Beranda > News, Tanggapan > Seputar “Kesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar”

Seputar “Kesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar”

kangjalal

Kamis Malam, 1 Januari 2009 di hotel horison Makassar diadakan dialog Muballigh dengan tema “Syiah dalam Timbangan Alquran dan Sunnah”. Tampil sebagai pembicara tunggal yaitu Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Indonesia Prof Dr KH Jalaluddin Rakhmat.

Acara itu pun mendapatkan tanggapan khusus dari beberapa kalangan yang tidak sepakat dengan pendapat Jalaluddin Rakhmat. Diantaranya adalah tulisan dari Yayasan Wahdah yang berjudul “Kesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar

Tulisan itu menceritakan bagaimana beberapa ulama yang hadir mengajukan beberapa pertanyaan dan tanggapan yang ditujukan untuk memojokkan Jalaluddin Rakhmat. Sebetulnya ketika membaca tulisan tersebut, saya berharap ada kutipan tanggapan dari Jalaluddin Rakhmat ketika mendapatkan pertanyaan dan tanggapan itu. Namun sampai selesai membaca tulisan tersebut, tidak aku temukan kutipan tersebut.

Ada satu kelimat yang dilontarkan oleh Jalaluddin Rakhmat pada ujung pembicaraannya, “Saya cinta ahlul bait, dan Saya tidak jadi Syiah, (lalu dilanjut) tapi Syiah menurut definisi saya, dan itu definisi yang diajarkan oleh para imam ahlul bait kami.”

Kalimat inilah yang kemudian ditafsirkan oleh sebagian orang sebagai tanda-tanda terpojoknya Jalaluddin Rakhmat dalam menjawab pertanyaan dan tanggapan yang muncul pada acara tersebut. Kalimat tersebut mereka tafsirkan bahwa Jalaluddin Rakhmat berkilah kalau dirinya bukan Syiah. Padahal sebetulnya, jika kita mendalami lebih jauh lagi perkataan beliau tersebut, beliau tetap menyatakan sebagai seorang Syiah. Tetapi Syiah menurut definisinya yang ia ambil dari perkataan para imam Ahlulbayt.

Melihat adanya ketidakilmiahan dalam tulisan tersebut, ada seorang blogger yang mengkritisi tulisan “Kesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar.”

Dalam blognya, tulisan itu ia beri judul “Studi Kritis Jalaluddin Rakhmat Dalam Dialog Syiah di Makassar”.

Ia berpendapat bahwa pada tulisan “Kesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar” terdapat beberapa kesalahan berpikir yang menjangkiti otak si penulis sehingga kemudian dengan gegabahnya si penulis menganggap pendapat Jalaluddin Rakhmat salah dan merupakan ketidakjujurannya.

Silakan Anda menilai secara kritis antara tulisan “Kesalahan Jalaluddin Rakhmat Terbongkar dalam Dialog Syiah di Makassar” dengan tulisan “Studi Kritis Jalaluddin Rakhmat Dalam Dialog Syiah di Makassar”.

Untuk mengakhiri celotehan ndak jelas ini, aku ingin memberikan satu pesan singkat, “SAAT INI, YAYASAN WAHDAH LAKSANA MULAI MENGGALI LUBANG KUBURNYA SENDIRI. MESKIPUN TAMPAKNYA MEREKA TIDAK MENYADARI DAN BOLEH JADI JUSTRU SEBALIKNYA.”

  1. hamba ALLAH
    Mei 7, 2014 pukul 4:57 am

    tidak ada yg salah dari syiah. yg salah orang yg menyebarkan permusuhan. dan syiah adalah mahzab yg di akui dalam islam.

Comment pages
1 4 5 6
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: