golput
Akankah Golput memanangi pemilu tahun ini?

Setelah sekian lama menunggu akhirnya MUI mengeluarkan juga fatwa haram bagi golput. Golput, singkatan dari Golongan Putih berarti seseorang yang tidak menggunakan hak suaranya ketika Pemilu mendatang.

Menurut MUI, perbuatan tersebut haram hukumnya. Karena menurut ajaran Islam, suksesi kepemimpinan adalah hal yang harus dijalankan. Suksesi kepemimpinan di Indonesia diambil melalui jalur Pemilihan Umum (PEMILU). Jadi semua umat Islam harus menyukseskan pemilu.

Terlepas dari sepakat atau tidak atas fatwa haram tersebut, ada satu pertanyaan yang masih mengganjal di pikiranku sekarang. Jika golput itu haram, apakah sama dengan keharaman daging babi?

Sepanjang yang aku ketahui, daging babi menurut Islam itu haram. Tetapi ada saat-saat tertentu yang kemudian memperbolehkan kita untuk memakan daging babi. Saat-saat tertentu itu adalah keadaan mendesak. Apakah golput pun bisa diperbolehkan jika saat-saat tertentu? 😀 Semoga tidak ada yang menertawakan pertanyaan bodoh ini. Maklum, gak paham fiqih sih

Jika Anda bertanya bagaimana pendapatku soal golput ini, aku hanya bisa menyerukan kepada saudara-saudara agar jangan golput. Mencoblos adalah hak kita. Perkara Anda tidak sepakat dengan calon yang ada itu urusan belakangan. Yang penting Anda telah menggunakan hak Anda. Jangan sampai apa yang menjadi hak Anda, disalahgunakan oleh orang lain.

Maksudnya begini. Jika Anda tidak datang ke TPS, berarti kertas suara yang sebetulnya menjadi hak Anda akan menjadi kertas suara perawan. Yang ditakutkan ialah ketika kertas suara perawan itu dicoblos oleh orang lain secara sembunyi-sembunyi untuk menambahkan suara calon tertentu.

Jadi, jangan sampai Anda membiarkan kertas suara yang menjadi hak Anda tetap perawan. Coblos aja. Jika Anda tidak suka dengan semua calon yang ada, coblos aja semuanya agar kertas suara tersebut menjadi tidak sah.