Beranda > News, Tulisanku > Jokowi dalam Sorotan Media

Jokowi dalam Sorotan Media

jokowi

PKL merupakan permasalahan yang biasanya pasti selalu ada di tiap daerah. Namun penyelesaian terhadap permasalahan tersebut, tidak selalu sama. Represis State Apparatus acap kali digunakan oleh pemerintah daerah untuk menertibkan PKL di pinggir-pinggir jalan.

Konsep state apparatus (aparat negara) ini dicetuskan oleh Louis Althusser. Menurutnya, ada dua jenis state apparatus. Pertama, Represif State Apparatus yaitu aparat negara yang menjalankan fungsinya melalui kekerasan. Kedua, Ideological State Apparatus yaitu aparat negara yang menjalankan fungsinya melalui ideologi-ideologi tertentu.

Contoh Represif State Apparatus dalam hal ini ialah polisi, pengadilan, penjara, dsb. Sedangkan Ideological State Apparatus diantaranya adalah Aparat ideologi lewat institusi religius (menunjuk pada sistem masjid atau gereja yang berbeda-beda), Aparat Ideologi Negara lewat institusi edukatif (menunjuk pada sistem sekolah umum dan swasta yang berbeda-beda), Aparat Ideologis Negara lewat institusi keluarga, Aparat Ideologi Negara lewat institusi hukum, Aparat Ideologi Negara lewat institusi Politis (menunjuk pada sistem politik, termasuk partai yang berbeda-beda), Aparat Ideologi Negara lewat institusi perdagangan, Aparat Ideologi Negara lewat institusi komunikasi (misalnya pers, radio, TV, dsb), Aparat Ideologi Negara lewat institusi Kebudayaan (misalnya sastra, olahraga, seni, dsb).

Kembali pada persoalan penertiban PKL, bahwa yang terjadi selama ini negara sering kali mengedepankan pemfungsian Represif State Apparatus-nya. Mendapati dirinya dihadapkan pada sekelompok manusia berseragam ala militer, para PKL pun terkadang ikut terpancing untuk memberikan perlawanan yang sekiranya mampu mengimbangi kekuatan Represif State Apparatus tersebut. Kekerasan pun menjadi harga mati.

Namun pemandangan ini tidak aku lihat pada pemerintahan Jokowi Widodo, walikota Solo. Baru-baru ini Jokowi, begitu panggilan akrabnya, dipilih menjadi SOSOK PILIHAN MINGGU INI pada liputan6 SCTV.

Solo sempat dikenal memiliki masalah dengan peningkatan jumlah PKL yang semakin semrawut. Permasalahan PKL ini menjadi salah satu agenda besar yang menjadi foku pemerintahan Jokowi. Namun Jokowi memiliki cara sendiri dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Tidak ingin mengikuti kebiasaan beberapa pemerintah daerah yang lain berusaha menyelesaikan permasalahan PKL ini dengan bentuk tindakan represif, Jokowi justru memilih melobi langsung para pedagang melalui makan bersama maupun diskusi. “Cara berbeda, jangan sampai dilakukan dengan penggusuran,” kata Jokowi.

Kesabaran dan kontinuitas Jokowi dalam memperhatikan nasib PKL pun berbuah keberhasilan. Sekitar seribu pedagang kaki lima mau dipindahkan dari Monumen ’45 Banjarsari ke Pasar Klithikan Notoharjo. Proses itu dilakukan melalui kirab yang berlangsung meriah. Sebagai timbal balik, Jokowi menyediakan kios gratis dan promosi. Beberapa sudut kota Solo yang dahulunya dipenuhi PKL saat ini telah disulap oleh Jokowi menjadi tempat yang indah dan enak dipandang mata. PKL yang biasanya tidak tertata rapi, saat ini telah direlokasi dan ditata dengan rapi.

Sebelumnya, Jokowi pun mendapatkan gelar “Tokoh 2008” versi Majalah Tempo beserta 9 walikota dan bupati lain di Indonesia. Masing-masing kepala daerah tersebut mendapatkan gelar “Tokoh 2008 ini karena dipandang kepemimpinan mereka menghasilkan kemajuan-kemajuan yang signifikan di daerah masing-masing

Nampaknya apa yang dilakukan oleh Jokowi ini mampu jadi contoh bagi pemimpin lain dalam menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat kecil yang tidak memiliki senjata kecuali rintihan dan tangisan mereka. Wali Kota berusia 46 tahun ini setidaknya memperlihatkan bahwa kekuasaan jauh lebih berarti dengan wajah ramah, tidak harus garang dan menghardik. Ia juga memperlihatkan kepedulian seorang pemimpin, di saat banyak pemimpin lupa atas kepentingan apa sesungguhnya mereka mengejar kekuasaan itu.

  1. Februari 16, 2009 pukul 12:30 am

    Salut dahh. . .
    Pertamax g yha

  2. Februari 16, 2009 pukul 2:22 am

    suksess buwat Jokowi

  3. demasu
    Februari 19, 2009 pukul 1:45 am

    memang pak jokowi keren.. .
    semua relokasi (bukan penggusuran) PKL berlangsung aman,,
    Solo menjadi BERSERI,, sesuai slogannya..

    salut.. aku akan pilih lagi kalo ada pemilihan walikota…

    • Juni 16, 2011 pukul 4:58 am

      PKL dipindah dan dibuat kan tempat berdagang yg layak … HEBAT!

  4. Februari 19, 2009 pukul 4:49 am

    Cah cilik jo nyoblos/ nyontreng. Belum saatnya. Hahahahaha

  5. Februari 19, 2009 pukul 9:29 am

    selamat untuk jokowi, beliau memang pantas menjadi sosok minggu ini, keberhasilannya dalam mengatur pedagang kaki lima di solo patut diacungi jempol, ga ada ribut-ribut waktu penggusuran seperti didaerah lain…

  6. Februari 19, 2009 pukul 11:51 am

    Salut utk Pak Jokowi.
    Andai pimpinan2 pemerintah daerah lain bisa mencontoh beliau. Pasti tak ada penggusuran paksa yg hanya menghadirkan dendam & kekecewaan dari pihak rakyat kecil.

  7. broes
    Februari 23, 2009 pukul 1:46 pm

    sejak mengetahui citra dan prestasi anda sebagai walikota solo, tidak habis-2 nya saya berbangga hati pernah punya teman satu kost di jojga yg sekarang menjadi anak bangsa yg sangat berhasil dan berguna bagi sesama. good to ever known you as a friend in the past. salut pak joko.

  8. syafi'in
    Maret 1, 2009 pukul 7:00 am

    Brovo Jokowi…

    Seharusnya cara-cara pendekatan seperti itu yang harus dikedepankan terhadap wong cilik, mereka sudah cari makan susah tapi selalu diobrak-abrik aparat, bukannya dicarikan jalan keluar yang manusiawi….

    masak hanya cukong2 berduit saja yg menikmati “keramahan” perlakuan aparat…

    jokowi patut dijadikan contoh !

    mas kalo boleh tau Pak Jokowi itu dari partai apa?

    salam selalu

  9. Maret 3, 2009 pukul 12:33 pm

    salam kenal…
    artikelnya bagus..iyah emang dibanding ma walikota yang lain,aku juga merasakan kepedulian yang lebih dari dari Jokowi dibanding dengan walikota-walikota sebelumnya yang hanya menjadikan jabatan walikota sbg penambah uang saku ke neraka…penanganan kaki lina juga sangat bangus n ga menimbulkan huru hara..semoga solo semakin maju dan bertambah baik..
    ohya,aku pengin banget kenalan ma blogerr solo..beri koment aja di blog aku soalnya di blog aku ga ada shout mix atau c box

  10. Jumhi
    Maret 8, 2009 pukul 2:29 pm

    1 dr seribu, mungkin sejuta.
    Sering sy melihat tindakan represif aparat, yg membuatku geram, marah, & muak.
    Apa yg dilakukan bpk yg mulia, Bpk Jokowi, sepatutnya di blow up ke seluruh negeri tercinta ini, agar mjd contoh, teladan utk penguasa / pengusaha yg lbh besar dg kekuatan besar.
    Aku kagum, takjub, juga berharap tindakan Bpk Jokowi yg orgnya kecil tp menghasilkan sesuatu yg BESAR, dpt melahirkan Jokowi2 yg lain lagi. Semoga!

  11. September 8, 2009 pukul 9:07 am

    halo…….pak saya izzah anaknya batik putra laweyan (pak gunawan)

  12. September 8, 2009 pukul 9:10 am

    halooo…………. pak JOKOWI hehehe…

  13. September 8, 2009 pukul 9:12 am

    HEEEEEEEEEEEEEEE………………………

  14. janjan johari
    Oktober 29, 2010 pukul 4:12 am

    Selamat ya pak atas pencapaian prestasi bapak Jokowi dalam meraih BUNG HATTA CORUPTION AWARD 2010 sukses dan sehat s’lalu kota yang indah dan nyaman itu yang di harapkan kita semua saya dari wilayah banten pak …terima kasih

  15. janjan johari
    Oktober 29, 2010 pukul 4:19 am

    Pak saya setuju dengan artikel Bapak,sangat baik menjadikan masyarakat tentram dalam mengais rizki lagi pula orang maaf miskin itu bukan musuh…..saya janjan dari wilayah banten sukses selalu sehat terima kasih

  16. Juni 16, 2011 pukul 4:55 am

    walikota idaman … salute!

  17. Juni 24, 2011 pukul 2:53 am

    Salut … Pemimpin memang seyogyanya memberi arahan, contoh, solusi dan bukan dengan memaksakan kehendak karena punya kekuasaan.

    ing ngarso sun tulodho.
    ing madyo mangun karso.
    tut wuri handayani.

  18. reski ekky
    Desember 14, 2011 pukul 8:30 am

    tingkatkan

  1. Juni 17, 2011 pukul 4:55 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: