pic3php

Disaat suasana haru menyelimuti umat Islam seluruh dunia karena pembantaian sadis yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel si durjana, aku mendapatkan sms dari seorang kawan. Kawan itu meminta saya untuk membaca forum konsultasi yang ada di WarnaIslam. Menurutnya, jawaban dari sang Ustadz sangat kontroversial sekali.

Penasaran, aku coba membukanya.  Membaca judulnya saja sudah kebayang gambaran penuh tulisan tersebut. Namun berusaha untuk tidak menjadi orang yang sok pintar, saya baca dari awal sampai akhir.

Akhirnya,  aku tergoda untuk sekedar berkomentar saja atas jawaban dari Ahmad Sarwat itu.

Seseorang bertanya kepada Ahmad Sarwat:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kemarin ustadz ceramah dan saya hadir. Ada satu statemen ustadz yang menggelitik saya, yaitu ustadz katakan saat pesawat-pesawat Isreal menghabisi rakyat tak berdosa di Palestina, kenapa ya Iran yang selama ini dibangga-banggakan sebagai negeri yang kuat dan berani terhadap Israel, kok diam saja. Tidak ada serangan balasan dari Iran yang saya dengar.

Mohon ustadz jelaskan lagi, memang apa yang ustadz sampaikan itu jadi bahan pertanyaan yang menarik sekali. Bagaimana pendapat ustadz?

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ali

Aku pikir itu bukan statement tetapi lebih pada bertanya-tanya. Iran diam saja karena tidak membalas serangan Israel dari Iran yach? Apa harus bersikap seperti itu? Mengapa Iran memiliki suatu keharusan untuk membalas serangan Israel dari Iran secara langsung? Bukankah peperangan membutuhkan perhitungan yang tepat? Emangnya asal turun ke jalan?

Ahmad Sarwat menjawab:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang benar sekali bahwa kenyataan Iran tidak melakukan sesuatu yang berarti membuat banyak pihak menjadi bertanya-tanya. Sebab sesumbar Iran selama ini kan konon ingin mengalahkan yahudi. Iran juga mengaku punya senjata missil atau peluru kendali jarak jauh yang bisa diarahkan ke Israel.

Sepengetahuanku, Iran tidak ingin mengalahkan yahudi. Dimanakah bisa mendapatkan info itu? Adakah yang bisa membantuku?

Betul, Iran punya senjata missil atau peluru kendali jarak jauh yang bisa diarahkan ke Israel.

Pendeknya banyak orang yang tidak kenal hakikat Iran, jadi terkagum-kagum. Apalagi pesona Ahmadi Nedjat yang selalu diekspose sebagai presiden yang adil, berani menentang barat, punya nyali kepada Israel dan bla bla lainnya.

Betul itu, Ahmadinejad jadi icon perjuangan tersendiri pada masyarakat dunia, bukan hanya Islam saja. Gak seperti raja-raja Arab yang berlindung dibalik ketiak Amerika. Setidaknya, itu yang aku ketahui dari beberapa teman-temanku yang gak paham agama.

Memangnya hakikat Iran itu seperti apa?

Tapi memang semua itu jadi tidak ada artinya dan cenderung hanya pepesan kosong belaka. Karena saat kemarin pesawat-pesawat Israel memborbardir rakyat Palestina dengan bom, sampai ratusan nyawa tak berdosa melayang dan ribuan luka-luka, ternyata bukan hanya negara Arab saja yang diam seribu bahasa. Ternyata Iran yang selama ini sesumbar, bisanya cuma mengutuk dan mengecam. Tidak lebih. Dan ini sangat aneh.

Iran cuman mengutuk dan mengecam? Waduh…kok informasinya begitu dipelintir yach? Apa betul tidak lebih? Apabetul tidak ada pendistorsian?

Wah, kalau cuma mengutuk dan mengecam, orang kafir non muslim di seluruh dunia pun juga sudah melakukannya. Di Amerika latin, saya lihat banyak rakyat non muslim yang demo ke jalan mengutuk Israel.

Emang, apalagi Ahmad Sarwat pun paling jago dalam hal ini. Betul tidak? Pepesan kosongkah yang Anda sampaikan duhai orang yang bergelar ustadz?

Tapi negara sekuat dan seperkasa Iran yang selama ini banyak dielu-elukan pendukungnya, termasuk segelintir orang di Indonesia, ternyata bisanya cuma mengutuk. Lalu kemana tentara nasionalnya? Kenapa yang bergerak malah mahasiswa, bukan tentara terlatih?

Kalau cuma sekedar menurunkan mahasiswa yang turun ke jalan, kita di Indonesia juga sudah melakukannya.

Setidaknya, Iran lebih perkasa dan kuat ketimbang Indonesia. Tentara Garda Revolusikah yang Anda maksud? Apakah Anda tahu Iran memiliki Basij

Baca ini

Buat negara sehebat Iran, kalau cuma sekedar mengutuk dan mengecam, jelas-jelas terbukti bahwa ada hubungan gelap antara Iran dan Israel. Sangat patut dicurigai. Sebab di Irak jelas-jelas tentara bayaran milisi syiah itu didukung sepenuhnya oleh pemerintah Iran. Dimana tugas utama mereka adalah menyembelih muslim sunni. Dan kemana-mana Iran melakukan syi’ahisasi.

Inilah letak ketidakilmiahan Anda. Asumsi Anda kemudian Anda jadikan sebuah bukti adanya hubungan gelap antara Iran dan Israel.

Bisakah saya berkata begini:

Iran mengecam Israel

Israel mengecam Iran

Ahmad Sarwat mengecam Iran

Ini jelas-jelas menunjukkan ada hubungan intim antara Israel dan Ahmad Sarwat.

Jelas-jelas tentara bayaran milisi syiah itu didukung sepenuhnya oleh pemerintah Iran? Kalau boleh tau, jelasnya dimana? Sumber apakah yang kemudian Anda jadikan acuan? Dukungan seperti apakah yang kemudian diberikan sepenuhnya oleh Iran? Senjatakah? atau semangatkah? atau apa?

Tugas utama mereka menyembelih muslim sunni? waduh…ini nih ustadz yang sudah termakan provokasi Zionis Israel dan Setan Besar Amerika. atau jangan-jangan ustadz ini agen Zionis yang nyamar jadi ustadz berbekal hapalan ayat Qur’an? hehehe…tapi ini asumsi tanpa dasar kok ustadz. Kalau boleh tau, darimana Anda tahu bahwa tugas mereka adalah menyembelih muslim sunni?

Kini ketika yahudi Israel kesetanan membunuh rakyat yang tak berdosa, sama sekali tidak ada aksi yang serius dari Iran. Tidak mengirim pasukan, tidak juga menembakkan peluru kendali jarak jauhnya.

Padahal kalau mau, apa susahnya tinggal pencet tombol kok. Saya sangat yakin tidak perlu semua missil dikirimkan, cukup satu saja, tapi yang gedean dikit lah, dijatuhkan tepat di jantung kota Tel Aviv, percaya deh bahwa Israel langsung minta ampun.

Saya memaklumi orang-orang seperti Anda ini berkelakar seperti ini. Bukankah basic Anda itu ilmu agama? Jadi pendapat Anda dari awal sampai akhir kental sekali dengan unsur agama.

Padahal yang sedang dihadapi oleh Palestina dan Iran bukanlah agama, tetapi persoalan politik dan peperangan. Keduanya tidak lantas kita sikapi dengan gegabah tanpa perhitungan.

Adakah Iran membantu menembakkan rudalnya ke Israel ketika Hizbullah berperang melawan Israel?  Sepengetahuanku sih Iran tidak menembakkan langsung rudalnya ke Israel. Dan atas izin Allah, Hizbullah menang. Dan atas izin Allah pula, Hamas akan meraih kemenangan.

Ini pula yang sempat dipersoalkan oleh Hizbut Tahrir yang hanya bisa sesumbar Khilafah Islamiyah saja. Mereka mengatakan bahwa Iran telah menghinakan Hizbullah dengan membiarkan Hizbullah berperang sendiri. Begitu kata mereka di buletin Al-Islam.

Mengapa Iran yang kemudian dijadikan kambing hitam? Pertanyaan itu yang coba aku pikir ulang.

Hingga aku temukan berita Bahwa bukan hanya Anda saja yang nampaknya begitu mengharapkan Iran turun tangan (mungkin karena Anda kecewa dengan negara-negara Arab). Tetapi para pendemo di Tehran pun mendesak Ahmadinejad melakukan aksi militer sebagai pertanggungjawaban keagamaan dan kemanusiaan.

Anda bisa baca disini.

Tetapi sekali lagi, berbicara masalah aksi militer, perang, pertempuran, maka kita berbicara strategi dan taktik. Bukankah demonstrasi pun membutuhkan strategi dan taktik? kecuali kalau asal demo.

Saya pingin membalik tulisan ustadz diatas

Apa sih susahnya Amerika dan Israel itu menembakkan seluruh rudalnya untuk menghancurkan Palestina dan Afghanistan? Apa susahnya, lha wong tinggal pencet tombol saja. Apa pentingnya kemudian Amerika memberikan pendanaan bagi kelompok-kelompok ekstrimis di Palestina dan Afghanistan? Apa perlunya Amerika membiayai dan mempersenjatai kelompok-kelompok ekstrimis di Iran dan Irak?

Komentar saya cukup sampai disini.

Mengenai ulasan Anda tentang Yahudi, saya tidak terlalu pikir pusing.