Sabtu 7 Februari 2009 Pukul 08.30 dikediaman Ustadz Segaf Al-Jufri diadakan pertemuan para tokoh agama se-Solo. Hadir dalam acara tersebut diantaranya perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Front Pembela Islam (FPI), Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Solo, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Pesantren Assalam Solo, dan banyak lagi para ulama dan ustadz yang hadir baik dari Sunni maupun Syiah.

Acara tersebut diadakan untuk mempererat jalinan ukhuwah Islamiyah yang selama ini sempat renggang.

Hadir sebagai tamu istimewa perwakilan dari Mer-C, Jose Rizal yang mempresentasikan kisah perjalanannya ke Gaza.

Acara yang dihadiri oleh sekitar kurang lebih 100 orang ini diisi dengan santap malam, mendengarkan presentasi dari Mer-C, dan doa untuk umat Islam dan para mujahidin.

Konflik sunni syiah yang sempat berhembus beberapa bulan yang lalu, tidak tampak pada pertemuan ini. Perwakilan dari ulama dan umat muslim sunni dan syiah ini duduk bersama mendengarkan cerita yang begitu menyayat hati dari orang yang pernah ada di Gaza secara langsung.

Jose Rizal memulai presentasinya dengan menceritakan bagaimana seorang menteri kesehatan Indonesia berani mengambil resiko dengan membentuk tim relawan untuk Gaza tanpa persetujuan Presiden SBY. Saat mengetahui hal itu, kata Jose Rizal, Presiden SBY sedikit marah.

Ketika ia dan rombongan sampai di Mesir, mereka menghadapi kendala sulitnya birokrasi Mesir. Untuk melewati perbatasan Mesir Palestina sangat sulit terutama bagi para relawan yang berasal dari negara muslim termasuk Indonesia. Yang diperbolehkan melewati perbatasan tersebut hanyalah orang-orang yang berkulit putih.

Sesampainya di Gaza, Jose Rizal dan rombongan Mer-C disambut hangat penuh ukhuwah oleh rakyat Gaza. Mereka menuturkan bahwa tim relawan dari Indonesia ini adalah saudara mereka dan mereka berharap rombongan tersebut dapat menyampaikan penderitaan mereka ke masyarakat Indonesia dan dunia.

Di Gaza, tim relawan dari Indonesia mulai beradaptasi dengan lingkungan yang ada dan memberikan pertolongan yang bisa mereka lakukan.

Sambil menampilkan foto-foto hasil kekejaman Israel, Jose Rizal bercerita bahwa dirinya menemukan dua jenis bom yang digunakan oleh Israel. Pertama, bom fosfor yang bisa membakar manusia yang berada di dekatnya karena suhu yang ditimbulkan dari bom tersebut sampai 100 derajat celcius. Kedua, bom (entah apa namanya) yang baru ia temui pada pertempuran Israel Palestina ini. Sebelumnya, di Afghanistan dan Lebanon, mereka belum pernah menemukan jenis bom tersebut. Bom yang jika meledak, pecahan dari bom tersebut bisa memutus kaki sampai pangkal paha. Jarang sekali korban yang kakinya putus hanya sampai betis saja. Rata-rata mereka yang terkena bom ini, kakinya putus seketika itu juga sampai pangkal paha. Bahkan tidak jarang menghancurkan alat kelamin seseorang.

Orang-orang yang terkena bom fosfor putih, rata-rata kulih dan daging mereka terbakar. Ada beberapa kaki, baik anak laki-laki maupun perempuan, kaki mereka bolong sampai daging bahkan tulang terlihat karena terbakar akibat panasnya suhu bom fosfor.

Yang membuat kami semua saat itu mengucapkan takbir dan shalawat adalah ketika Jose Rizal menceritakan pengalamannya memberikan pertolongan kepada salah satu pejuang dari Brigade Izzudin Al-Qassam yang terkena bom fosfor. Ketika pejuang tersebut di bius total, ia sempat mengigau. Bukan caci maki yang ia igaukan ketika dibius total tersebut, tetapi ia mengigau membaca surat At-Taubah dan Surat Al-Anfal yang merupakan surat yang berisi ayat-ayat jihad. Subhanallah…Para pejuang Hamas rata-rata mereka hafal Al-Qur’an.

Jose Rizal juga menuturkan bagaimana Israel melakukan penyerangan terhadap warga Gaza. Biasanya dibarisan terdepan, tank-tank dan pesawat Israel melakukan penyerangan terhadap bangunan-bangunan yang banyak manusianya. Setelah semua hancur lebur dan ternyata banyak korban yang jatuh diantara puing-puing bangunan tersebut, Israel dengan menggunakan buldoser meratakan puing-puing bangunan yang dibom itu. Sehingga korban yang jatuh dari pihak rakyat Gaza tidak diketahui oleh orang lain. Menurut Jose Rizal, Israel ingin menghilangkan bukti kekejaman mereka.

Akhirnya, sampailah pada sesi tanya jawab. Salah seorang dari jamaah yang hadir bertanya mengenai pertemuan Jose Rizal dengan Sayyid Husain Fadlullah. Jose Rizal mengiyakan bahwa dirinya bertemu dengan Sayyid Husain Fadlullah, guru spiritual Sayyid Hasan Nashrullah, tetapi itu dulu ketika pertempuran Israel Hizbulah. Jose Rizal mengatakan bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Hizbullah dan Hamas memiliki kemiripan. Bahwa Israel mengalami kesulitan yang teramat sangat ketika harus menghadapi pasukan tikus Hizbullah dan Hamas yang secara tiba-tiba bisa berada di belakang pasukan Israel.

Ustadz Muinudinillah dari Pesantren Assalam Solo pun bertanya kepada Jose Rizal. Beliau bertanya mengenai peluang bagi para relawan jihad dari Indonesia untuk masuk ke Gaza membantu perjuangan pejuang Palestina. Jose menjawab dengan sangat bijak. Ia menuturkan bahwa salah satu penyebab keberhasilan perjuangan para pejuang Hamas ialah kerahasiaan. Bahkan diantara mereka pun acap kali ada kerahasiaaan. Ketika pejuang Hamas menggali terowongan, ia hanya berkoordinasi dengan komandannya, pejuang lainnya tidak mengetahui.

Jadi, jika kita ingin mengirimkan relawan jihad kesana, kita harus pastikan dulu apakah orang-orang yang akan kita kirim itu orang-orang yang terjangkiti virus munafikun atau tidak. Karena disana, agen mossad banyak berkeliaran, terutama di Mesir.

Jose Rizal pun menuturkan bahwa dirinya sempat tiba-tiba difoto bersama para dokter lain oleh seorang perempuan. Usut punya usut ternyata perempuan tersebut adalah agen Mossad.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa saat ini warga Palestina butuh air bersih dan susu. Susu yang selama ini ada merupakan susu dari Israel. Jadi, bagi para pengusaha susu muslim Indonesia yang ingin berinvestasi disana, ini merupakan peluang bagus untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza. Bisa jadi susu yang berasal dari Israel tersebut sudah terkontaminasi zat-zat tertentu untuk merusak anak-anak Palestina.

Pesan penting yang disampaikan oleh Jose Riza ialah pentingnya ukhuwah Islamiyah. Ia menuturkan, “marilah kita jalin ukhuwah antara umat Islam dari apapun golongan dan mazhabnya.”