ijo-item

Seorang kawan yang kebetulan menjabat sebagai Sekretaris Umum di HMI Cabang Surakarta menceritakan pengalaman lucunya yang baru saja ia alami. Sebut saja namanya AM.

Ceritanya berawal dari surat undangan yang AM buat dan sebarkan ke HMI Komisariat dalam lingkup HMI Cabang Surakarta.

Selepas menyebarkan undangan tersebut, datanglah seorang wanita berparas cantik yang merupakan salah satu pengurus HMI Komisariat di Surakarta. Anggaplah namanya IW. Dengan membawa secarik kertas undangan ditangannya, ia “memprotes” AM.

Memang, selama di HMI, aku dibiasakan untuk selalu mengkritisi undangan yang aku terima. Jika ada kesalahan, aku kembalikan undangan tersebut. Mungkin termasuk IW juga telah dibiasakan seperti itu. Sehingga ketika ia melihat sedikit saja kesalahan dalam undangan yang ia terima, ia tergerak untuk mengkritisi dan mengembalikannya.

IW menuturkan bahwa undangan yang diberikan kepadanya ada sedikit kesalahan. Tanggal yang seharusnya 12 Rabiul Awwal, ternyata tertulis 13 Rabiul Awwal. Kebetulan AM memberikan undangan tersebut pada tanggal 12 Rabiul Awwal pukul 16.30 WIB.

Dengan santainya, AM menerima kritikan dari IW. AM berusaha bertanya kepada IW, “Bukankah penanggalan hijriah itu mulai waktu maghrib?” IW pun spontan mengiyakan.

“Ok, sekarang surat yang kamu kembalikan ini aku terima. Tetapi saat ini juga, aku kasih ke kamu lagi,” kata AM sambil tersenyum.

“Lho kok bisa?” tanya IW penasaran.

“Ya iyalah, khan tadi katanya penanggalan hijriah itu dimulai waktu maghrib. Nah, berhubung sekarang sudah maghrib, berarti bener donk surat undangan yang aku buat, 13 Rabiul Awwal.” jawab AM. Kebetulan IW mendatangi AM di Mabes HMI Cabang Surakarta, pada saat waktu maghrib.

Dengan keadaan tersipu malu, IW pun meminta izin pamit.

Kepada IW, sorry ya aku dah nulis ini. Abis, bete ndak ada yang mau ditulis.