulnya aja, sedang ceritanya, kualitas pemainya engga keren, biasa aja”
    tentang kesetiaan, mnrt saya hal itu adalah unsur dari cinta, dan kalau ngga setia berarti ngga cinta lagi. mungkin begitu ya..saya sendiri blm kenal dng cinta, kalau napsu kita akrab.

  4. Oktober 25, 2008 pukul 6:53 am

    Dengan mata kepala sendiri, dion melihat ryan mencium bibir dion.

    Eh ini bener ya:mrgreen:

  5. Oktober 25, 2008 pukul 6:55 am

    Ya iyalah beneran. masa boongan.

  6. Arif
    Oktober 25, 2008 pukul 7:54 am

    ryan mencium bibir dion?Jeruk makan jeruk dong,hehe..klo ryan cium bibir noval,br bener,hehe..

  7. Oktober 25, 2008 pukul 9:57 am

    eh iya salah.hahahahaha

  8. November 1, 2008 pukul 2:37 am

    Wah… Mullah belajar bercinta. Haha!! Sayang, tulisannya ngga berdasar cinta. Jadi ngga inspiratif. Malah eksekusif dan terlalu merendahkan diri. Buktinya, banyak kata tercurah hanya untuk menganggap diri tak dapat berperilaku ‘umum’.

    Ada yang bilang padaku (aku cowo), “Kalo ada cewe yang suka sama kamu gara-gara kamu suka nemenin belanja, itu bagus. Kamu ngga boleh cap dia sebagai pragmatis. Artinya, si cewe memang cuma bisa lihat kemampuanmu sebatas ‘antar mengantar’. Kamu ngga perlu nyalahin si cewe.”

    Ada lagi yang bilang, “Orang baik hanya untuk orang baik.”

    Kesimpulannya, “Kalo cewe deket sama kamu karena agenda antar mengantar, kualitas baik itu ada pada antaran itu. Dan itu cinta. Dan itu takdir.”

    Hahaha!!!

  9. zahro
    November 11, 2008 pukul 3:25 am

    Uhffff…cinta dan kesetiaan, butuh kelapangan hati yang teramat besar untuk membingkainya menjadi sesuatu yang indah dan kita rasakan…kita bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia walaupun ia tak pernah memandang kita sekalipun secuil nama kita terlintas dalam benaknya, kita tetap setia walaupun dalam anganpun kita tak berani bermimipi untuk menggapainya….

  10. Roseno
    Desember 10, 2008 pukul 6:59 am

    KABID PPPA CAB. SUKOHARJO BILANG
    SALAM HIJAU HITAM
    Ini Penyakit Aktivis Kacaunya sama Cewek
    HA HA HA HA

  11. Roseno
    Desember 10, 2008 pukul 7:02 am

    Kang Arief Mulai Menggunakan
    Surat Ar-Rum : 21 Tuch…!
    Ojo Ngono Tho Kang…

  12. pUtrii
    Agustus 15, 2009 pukul 4:04 pm

    kLo bwT aQ,,ciNta itU adLh aiR maTa yg b’ujUng sNyum,,
    duLu,,sAat oRg yg aQ ciNtai t’Nyta gK m’ciNtai aQ,,
    aQ cm bz nangiZ,,tyP mLm aQ b’do’a smOga dy bHgia dg cEw pLihan na,,
    Tp 4JJI mAha kUasA,,
    Ia kRimkN aQ s’oRg paNgeraN yg bnAr2 Lbih sgaLa2 na dR oRg yg tLah mnoLakQ itU…
    aQ b’sykUr,,
    pngoRbnaN Quw gk sia2,,
    akhiRnya aiR maTa yg sLama ni aQ tUmpahkN jDi hRga yg pNtas bWt kbHagiaaN yg skRg Quw dpAd…

  13. Juni 6, 2010 pukul 3:23 pm

    Mas…saya dari Pacitan nama saya Rendra , saya terkagum sekali dengan catatan mas ….
    saya meneteskan air mata mas …walauupunaku cowok tapi saya ikut merasakan betapa sakitnya di Khianati …
    Mas yang sabar yak ..? Lok ingin berteman saya saya silahkan add FB aku mas
    di rendramahar@gmail.com ato lngsung ke Url kami di http://facebook.com/rendramahar

    salam Kenal ya mas!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: