Beranda > News > Serangan ke Gaza Kuak Kebohongan Rezim-Rezim Arab

Serangan ke Gaza Kuak Kebohongan Rezim-Rezim Arab

gaza

Tangisanmu begitu menyesakkan dada. Bangkitkan Al-Husain zaman ini. Runtuhkan kepongahan Yazid zaman ini.

Sekretaris Jenderal Front Perlawanan Lebanon-Arab, Faisal Dawud menyatakan, serangan brutal Israel ke Gaza telah menguak kebohongan klaim sejumlah rezim Arab yang mengaku mendukung bangsa Palestina. Dalam wawancaranya dengan Televisi Al Alam, Faisal Dawud mengkritik kerjasama sejumlah rezim Arab khususnya pemerintah Mesir dengan Rezim Zionis Israel dalam serangan brutal terhadap Gaza melalui penutupan jalur penyeberangan Rafah. Dikatakannya, kejahatan Israel sejak tahun 1948 hingga kini hanya kian mengobarkan semangat perjuangan, perlawanan, dan kekuatan bangsa Palestina.

Baru-baru ini pemerintah Mesir juga mengeluarkan kebijakan melarang demo anti Israel. Kantor berita Mehr melaporkan, para pejabat Mesir kemarin (05/1) mencegah aksi demo yang diupayakan oleh Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar. Pemerintah Mesir mengerahkan pasukannya di berbagai kota dan melarang segala bentuk konsentrasi warga untuk menentang Rezim Zionis Israel. Laporan lainnya menyebutkan, mantan wakil menteri luar negeri Mesir, Abdullah Al Ash’al, menyinggung skenario hitam pemeritahan Presiden Mesir, Husni Mubarak, dalam bekerjasama dengan Israel untuk menggulingkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza. Dikatakannya pula bahwa penutupan jalur penyeberangan Rafah bertentangan dengan ketentuan internasional.

Para pejabat tinggi Mesir juga menolak lawatan putra Pemimpin Libya, Moammar Qaddafi ke negara ini. Sebagaimana dilaporkan AFP, petugas keamanan bandara al-Arish menolak lawatan putra Qaddafi, Saif al-Islam. Yayasan Qadafi menyatakan, Saif al-Islam bermaksud memasuki penyeberangan Rafah melalui airport al-Arish. Putra Qaddafi ini hendak memasuki Jalur Gaza guna bertemu langsung dengan warga Palestina, namun Mesir tidak mengizinkan pesawatnya. Para pejabat teras Mesir menyebut keamanan sebagai sebab pelarangan masuknya Saif al-Islam ke bandara Al-Arish. Lawatan kedua kali putra Qaddafi ke Jalur Gaza kembali kandas akibat dijegal para pejabat tinggi Mesir.

Informasi terakhir bahwa para pemimpin Arab meminta Israel menghabisi Hamas. Koran Yedeot Aharonot menulis, para pemimpin sejumlah negara Arab meminta kepada Israel agar mencegah PM terpilih Palestina, Ismail Haniyah, tampil menjadi sosok Hasan Nasrullah kedua. Koran terbitan Tel Aviv itu menulis, para pemimpin negara Arab seperti Mesir, Arab Saudi, dan Jordania, dalam pesan mereka, meminta Israel untuk menghancurkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan tidak membiarkan Haniyah berubah menjadi sosok seperti Sekjen Hizbullah, Hasan Nasrullah. Dalam pesan itu disebutkan pula bahwa Israel diharapkan menghantam Hamas sedemikian dahsyat sehingga tidak mampu berdiri hingga beberapa waktu.

Hingga kini, para pejabat Mesir, Jordania, dan Arab Saudi, tidak menepis berita-berita mengenai kerjasama mereka dengan Israel dalam aksi pembantaian warga Palestina. Dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar kota di Mesir diwarnai aksi demonstrasi menentang pemerintah yang dinilai mendukung Israel. Para demonstran menuntut dibukanya jalur penyeberangan Rafah.

Di lain pihak, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Hassan Qashqavi mengkonfirmasikan kelanjutan upaya Iran di kancah internasional guna menghentikan serangan ganas Rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza dan mengakhiri blokade di kawasan. Sebagaimana dilaporkan wartawan eksternal service IRIB, Hassan Qashqavi hari ini (Senin, 05/01) dalam jumpa pers mingguan di Tehran mengatakan, tragedi dan musibah di Jalur Gaza selama beberapa hari ini tidak hanya mengundang keprihatinan hati nurani umat Islam, tapi juga hati nurani seluruh manusia di dunia. Ditambahkannya, krisis kemanusiaan di Gaza telah menambah harapan kepada seluruh negara di dunia khususnya negara-negara Arab termasuk Mesir. Menyinggung langkah aktif Tehran terkait krisis Gaza, Hassan Qashqavi menuturkan, Menlu Iran, Manouchehr Mottaki dalam suratnya kepada Menlu Mesir, Ahmad Abulgheit, menyatakan kesiapan Iran untuk mendirikan rumah sakit padang pasir di titik terdekat dengan Gaza. Ditambahkannya, Mottaki dalam suratnya juga meminta kerjasama pemerintah Kairo terkait niat Tehran untuk memindahkan korban luka Gaza ke Iran guna menjalani proses perawatan.

Jubir Kemlu Iran, Hassan Qashqavi menegaskan, diperlukan langkah kolektif, diplomatik, dan efektif guna melawan arogansi Rezim Zionis Israel. Dikatakannya, di samping mengadakan perundingan, pengiriman delegasi ke sejumlah negara dapat mencegah berlanjutnya aksi brutal Tel Aviv di kawasan. Hassan Qashqavi menambahkan, dengan memperhatikan sejarah masa silam Mesir dalam melawan Zionis dan letak geografis negara itu, maka semua pihak menanti pemerintah Kairo melaksanakan kewajiban kemanusiaan dan panggilan hati nuraninya guna mengatasi aksi penindasan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Sumber: IRIB Indonesia

Kategori:News
  1. fitrotul huda
    Januari 22, 2009 pukul 10:11 am

    salam..bang,..tulisan ni tak link diblog ku,..semoga berkenan..

    salam//….

  2. Januari 22, 2009 pukul 10:49 am

    santai aja. gpp kok. bebas.

Comment pages
  1. Januari 22, 2009 pukul 10:14 am
  2. Januari 22, 2009 pukul 10:14 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: