Beranda > Tanggapan > Tanggapan Atas Perbandingan Saudi Arabia dan Iran

Tanggapan Atas Perbandingan Saudi Arabia dan Iran

gm5

Dua robot yang diperbandingkan

Tulisan ini tidak bermaksud mendukung salah satu dari kedua negara yang menjadi fokus pembahasan pada blog ISLAM VERSUS SYIAH. Ada apa pada blog tersebut?

Adanya keanehan dalam melakukan perbandinganlah yang kemudian melatarbelakangi aku menulis tulisan ini. Terlepas siapakah yang betul-betul membantu perjuangan rakyat palestina dengan tulus. Karena aku pikir, hanya Tuhanlah yang lebih mengetahui akan hal itu. Mohon maaf jika harus membawa-bawa Tuhan pada tulisan ini. Tetapi setidaknya, itulah yang menjadi keyakinanku.

Blog tersebut, ketika membandingkan antara Saudi Arabia dengan Iran, berusaha menyampaikan data-data yang kemudian dijadikan landasan berpijak untuk membandingkan diantara keduanya.

Ketika blog tersebut berbicara mengenai Saudi Arabia, ditulisnya:

Diantaranya adalah ketika menyikapi daulah Saudi Arabiyah yang dipenuhi kebaikan. Padahal dengan sangat jelas kebaikannya dapat dirasakan semua kalangan, baik bagi mereka yang berada di negeri tersebut atau yang berada di luar, tak terkecuali kaum muslimin yang berada di Indonesia. diantara kebaikannya untuk masyarakat Indonesia adalah
1. bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh Darussalam dalam jumlah yang sangat besar.
2. Bantuan dana untuk pembangunan masjid di daerah Palu senilai 900 juta.
3. dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.

Demikian pula bantuannya untuk saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di berbagai negeri dibelahan dunia:
1. Untuk saudaranya yang tertimpa musibah di daerah Gaza dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan himbauan ini langsung dari raja Abdullah.
2. dan masih banyak lagi yang sekali lagi; tidak bisa kami sebutkan satu persatu dalam tulisan yang terbatas ini.

Namun ketika membahas mengenai Iran, ada sedikit keanehan disana. Bukan lagi persoalan apakah Iran membantu palestina atau tidak, tetapi pembahasan difokuskan pada persoalan keyahudian, kemajusian, dan kesyiahan.

Pada blog tersebut tertulis:

berbeda halnya dengan Iran, sebuah negara yang sejak awal munculnya sudah memikul sejarah buram.
1. Iran atau yang juga disebut sebagai Persia adalah basis orang-orang majusi, para penyembah api.
2. Iran yang padanya terdapat sebuah daerah yang bernama Ashbahan adalah basis bagi orang-orang yahudi dan akan menjadi pengikut Dajjal. sebagaimana yang telah dijelaskan nabi kita didalam haditsnya yang shahih.

Yang lebih ‘mengagumkan’ ternyata Iran adalah salah satu negara yang banyak ‘mengoleksi’ bangsa Yahudi.

3. Iran adalah markas besar bangsa Syi’ah Rafidhah dengan ‘pimpinan’ nya: Ayat Syaithan Al-Khumaini.

Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah Majusi, Yahudi, dan Syi’ah.

Itulah sebagian kecil dari potret buram negara Iran yang dieluh-eluhkan sebagian kalangan sebagai negara Islam.
Bahkan sampai hari ini keloyalan mereka terhadap bangsa Yahudi sangatlah jelas, tentunya bagi mereka yang selalu memperhatikan waqi’/ realita yang terjadi tidak akan mengingkarinya, cukuplah ini sebagai bukti, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga.
dan masih banyak lagi…….

Walaupun secara Zhahirnya ia selalu mengecam Yahudi dan kebijakannya, ternyata….. subhanallah.

Menurutku, jika memang blog owner ingin membandingkan antara saudi arabia dengan iran, seharusnya beliau menampilkan dua data yang sejenis.

Misalnya:

Jika kita ingin membandingkan antara harimau dengan ulat. Harimau memakan daging. Sedangkan ulat memakan dedauan.

Obyek perbandingan tersebut ialah makanan yang dimakan oleh kedua hewan itu, Harimau dan Ulat.

Jadi, seharusnya blog owner juga menampilkan data apakah Iran itu membantu palestina atau tidak.

Untuk sekedar membuat perbandingan tersebut menjadi berimbang, berikut ini aku kutipkan beberapa link yang bisa dibaca oleh para netter yang terhormat.

  1. Usaha Iran dalam mendukung perlawanan rakyat palestina terhadap agresi Zionis Israel.
  2. Pertemuan Iran, Hamas, Jihad Islam di Damaskus.
  3. Roket Grad
  4. Percakapan telpon antara Khaled Meshal dan Ahmadinejad
  5. Iran menyokong Hizbullah dan Hamas

Mengenai “kemesraan” Iran dengan beberapa rabi Yahudi ortodoks, sebetulnya Iran membedakan antara Zionisme dengan Yahudi. Kedua hal itu tidak sama. Zionisme merupakan paham yang bertentangan dengan ajaran Yahudi.

  1. Suara lain Yahudi
  2. Zionisme: Antara Judaism dengan Rasialisme

Mohon maaf jika terdapat kata-kata yang tidak berkenan.

  1. Januari 26, 2009 pukul 6:51 am

    Menurut Raja Faisal, adanya surat dari Mahmoud Ahmadinejad kepada raja Abdullah yang mendesak agar Arab Saudi memimpin jihad melawan Israel, menunjukkan bahwa persoalan gaza membuat persoalan mazhab (sunni syiah) ditinggalkan.

  2. Januari 26, 2009 pukul 7:33 am

    بسم الله
    السلام عليكم

    @daeng
    banyak buku sirah anda yakin punya anda yang paling benar? ah ada ada aja ente

    @daeng cuma Allah Azza wa Jalla yang tahu apakah saya sudah menjadi ahlus sunnah atau tidak sebab cuma Allah yang bisa memberikan penilaian terlepas dari hal itu pola pikir saya jelas hendak mengikuti Ahlus sunnah Wal Jamaah, semampu saya dan sebisa saya
    saya cuma mau bertanya apa memang raja2 saudi itu sudah menjadi wakil dari ahlus sunnah? walaupun mereka memakai label atau jaket ahlus sunnah? saya sendiri akan melawan mereka kalau saya bertemu mereka jadi jangan sasarkan kebejatan mereka kepada semua ahlus sunnah picik itu namanya

    @yasser
    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (QS. Al Baqarah 120)

    saya jadi bertanya tanya kenapa Allah Azza Wa Jalla tidak menulis israil disana sedangkan tulisan ya bani israil terdapat banyak di surat2 lainnya

    disana tertulis milad yang sering diartikan agama sehingga sebagian besar umat islam cenderung mengartikan pindah agama disitu. padahal arti milad itu adalah cara pandang jadi tidak penting bagi orang yahudi dan nasrani kita pindah agama atau tidak tapi bila pola pikir kita sudah sama dengan mereka itu sudah cukup. masih bingung? misalnya
    apabila kita shalat lima waktu sudah tidak penting lagi di masjid atau malah tidak shalat sama sekali bukan rahasia lagi orang2 yang pergi ke sinagog atau gereja adalah mayoritas orang2 tua. berpakaian aurat terbuka sudah jadi umum, zinah OK nikah dini NO, demokrasi mengalahkan firman Allah dll dll… sudah sejauh mana kita ikut pola pikir mereka? Rasulullah SAW bersabda bahkan sampai masuk ke lubang biawak pun kita ikut …

    jadi bagi saya justru yahudi itu lebih berbahaya sebab yahudi itu bukan orang tapi pemahaman makanya disebut yahudi dan nasarah bukan bani yahudi dan bani nasarah, sedangkan orang2 bani israil suka atau tidak suka ada yang meninggalkan keyahudiannya alias dia masuk nasarah atau masuk islam dan bagi bani israil yang masuk kepada kedua paham tersebut jelas bukan orang yahudi lagi🙂 ….

    setuju sekarang persatuan islam diatas segalanya tanpa memandang mazhab dan itu pasti dan akan terjadi … saya yakin orang2 disini mungkin telah membaca atsar dari pelbagai buku2 spt huru hara akhir jaman dsb dari atsar2 tersebut memang umat islam akan bersatu kembali tanpa memandang madzhab jadi gak aneh kan? tapi disitu tertulis bahwa ketika imam mahdi turun kembali pecah yang ahlus sunnah percaya imam mahdi dari mereka sedangkan begitu juga yang syiah percaya imam mahdi dari mereka … siapa yang benar? biar waktu yang menjawab. jadi persatuan islam antara madzhab2 ini memang gak akan abadi melainkan sementara waktu saja. kenapa? ya tentu karena nanti cuma ada 1 islam yaitu yang diluruskan kembali oleh imam mahdi siapa yang benar? Allahu Alam bishawab

    @yasser itu paragraf terakhir untuk siapa? wahhabi? saya seorang wahhabi juga karena saya terpengaruh pola pikir M. bin abdul wahab, atau ahlus sunnah? saya juga terpengaruh pola pikir para ahlus sunnah jadi yasser hal yang telah keruh ini juga jangan diperkeruh oleh Anda yang katanya menginginkan persatuan islam.

    sudah jelas yahudi nasrani musuh utama umat islam sekarang toh atsarnya kita bersatu dulu walau itu tidak abadi yah biarkan waktu yang menjawab … bagaimana mungkin abadi kalo yasser aja kan terus mengungkit luka lama bukan begitu yasser?
    untuk saat ini saudara2 kita di palestina lebih memerlukan bantuan dari pada perdebatan kita yang tidak ada habisnya

  3. Januari 26, 2009 pukul 7:41 am

    @ahlulquran
    duh gak salah pake nama keren banget ahlulquran hehehe
    “Jaman sekarang mengetahui kebohongan blog2 Salafi sudah gampang, koq. Terutama dgn adanya blog semacam ini.”

    Lho anda berani menuduh mereka mengkafirkan anda atau kaum syiah lainnya lalu anda juga sama menuduh mereka berbohong jadi apa bedanya? cuma karena tidak mengkafirkan? kalau seseorang mengkafirkan lalu anda tuduh berbohon secara tidak langsung anda juga mengkafirkan … bukan begitu ahlulquran?

  4. Januari 26, 2009 pukul 8:34 am

    @田中アブぐロバ
    Saya memandang diskusi disini bukanlah perdebatan. Silakan jika Anda menganggap ini adalah perdebatan.

    mengenai penjelasan oot Anda mengenai yahudi, saya tidak ingin terlalu terjerumus pada perbincangan itu. Karena memang tidak pantas kita bahas itu di forum ini.

    Mengenai pengkajian terhadap sejarah Islam, silakan ditanggapi pada tulisan yang terkait. Saya hanya heran, mengapa pengkajian terhadap Islam dianggap sebagai mengungkit-ungkit luka lama? apakah sejarah Islam sudah begitu terselewengkan?

    Kepada saudara-saudaraku, mari kita contoh Hamas, Hizbullah, Ikhwanul Muslimin, Iran, Suriah yang menjalin kerjasama melawan Durjana Israel tanpa memandang mazhab.

  5. Januari 26, 2009 pukul 8:55 am

    @yasser yth;
    lho anda ini bagaimana? karena anda bilang yahudi beda dengan israil maka saya tulis itu jadi tolong jawab saya kalau memang anda itu konsisten kenapa di AlQuran tertulis “yahuudu” bukan bani israil? apa konteks Quran ini hanya berlaku di zaman itu? alias apa firman Allah ini tidak berarti buat anda dan telah anda tentukan bahwa yahudi itu tidak mewakili israel? topik OOT ini karena anda duluan yang kemukakan saya seh heran aja anda ini sering kemukakan sesuatu lalu berkelit dari yang anda kemukakan saya ingin bertanya langsung aja apa Allah Salah tulis disitu? jelas jelas bunyinya “yahuudu” yah sudah kalau anda anggap OOT jadi jangan sembarangan mengemukakan pendapat kok saya yang memberi tanggapan dianggap OOT oleh situ, kaco ini.

    @yasser yth;
    lho memang itu luka lama? bagi saya pribadi saya mencintai Rasulullah SAW insya Allah biar Allah yang menilai lalu saya juga mencintai Ali Bin Abi Thalib ra dan keturunannya tapi tidak melebihi kecintaan saya thd Rasulullah SAW, saya memandang Ali Bin Abi Thalib ra seperti juga memandang sahabat lainnya, kehilangan yang besar atas kejadian yang menimpa Hussein ra. dan musibah buat ummat yang harus menanggung fitnah2 yang beredar sampai sekarang. Anda mempunyai kebenaran yang anda percayai dan saya juga, dan tidak akan pernah ketemu bagi saya pribadi daripada saya menghabiskan waktu saya tentang masalah yang itu2 juga, orang2 di palestine lebih butuh bantuan kita. ya sudah saya kan sudah menasihati bukan urusan saya anda mau terima atau tidak tapi penting buat orang yang pergi melihat blog ini untuk melihat apa arahan anda apakah anda telah fair atau belum but sekali lagi hasil akhirnya bukan urusan saya, saya coba mengupas anda dari sisi yang berbeda siapa tau ada balance kalau tujuan saya tidak tercapai saya tidak rugi kalau tujuan saya tercapai saya tidak untung … gobbish?

    @yasser yth;
    Untuk paragraf yang terakhir saya setuju … gitu dong tanpa embel2 komentar ttg suatu madzhab apapun cukup melawan israel durjana OK

  6. Januari 26, 2009 pukul 9:29 am

    @田中アブぐロバ
    Oh jadi begitu. Mohon maaf saya yang awam ini tidak bisa menangkap maksud dari tulisan Anda yang begitu tinggi maknanya itu.

    Mengenai ayat yang Anda sampaikan, saya pikir tidak ada kaitannya sama sekali dengan konflik Zionis Israel – Palestina.

    Silakan Anda tafsirkan ayat itu seperti pemahaman Anda saat ini. Saya tidak terlalu pikir pusing. Yang jelas bagi saya, ayat tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik Zionis Israel dan Palestina. Ayat tersebut berbicara masalah ketidaksenangan Yahudi sampai orang islam mengikuti agama mereka. Ayat tersebut tidak berbicara masalah pembantaian yang dilakukan oleh Yahudi kepada Islam.

    Israel tidak mewakili agama Yahudi secara keseluruhan. Pada kenyataannya, Israel berpijak pada paham Zionis yang didapatkan dari penafsiran Theodor Hertlz yang menurut sebagian kaum Yahudi Ortodoks merupakan penafsiran yang menyimpang.

    Artinya bahwa tidak semua orang Yahudi kemudian bersepakat dengan paham rasial Zionis. Zionis tidak lebih dari paham rasial.

    Beberapa warga negara Israel pun belakangan menolak agresi yang dilakukan oleh pemerintahnya.

    Jika masih ingin melanjutkan diskusi mengenai zionis ini, silakan kunjungi postingan saya mengenai zionis.

    Mengenai tragedi pembantaian husain, silakan tanggapi pada tulisan yang terkait dengan itu.

    Saya hargai nasehat Anda. Hanya saja menurut saya, kita harus berpikir dewasa untuk dapat memisahkan antara persoalan ilmiah dengan persoalan persatuan umat Islam. Keduanya berbeda.

    Persoalan pengkajian sejarah Islam itu merupakan persoalan ilmiah. Apakah kita akan menganggap para ulama sejarah sebagai pemecah belah umat Islam tatkala mereka mengungkapkan fakta sejarah yang ternyata berbeda dengan sejarah islam yang selama ini kita dengar? Apakah salah ketika ada satu hadits yang biasanya dikenal sebagai hadits shahih tetapi kemudian ada ulama yang meneliti ulang dan berkesimpulan bahwa hadits tersebut dho’if? Saya pikir tidak. Hal ini hanya butuh penyikapan dewasa kita.

    Kita adalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan. Kita ini tidak terbebas dari kritik. Jadi, bisa jadi apa yang saat ini kita yakini sebagai sebuah kebenaran, esok hari ternyata terbukti tidak benar.

  7. Januari 26, 2009 pukul 9:51 am

    بسم الله
    السلام عليكم

    @yasser yth;
    makna apa tinggi? it’s just a flat statement
    ketidakridhaan itu pangkal segala hal saya tidak berani mendahului Allah yang telah menulis “yahuudu” disana dengan mengatakan Yahuudi tidak mewakili israel, karena pada hakekatnya mau yahudi ortodoks mau itu nasrani ortodoks akan segera memeluk islam apabila mereka mengakui kebenaran seperti yang tertulis di dalam Al Quran tentang ahli kitab yang mencari kebenaran. Zionisme beda dengan Yahudi? Setuju saja tapi itu tidak akan pernah menghapus ketentuan Allah akan ketidakridhaan kaum yahudi dan nasrani. lagi2 milad dianggap agama, coba pelajari arti milad, sebab kalau agama Allah Azza wa jalla akan menulis addien bukan milad; kecuali si Yahudi sendiri masuk islam🙂 maka hampir gak jauh beda dia dari zionisme yang dia benci itu. well ok I’m gonna finish this conversation coz it’s going nowhere. up 2 ya to pick what you like and what you believe in

    @yasser yth;
    setuju buat paragraf yang terakhir, ikhwan kami neh yang katanya salafi kurang ajar bego dll udah ikut MERC 3 orang bukannya takabur atau untuk menyombongkan diri ayo kita2 yang ada disini berbuat lebih OK? masa kalah ama orang kurang ajar bego dll

  8. Januari 26, 2009 pukul 10:21 am

    Ok, silakan jika ingin melanjutkan tentang zionis, berkomentarlah pada tulisan tentang zionis.

    Orang yang berpaham zionis adalah orang yahudi. Tetapi tidah semua orang yahudi berideologi zionis.

    Selamat berjuang kawan-kawan di MERC.

    Mau salapi kek, syiah kek, kristen kek, yahudi kek, gak penting bagi saya.

  9. Januari 26, 2009 pukul 12:15 pm

    sip🙂
    afwan jadi OOT kalau kembali ke topik sungguh saat ini saya tidak begitu perduli dengan perbandingan saudi dan iran karena uluran tangan kita lebih berarti buat saudara kita di palestina. saat ini saya pun malu tidak bisa berbuat lebih selain donasi tapi itulah kemampuan saya semoga Allah Azza wa Jalla mengampuni saya … Ada ikhwan bilang ama saya kenapa mesti jauh2 donasi ke palestina kan sesama bangsa indonesia aja masih banyak yang perlu dibantu … saya jawab it’s a matter of priority … kalau disini bangsa kita masih taraf kemiskinan menjelang kelaparan kalau disana taraf kelaparan menjelang kematian gitu aja seh … tentu tidak mengecilkan bagi mereka yang juga berjuang untuk bangsa indonesia … sama bagusnya kok? jadi ngapain nungguin Saudi atau iran atau ngebandingin kan .. Allahu alam bishawab

  10. Januari 26, 2009 pukul 12:44 pm

    Seharusnya seperti itu. Saya hanya berusaha menampilkan ketidakseimbangan dalam melakukan perbandingan antara Iran dan Arab Saudi, tanpa pernah mempermasalahkan dia salapy, syiah, atheis skalipun.

    Adalah menjadi tanggung jawabnya sendiri, seseorang yang berusaha membawa-bawa mazhab, agama, kelompok tertentu pada diskusi ini.

    Bantuan kita kepada palestina dan siapapun yang sedang mengalami kesusahan, aku pikir itu menjadi wajib jika kita mampu. Karena kewajiban kita sebatas kemampuan kita.

    Tidak harus bantuan kita ke Palestina harus sama dengan bantuan kita kepada orang terdekat kita yang sedang mengalami kesusahan.

  11. Januari 31, 2009 pukul 4:24 am

    sepakat mas, perbandingannya bukan perbandingan. Tolak ukurnya tidak jelas, dan yang dibandingkan bukan apel dengan apel.
    Btw, saya pengen ketawa dengan kalimat “dana jumlah yang sangat besar” yang ada di statemen kebaikan Saudi Arabiyah. Kalo ngitung pake kacamata rupiah, ya jadi kelihatan banyak.
    Uang milyaran rupiah itu kalau di luar negeri setara receh, apalagi kalau dipandang dari sudut bantuan suatu negara. Gaji temen saya saja di luar negeri sebulannya 1 milyar rupiah. Jadi kalau dia ngasih sumbangan 10 juta rupiah itu kayak ngasih uang receh…dan dg recehan ini sudah cukup utk membuat dia dipandang teramat sangat dermawan…..
    Jadi kalau mau membicarakan BESAR sumbangan Raja Saudi yang 1 milyar dolar, lha memang 1 milyar dolar itu berapa persen dari duitnya?
    Karena itu yang penting ikhlasnya, jangan lihat besar duitnya. Kalau mau lihat besarnya, ya lihat dulu besar duit yang dimilikinya, yang diberikan itu berapa persen dari yang dimilikinya…
    Anyway, saya bukan anti Saudi Arabiyah. Tapi mari kita biasakan memandang sesuatu secara proporsional. Dan nggak perlu kita menghujat si A si B. Sikap Saudi yang memberikan bantuan ke Palestina patut diapresiasi. Negara lain yang kaya diharapkan melakukan langkah yang sama.
    Masalah Iran dibalik semuanya, memang siapa yang tahu cerita sebenarnya? Siapa tahu ini hanya ulah spekulan2 senjata?

