Beranda > Doa > Nek Angku Meninggal

Nek Angku Meninggal

rip

Siang ini kuterima sms dari ayahku.

“Nek angku telah berpulang ke rahmatullah.”

Spontan langsung ku aktifkan laptopku berharap anak beliau yang saat ini tengah kuliah di Medan sedang online.

Dan benar saja, ia online dan menuturkan bahwa dirinya saat ini berada di perjalanan menuju aceh.

Ia sedih karena tidak sempat melihat wajah ayahnya untuk yang terakhir kali, terlebih sampai saat ini ia belum bisa memberikan sesuatu yang membanggakan ayahnya. Ia pun meminta saya untuk diajarkan doa ziarah.

Ku berikan saja doa itu, tentunya seingatku.

———-

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad. Semoga Allah merahmatimu, duhai ayahku.

Engkau berlapar tetapi engkau berikan aku kenyang

Engkau kurang pakaian, tetapi engkau mencukupkan pakaianku

Engkau tidak memakai wangi-wangian, tetapi engkau memberikan aku makanan

Kesemua ini engkau lakukan semata-mata mencari keridhoan Allah dan balasan akhirat

Allahumma ya Allah, Engkaulah Yang Menghidup dan Mematikan,

Dan Engkau sendiri yang hidup tiada akan mati

Ya Allah, demi hak Nabimu dan keluarganya yang telah Engkau sucikan, ampunilah ayahku, terimalah amal baik beliau, lapangkan pusaranya, dan berikan kesabaran kepada kami yang ditinggalkan.

Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengasihi dari segala Yang Pengasih.

———

Tak terasa air mata menetes ketika ku tulis doa ini.

Semoga tetes air mata ini bukanlah tetes air mata yang memberikan bekas temporer, tetapi juga menorehkan bekas permanent dalam diriku untuk selalu ingat.

  1. Kematian tidak dapat disangka kedatangannya.
  2. Sampai saat ini aku belum juga lulus kuliah, belum juga memberikan sesuatu yang membanggakan untuk kedua orang tuaku. Akankah aku terus menerus lalai terhadap kewajiban ini?

  1. alid abdul
    November 29, 2008 pukul 9:10 am

    turut berduka cita

  2. tyas
    November 30, 2008 pukul 2:01 pm

    Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un

  3. Desember 3, 2008 pukul 9:55 am

    Maaf Mullah. Belakangan aku jarang online. Jelas aku turut berduka cita. Semua akan kembali kepada-Nya.

    Rasul pernah bersabda, “Kematian itu pengingat.”

    Semoga kita bisa semakin yakin, bahwa jarak antara mati dan hidup itu sangatlah tipis.

    Semoga arwah beliau diberikan tempat yang mulia. Amin

  4. Desember 3, 2008 pukul 12:00 pm

    ciye…yang lagi sibuk. target gimana? menang?

  5. Reza Shariati
    Januari 22, 2009 pukul 8:19 pm

    Asli minang yah? Turut berduka cita

  6. Januari 23, 2009 pukul 2:21 am

    Ayah asli aceh selatan.

  7. Juni 24, 2011 pukul 6:38 am

    jadi bikin kangen ayah yang begitu sangat mencintai anak2nya meski kerap kali dibuat sedih oleh kami, anak-anaknya..Ya Allah lapangkanlah kuburnya dan tempatkan disebaik-baik tempat disisinu..amin

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: