Beranda > Tulisanku > Bahaya Golput Bagi Kehidupan Demokrasi Kerakyatan

Bahaya Golput Bagi Kehidupan Demokrasi Kerakyatan

HMI Cabang Surakarta

Tingginya angka golput di beberapa daerah seharusnya disikapi kritis oleh kita mahasiswa sebagai pilar kelima demokrasi. Era transisi demokrasi ini memang menyebabkan banyak rakyat tidak percaya akan sistem demokrasi kita namun akan lebih berbahaya jika golput kembali terjadi di pemilu 2009 tanpa adanya pendidikan politik yang aktif di tingkatan akar rumput (rakyat).

Memang di satu sisi partai partai tidak bisa menawarkan calon legislatif yang berkualitas, tapi kita tidak boleh sembarangan menggeneralisir semua partai adalah buruk. Beberapa mantan aktivis yang sekarang mencoba peruntungan menjadi caleg harus kita lihat sisi lainnya sebagai alternatif atas buntunya gerakan massa rakyat menentang dominasi asing.

Sejak gelombang neoliberalisme menyerang indonesia sejak rezim orba berkuasa telah menunjukkan bahwa korban sistem tersebut sangat luas. Jika dahulu karl marx berpendapat bahwa sektor yang paling dirugikan akibat sistem kapitalisme adalah kaum buruh, maka di jaman neo kapitalisme ini kerugian merambah dari segala sektor, mulai dari buruh, petani, nelayan, kelas menengah (termasuk mahasiswa sebagai kaum intelektual), kaum miskin hingga para pengangguran di kota-kota besar.

Melihat gerakan neo sosialis di beberapa negara amerika latin bisa dipelajari bahwa pemilu bisa dimanfaatkan untuk memberi kesadaran pada rakyat tentang buruknya sistem neoliberal. Keburukan sistem neoliberal bisa dilawan dengan partisipasi aktif antara gerakan parlemen yang duduk di pemerintahan dengan ekstraparlemen yang selalu aktif mengawasi kebijakan pemerintah.

Tidak bisa saya katakan bahwa golput adalah buruk hanya saja mahasiswa juga harus ikut memberi kesadaran bahwa golput bisa juga menjadi ancaman karena sekuat apapun golput pemerintahan akan tetap berjalan jika hanya ada 1 orang di Indonesia ini yang mencoblos. inilah kelemahan demokrasi yang harus kita perbaiki bersama. demokrasi harus bisa menjadi alat mencapai kesejahteraan rakyat bukan sebaliknya. Pemi! lu 2009 harus jadi momentum untuk menghadang laju neoliberalis! me denga n menyingkirkan partai yang jelas menghamba pada sistem neoliberalisme. INDONESIA UNTUK SEMUA.

  1. sang pengembara
    Desember 8, 2008 pukul 2:09 am

    aass…rakyat dah males dg pemilu yg kayak2 gitu, “mereka cuman omong doank, janji doank, suka nyalain rakyat yg golput, salahin diri sendiri, ngaca donk, kalau da maunya j rakyat di suruh gk golput “, hidup golput. ha…..3x

  2. Desember 21, 2008 pukul 4:30 am

    lha kalau kita sudah muak dg semua calon yg ada apakah harus nyoblos juga?

  3. Desember 27, 2008 pukul 4:15 pm

    numpang ngutip ya kawan

  4. April 6, 2009 pukul 9:32 am
  5. Oktober 30, 2009 pukul 1:26 pm

    aku stuju dgn adanya goolput,knpa sampe kaya gittu,sebab banyak pemimpin sekarang yang lupa terhadap rakyat

    • Oktober 30, 2009 pukul 2:02 pm

      Selain golput, apa solusinya?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: