Beranda > News > Bensin Turun, Antrian Naik, Tarif Angkutan Umum Tetap

Bensin Turun, Antrian Naik, Tarif Angkutan Umum Tetap

dsc01180

Antrian di salah satu SPBU di Surakarta

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (6/11) silam, mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak jenis premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter.

Ada sebagian kalangan yang menyambut baik langkah yang diambil oleh pemerintah, namun ada juga yang skeptis menanggapinya. Pasalnya, semenjak pemerintah menurunkan harga bensin premium, antrian panjang di beberapa SPBU pun marak terjadi. Bahkan ada diantaranya yang sampai kehabisan, entah karena penimbunan atau sebab-sebab lain.

dsc01181

Halah, pake ngantri segala sih...

Para pengusaha angkutan umum pun mulai unjuk bicara seputar penurunan harga bensin premium ini.

Organisasi Angkutan Daerah (Organda) tidak akan menurunkan tarif angkutan umum kendati pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar minyak.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organda, Murphi Hutagalung, mengatakan tidak ada kebijakan untuk menurunkan tarif angkutan. “Tarif masih tetap seperti kemarin-kemarin,” ujar Murphi.

dsc01184

Maaf om, bensin habis...pakai air aqua aja...

Menurut Murphi alasan Organisasi untuk tidak menurunkan tarif karena hanya sebagian kecil saja angkutan yang masih memakai premium. Jumlahnya diperkirakan kurang dari 5 persen, seperti pada beberapa jenis angkutan atau taksi.

Sebagian besar kendaran umum masih menggunakan bahan bakar solar. Selain itu beralihnya penumpang ke sepeda motor juga memengaruhi pendapatan angkutan. “Kondisi angkutan makin terdesak oleh sepeda motor, otomatis tarif juga tidak akan turun,” katanya.

Murphi mengatakan tarif angkutan kemungkinan akan turun jika pemerintah memberikan subsidi. Subsidi yang dimaksud, kata Murphi, setidaknya ketika solar masih seharga Rp 4.300 per liter.

Penurunan tarif juga layak ditinjau lagi jika pemerintah menghapuskan sejumlah retribusi dan pungutan liar. “Pungli dan retribusi itu cukup memberatkan kami,” tuturnya, mengeluh.

Selain itu, kata dia, selama harga harga bahan bakar untuk angkutan umum dan mobil pribadi masih sama, maka sulit bagi Organda menurunkan tarif angkutan.

  1. bocahkureng
    Desember 2, 2008 pukul 12:12 pm

    Tahu g mas, di tempatku Minyak tanah bisa nyampe 7.000 per liter, Gilaaaaaaaa. Padahal kulakannya cuma 2000 sekian. Hal ini dkarenakan minyak tanah langka, jadilah hukum pasar yang bicara. Gmn sih pemerintah, kalo naik saja semuanya dinaikkan dan g nunggu lama, ini giliran turun cuma premiun saja, lha yang lain gmn nih? Pdhal yang lebih banyak berhubungan dengan rakyat kecil ya minyak tanah sama solar itu. Ehmmm jadi bingung deh!!!

  2. Desember 2, 2008 pukul 1:51 pm

    Perasaan biasa aja, ga terlalu jauh…
    Tapi kok reaksinya kayak gini ya?
    Padahal besok2nya kan masih ada hari🙄

  3. CY
    Desember 3, 2008 pukul 2:08 am

    Januari 009 rencananya mau turun lagi bro…, siip dah

  4. Desember 3, 2008 pukul 3:46 am

    @bocahkureng
    Aku pikir minyak tanah dan solar-lah yang sebenarnya harus diperhatikan betul oleh pemerintah.

    Mengapa pemerintah tidak membuat juga smart card? Pembatasan pembelian BBM.

    @Ghani Arasyid
    Besok, siapa tahu besok-besok dinaikkan kembali yach.

    @CY
    amin. semoga saja.

  5. tyas
    Desember 4, 2008 pukul 5:32 am

    kalo’ turunnya cuma sehari, wajar kalo’ ngantri !

  6. Desember 5, 2008 pukul 4:49 am

    Jadi kalau turunnya lebih dari satu hari tetapi masih ngantri, itu artinya apa?

  7. bocahkureng
    Desember 5, 2008 pukul 11:27 am

    itu artinya minyaknya langka, alias raib, diminum oleh para *****

  8. Desember 5, 2008 pukul 12:16 pm

    kok main sensor-sensoran? “diminum” oleh siapa?

  9. Desember 6, 2008 pukul 5:02 am

    Giliran bensin naek, ongkos naek cepet!!

    Bensin udah turun, ongkos gak mau turun!!
    đź‘ż

  10. bocahkureng
    Desember 6, 2008 pukul 8:08 am

    capek deh, td pgi ibuku cuma masak mie pake rice cooker, soalnya minyak tanahnya abis. masak hrs pake kayu lg. wah gmn toh ini, negara kaya sumber minyak kok minyak langka!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: