Beranda > News > Tempat Kelahiran Nabi Penuh Coretan

Tempat Kelahiran Nabi Penuh Coretan

PicPanda.com

Rumah kelahiran Nabi Muhammad

Muhammad Nur Hayid – detikNews
Jumat, 28/11/2008 07:46 WIB
Laporan dari Arab Saudi

Konon, pemerintah Arab Saudi sengaja membiarkan rumah ini dan tetap menjadi perpustakaan yang selalu terkunci karena pemerintah Arab khawatir jika rumah ini dibangun rapi akan dijadikan tempat syirik oleh jamaah haji yang tidak mengerti masalah tauhid.

“Saya dengar ini dibiarkan begini agar tidak disucikan oleh jamaah haji yang masih belum murni tauhidnya. Begini saja masih banyak jamaah haji dari India, Turki, Bangladesh yang datang berdoa di depan pintu sambil mengusap-usap temboknya,” kata salah seorang petugas kebersihan yang selalu berjaga di sekitar rumah nabi.

Saat wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid mendekati rumah tersebut, coretan spidol dan pulpen terlihat di tembok bagian depan rumah yang menjadi saksi lahirnya Rasulullah ini. Berbagai tulisan nama dan doa dari berbagai bangsa dan bahasa terpampang bersama tanda tangannya.

Itulah kondisi rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, rasul pamungkas dari seluruh nabi dan rasul yang diutus Allah untuk menuntun ummat manusia ke jalan tauhid.

Bangunan sebelah kiri dari rumah ini dijadikan gudang untuk menyimpan barang-barang yang tak terpakai. Sementara batas bagian kanan langsung berhadapan dengan tempat pengambilan air zam-zam yang disediakan pemerintah Arab. Sementara bagian belakang rumah ini berbatasan dengan trotoar jalan yang dilalui masyarakat yang akan berjamaah ke Masjidil Haram dan mengambil air zam-zam dari keran yang disediakan.

Suasana ramai ditambah lagi dari desingan alat-alat berat yang sedang membuldoser daerah yang dulunya disebut pasar seng untuk perluasan halaman Masjidil Haram. Akibatnya debu-debu pun sering mewarnai areal ini jika alat-alat berat itu beroperasi.

Beberapa jamaah haji hanya geleng-geleng kepala saat melihat rumah yang diceritakan sebagai tempat kelahiran nabi. Mereka menyayangkan tidak adanya perawatan dan perhatian dari pemerintah sebagai situs sejarah.

Menurut buku sirah nabawiah, tempat kelahiran Nabi dulunya dikenal dengan lembah Abu Thalib. Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, rumah ini ditinggali oleh Aqil bin Abi Thalib yang kemudian didiami oleh anak turunannya.

Selanjutnya rumah itu dibeli oleh Khizran, istri Harun. Kaum muslimin dari seluruh dunia menghormati rumah ini.

Seorang tenaga musiman (temus) mengaku pernah mendengar tempat kelahiran Nabi itu akan dibongkar. Tujuannya untuk perluasan Masjidil Haram. Namun, entah mengapa, niat pemerintah setempat diurungkan.

“Saya dengar, pimpinan negara Islam dunia mengajukan keberatan kepada pemimpin Arab Saudi. Sehingga, ya tempat kelahiran Nabi tetap seperti itu,” kata Anto, temus asal NTB yang sudah puluhan tahun bermukim di Makkah.

Tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW ini kini telah diubah menjadi perpustakaan umum. Namun tak semua orang bebas masuk. Pada tahun lalu juga diberlakukan larangan serupa. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya kerusakan pada koleksi buku yang tersimpan di dalamnya.

Dahulu, di tempat tersebut, dibangun sebuah masjid oleh Al-Khaizuran, ibu dari khalifah Harun Al Rasyid pada Dinasti Abbasiah. Lantas dihancurkan dan dijadikan perpustakaan umum oleh Syaikh Abbas Qatthan pada 1370 H/1950.

Di atas rumah dan bagian depan pintu tertulis huruf Arab Maktabah Makkah al-mukarramah` (Perpustakaan Mekkah al-Mukarramah) . Konon bangunan tempat kelahiran nabi yang sekarang ada tetap berdiri karena atas desakan wali kota Makkah Syaikh Abbas Qatthan yang meminta agar Raja Abdul Aziz mengizinkan ia untuk membangun perpustakaan dan sekarang juga disebut Maktabah Makkah Mukarramah.

(yid/nrl)

  1. arifrahmanlubis
    Desember 3, 2008 pukul 3:40 am

    seharusnya minimal dijaga kebersihan dan kerapihannya.

  2. Fransiskus Xaverius Supriyono
    Desember 12, 2008 pukul 6:07 am

    dibombardir aja biar hancur terus bangun monumen “Muhammad the Loser”

  3. Desember 12, 2008 pukul 6:31 am

    Mohon maaf. Nampaknya disini tidak pernah mengajarkan untuk menghina umat lain.

    Untuk sementara komentar Anda saya tetap biarkan apa adanya. Namun jika Anda mengulangi lagi, mohon maaf saya tidak bisa menampilkan lagi komentar2 Anda.

  4. otong
    Januari 31, 2009 pukul 8:06 pm

    kayaknya FX supriyono cari mati,… GELO supriyono!!!

  5. FATIH
    Februari 1, 2009 pukul 3:23 am

    ah…bukti sejarah yang terabaikan. Takut syirik katanya, tapi nggak takut kalo anak cucu kita kelak kehilangan bukti sejarah keberadaan nabinya. ah….., sayang, kapan kaum wahaby itu sadar.

  6. abi
    Februari 1, 2009 pukul 10:52 am

    he he he..
    seharusnnya dijaga dan dirawat biar spt betlehem gitu ya?
    atau spt kuburannya si khoemeni yg di kandangin??
    trs orang2 berdoa dan meminta2 disana?
    kekekeke…

  7. Februari 1, 2009 pukul 1:35 pm

    Bukan untuk itu, tetapi untuk melestarikan peninggalan islam.

  8. abi
    Februari 2, 2009 pukul 3:02 am

    isi kandungan Al Qur’an & Sunnah yg perlu di lestarikan. bkn hal2 yg bisa membuat syirik kpd Allah yg dilestarikan.
    pertama mungkin hanya sbg peninggalan islam, tp lama2 terbukt peninggalan2 itu akhirnya menjadi t4 syirik.

    itulah beda pemerintah & ulama saudi dgn isi otak kepala kalian. mereka memikirkan kerusakan aqidah ummat. kalau kalian hanya memikirkan hawa nafsu
    😀

  9. Februari 2, 2009 pukul 5:21 am

    Jangan-jangan ketika banyak orang yang tersesat karena salah menafsirkan Al-Qur’an, Anda akan menyerukan membakar dan menghancurleburkan Al-Qur’an?

  10. abi
    Februari 3, 2009 pukul 4:05 am

    hehehehe sama spt logika hebat anda thdp orang yg msh membaca surah Al Fatihah di forum sebelah ya?

    yg penting jawab dl…salah atau nyasar, g peduli dah. yg penting blog ini rame😀

  11. Februari 3, 2009 pukul 4:58 am

    Bukan logika, tetapi analogi.

  12. abi_gila
    Oktober 3, 2013 pukul 1:28 am

    Reply to @abi lu tuh temenya FX Supriyono Mikirnya pake dengkul ngetik pake kaki jadi hasilnya kayak gtu ckckckck

  13. November 6, 2016 pukul 10:39 pm

    When I initially commented I appear to have clicked
    on the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on every time a comment
    is added I get four emails with the same comment. Perhaps there is an easy method you are
    able to remove me from that service? Kudos!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: