Beranda > Tanggapan, Tulisanku > Antara Idealis dan Realistis Dalam Gunemanku

Antara Idealis dan Realistis Dalam Gunemanku

logo-melawan

Pantang Hina...!!!

Pertarungan wacana apakah kita akan menjadi seorang idealis atau realistis masih saja ada. Seperti yang dibahas oleh seorang blogger solo yang suka nggunem dalam tulisannya.

Dalam tulisannya seolah-olah dia menempatkan idealis dan realistis pada posisi yang saling bertentangan satu dengan lainnya. Idealis pada satu posisi tertentu, sedangkan realistis berada pada posisi lain yang keduanya sulit sekali untuk dipertemukan. Itulah yang aku tangkap dari tulisannya.

Kalau kita berbicara mengenai orang yang idealis, maka itu berarti orang yang sangat berpegang teguh pada ideologi-ideologi tertentu. Orang yang dalam kesehariannya berpedoman pada ideologi tertentu, maka ia layak disebut sebagai orang yang idelis.

Menurut sebagian orang, ideologi berkenaan dengan kumpulan ide atau gagasan. Menurut Mazhab Frankfurt, ideologi adalah struktur pengetahuan yang punya solusi terhadap problem konkret yang dihadapinya. Menurut Jorge Larrain dalam The Concept of Ideology, ideologi merujuk pada sistem pendapat, nilai, dan pengetahuan yang berhubungan dengan kepentingan kelas tertentu yang cara berpikirnya mungkin berbeda-beda.

Ideologi adalah struktur pengetahuan yang melahirkan sikap dan tindakan dalam menyikapi realitasnya. Dalam tulisanku terdahulu, aku menulis bahwa pengetahuan manusia akan sesuatu, akan berimbas pada sikapnya dalam menjalani kehidupan. Contoh misalnya, jika seorang anak kecil mengetahui bahwa setan itu betul ada dan menakutkan, maka itu akan berakibat pada kehidupan yang dijalani si anak tersebut. Dia tidak akan berani pergi ke kamar mandi sendirian.

Masing-masing manusia pasti memiliki pengetahuan tertentu. Pengetahuan terhadap realitas yang ada dihadapannya, minimal pengetahuan akan keberadaan dirinya sendiri. Pengetahuan yang dimiliki manusia itu kemudian yang akan membentuk ideologi tertentu yang pada kenyataannya betul-betul terealisasikan dalam kehidupan yang ia jalani. Lalu apa hubungannya dengan tulisan salah seorang blogger solo itu?

Menurutku, apa yang tersajikan pada tulisan itu tidak sepenuhnya benar. Jika ia memposisikan idealis dan realistis pada dua tempat yang saling bertentangan, sebenarnya itu bisa kita katakan merupakan kesalahan.

Idealis juga bisa diartikan sebagai pandangan seseorang akan sesuatu yang dianggapnya paling ideal. Masing-masing orang pasti memiliki ideologi, pasti memiliki pandangan akan sesuatu yang dianggapnya paling ideal.

Almarhum Munir yang menghabiskan masa hidupnya sebagai aktivis HAM, merupakan seorang yang idealis. Seorang alumni aktivis  mahasiswa yang kemudian melacurkan dirinya pada dunia politik praktis, juga seorang idealis. Artinya antara Munir dan alumni aktivis mahasiswa tersebut sama-sama memiliki pandangan akan sesuatu yang mereka anggap sebagai sesuatu yang ideal.

Banyak diantara teman-temanku di kampus berceloteh, “Hari gini jadi orang yang idealis. Mending sekarang ini kita jadi orang yang realistis. Gak usah jadi malaikat yang terbang terlalu tinggi. Tetapi jadilah orang yang berpikiran konkret aja bro.”

Begitulah celoteh mereka dihadapanku ketika aku mengajak mereka untuk sedikit berempatik atas naiknya biaya kuliah di kampus UNS.

Padahal kalau kita mau berpikir benar, menurutku, orang yang berpikiran konkret itu pun sebenarnya orang yang idealis. Orang yang berpegang pada ideologi tertentu yang berpijak pada pengetahuan-pengetahuan tertentu. Ideologi itulah yang kemudian mempengaruhi sikap hidupnya.

Sepakat atau tidak, tetapi seperti itulah pandanganku. Hidup adalah pilihan. Setiap manusia pasti harus memilih. Tidak ada satupun manusia yang bebas untuk tidak memilih. Karena tidak memilih itu sendiri merupakan pilihan yang kemudian ia pilih.

Kategori:Tanggapan, Tulisanku
  1. Agustus 18, 2016 pukul 7:29 pm

    I am typically to running a blog and i actually appreciate your content. The article has really peaks my interest. I’m going to bookmark your site and maintain checking for brand spanking new information.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: