idpdem1
Nasionalis - Religius

Harga BBM diturunkan 3 kali selama masa pemerintahan SBY, sehingga SBY menjanjikan kesejahteraan bagi Indonesia.

Itulah gambaran pesan inti dari iklan politik yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Partai Demokrat melalui beberapa media massa. Partai Demokrat ingin menunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa melalui tangan SBY, harga BBM bisa diturunkan menjadi Rp 4.500,00.

Seorang kawan menuturkan ketertarikannya pada iklan politik ini. Menurutnya, iklan ini begitu menggoda bagi orang-orang awam. Sekilas saja orang awam melihat iklan tersebut, bisa jadi tumbuh rasa ketertarikan pada partai demokrat.

Terlepas dari pendapatnya yang sebetulnya bersifat asumtif, ada satu hal yang patut aku tanggapi dari iklan tersebut. Adanya kesesatan berpikir atau bahkan mungkin kesengajaan memelintir data dan fakta yang dilakukan oleh Partai Demokrat untuk menciptakan gambaran baik pada masyarakat kalangan bawah, atas figur SBY.

Menurut iklan politik tersebut, bahwa berkat kinerja SBY yang baik, harga BBM menjadi turun. Yang jadi pertanyaan ialah mengapa tidak disebutkan juga data dan fakta bahwa pada pemerintah SBY sekarang ini harga BBM sempat melambung tinggi? Mengapa yang ditampilkan hanya penurunan harga BBM? Justru keputusan kenaikan harga BBM ini pun dikeluarkan oleh pemerintahan SBY.

Kalau kita mau jujur pada kebenaran, bukankah naik turunnya harga BBM di Indonesia ini terkait dengan harga minyak dunia? Bukankah itu yang selalu disenandungkan oleh pemerintahan SBY? Mereka menganggap bahwa keputusan dinaikkannya harga BBM di Indonesia karena faktor kenaikan harga minyak dunia. Ketika akhirnya pemerintahan SBY ini mengeluarkan keputusan penurunan harga BBM pun masih tetap melandaskan keputusannya pada harga minyak dunia.

Artinya bahwa, penyebab atau yang memiliki andil besar dalam penurunan harga BBM di Indonesia yang berjalan bertahap sampai 3 kali ini adalah harga minyak dunia yang juga turun.

Aku pikir, iklan ini akan menjadi sangat baik ketika kenyataan yang ada bukan seperti yang telah terjadi. Figur SBY akan melejit tinggi ketika ia berani memutuskan tidak menaikkan harga BBM ditengah naiknya harga minyak dunia.

WARNING:

Bukan berarti saya tidak menyukai partai Demokrat. Tetapi inilah keresahan yang muncul ketika aku melihat tayangan iklan politik dari partai ini di televisi.