  12. Januari 31, 2009 pukul 6:38 am

    Yapz, sepakat.

    Maksudnya spekulan senjata apa?

  13. FATIH
    Februari 1, 2009 pukul 3:00 am

    wahaby/ salafy emang dari dulu geblek. Ketahuan belangnya dengan menyediakan komplek militer buat amerika di negaranya sendiri (arab saudi) , tapi memfitnah negara lain (biar belangnya ketutup kali).

    INGAT DI MEKAH ITU BUKAN HANYA ADA RASULULLAH, ADA ABU JAHAL JUGA, ADA ABU LAHAB JUGA, ADA ABU SUFYAN JUGA….., JADI NGGAK SEMUA ORANG ARAB ITU SHOLEH, ADA YANG NGGAK SHOLEH, DAN ADA YANG SHOLEHNYA TERPAKSA (JADI ISLAM PAS FUTUH MEKAH)

  14. Februari 1, 2009 pukul 6:13 am

    Gak ada kaitannya dengan tulisan diatas.

  15. Abee Zehra
    Februari 1, 2009 pukul 7:36 am

    itulah wahabi salafi, karena dunia telah membuktikan kemunafikan sebagian besar negri2 Arab dan memang benar2 telah terbukti, akhirnya mereka2 ini yg pro Arab munafik sebutlah zionis2 mini kebingungan deh, karena selama ini sia2 semua kebohongan fitnah yg telah mereka buat tentang Syiah, skrg mo menyudutkan Syiah lagi lewat Iran, sama aja bodong, itu2 juga yg diomongin, ecek2, murahan bgt, ga ngaruh. tetep aja negri2 besar Arab munafik sebut sajalah negri2 berpaham ekstrimis wahabi terlihat jelas ke-MUNAFIK-annya. buta mata and buta hati bgt orang2 yg masih bilang Iran dan Hizbullah itu musuh Islam!

    SAUDI ARABIA = YAHUDI ARABIA = YAHUDI WAHABIA HAHAHA!!!

  16. Februari 1, 2009 pukul 9:45 am

    Saya pikir diskusi kita disini bukan tentang salafy wahabi dan syiah. Tetapi yang kita diskusikan adalah ketidakseimbangan dalam melakukan perbandingan.

  17. Muhammad Ridwan Al-Jufrie
    Februari 2, 2009 pukul 3:10 pm

    إهدنا الصراط المستقيم
    صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين
    آمين
    Yaa Allah tunjukilah kami jalan yang lurus
    jalan orang2 yang Engkau berikan Ni’mat atasnya, bukan jalan orang2 yang Engkau Murka atasnya dan pukan pula jalan orang2 yang sesat
    Amiin.

  18. Iwan
    Februari 5, 2009 pukul 5:27 am

    Perbandingan????

    Hmm…

    Kayaknya yang perlu dibandingin tuh ad ga seh negara2 timur tengah selaen attacker(yang saling serang) yang ngirim pasukan buat ngasi perlindungan di gaza???yah,,plg g usaha evakuasi rakyat disana…kalo ad,,it yang itu yang pantes buat dibandingin,,,,jd ga perlu bawa2 aliran sgala…..OK sob???!!!!

  19. Februari 5, 2009 pukul 10:21 am

    mengapa di saudi tidak boleh ada kebon binatang?

  20. Februari 5, 2009 pukul 1:06 pm

    Gak nyambung.

  21. September 9, 2009 pukul 2:53 am

    Klo ada kebun binatang,kasian nnti binatang’y pada kehausan dong………
    hee…

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: