dsc01172

Kebingungan, clingak-clinguk, mirip kambing congek, merasa sendiri, bingung mau ngobrol ma sapa, itulah yang aku alami ketika siang tadi aku beranikan diri untuk datang pada acara Sarasehan Blogger solo di Speedy Hiks, Solo Grand Mall.

Tanpa diduga, dan tidak pernah diduga, aku diundang oleh blogos untuk datang pada acara tersebut. Pasalnya, aku bukanlah manusia yang dilahirkan dan dibesarkan di solo. Saat ini aku hanya menumpang hidup di kota yang katanya kota budaya. Rencanaku hanya sampai 5 tahun saja (semoga tidak lebih, karena ingin cepet lulus kuliah) aku menumpang di kota yang saat ini tengah dipimpin oleh Pak Jokowi.

Menjadi bagian dari blogos adalah salah satu kebahagiaan tersendiri buatku setelah dahulu juga aku sempat bergabung dengan komunitas dunia maya. Hanya saja dengan bentuk yang berbeda.

Jika blogos merupakan kumpulan para blogger, maka dahulu tepatnya ketika SMA dan itu di Bandung, aku sempat bergabung dengan Komunitas MyQers Bandung. Suatu wadah khusus tempat berkumpulnya anggota MyQuran yang ada di kota Bandung.

Banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh MyQers Bandung pada saat itu. Bahkan bisa dikatakan komunitas MyQers Bandung pada saat itu merupakan komunitas yang solid. Hanya saja selepas kepindahanku ke solo, aku mulai tinggalkan dunia yang menyenangkan itu.

Untung saja, rasa kangen akan komunitas terobati ketika aku ditawari undang menjadi bagian dari blogger solo.

Sebenarnya banyak hal yang ingin aku ceritakan disini. Hanya saja, jika apa yang aku ceritakan ternyata telah disampaikan oleh orang lain, maka itu akan menjadi hal yang basi. Mas Dony Alfian telah menceritakan dalam blognya dengan cukup detail, ditambah lagi foto-foto hasil jepretannya.

Dare to be deferent. Itulah tulisan yang ada di wallpaper laptopku.

Berangkat dari semangat itu, aku ingin coba memandang sarasehan blogger solo ini dengan sudut pandangku sendiri.

Tanpa disangka, aku bertemu juga dengan mas fikri yang nampaknya saat ini patut bersedih. Pasalnya, weblog kesayangannya dibanned oleh WordPress. Tidak tahu pasti apa yang menyebabkan blognya dibanned. Asumsiku, wordpress belum siap menerima content yang ada dalam blog beliau.

Ups…aku lupa memberi tahu siapa itu mas fikri. Mas fikri adalah kakak tingkatku di FH UNS. Beliau salah satu blogger solo yang aku kenal. Di dunia blog, aku dan beliau memiliki sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang yang berbeda ini lalu menghasilkan ideologi yang berbeda pula.Perdebatan akan menjadi sangat sengit jika aku dan ia disatukan dalam satu forum.

Namun seperti yang sudah pernah aku alami ketika masih menjadi bagian dari MyQers Bandung, suasana “permusuhan” itu akan hilang ketika kita hadir diacara kopdar.

Dahulu di Komunitas MyQers Bandung pun seperti itu. Jika di forum diskusi MyQuran kita saling ngotot-ngototan merasa diri paling bener (ini yang berusaha aku hindari), tetapi ketika ketemu tatap muka, suasana ngeri itu hilang dalam sekejap. Seolah-olah tidak pernah terjadi perselisihan diantara kami. Dan itu tidak hanya berlaku pada pertemuan pertama saja. Untuk pertemuan selanjutnya pun berlaku hukum alam itu.

Hal ini pun yang kemudian aku harapkan dari komunitas blogger solo ini. Sesering apapun kita berbeda pendapat dengan orang lain, jangan sampai ada muncul sikap permusuhan.

dsc01170
Sebelum acara dimulai
dsc01171
Bentar lagi mulai
dsc01175
Snack, sebelum makan CFC. Produk Kapitalis bukan yach? Tapi enak kok