Beranda > Tulisanku > Gugat Teknik Doa Cepat

Gugat Teknik Doa Cepat

fa_012

Sumber: Kosmo.com

Tulisan ini masih terkait dengan pengalamanku ketika mengikuti pengajian dirumah. Sebelumnya aku menulis mengenai orang-orang yang membaca Al-Qur’an dengan sangat cepatnya sampai-sampai aku bertanya dalam hati apakah tajwidnya sudah dibaca secara benar atau belum ketika mereka membaca ayat-ayat Al-Qur’an?

Kali ini aku ingin bercerita mengenai seorang ulama yang membaca doa dengan sangat cepat.

Saya tidak mempermasalahan tingkat keilmuan dan ibadah ulama tersebut. Karena biarlah Allah yang lebih tahu akan hal itu. Tetapi aku selalu menganggap membaca doa cepat-cepat itu masalah. Entah kenapa, mungkin juga karena aku terlalu berlebihan dalam berprinsip.

Menurutku, ketika kita memohon meminta sesuatu kepada siapapun, baik orang tua, guru, biasanya sih kita sangat hati-hati dalam bertutur kata dengan harapan menjaga jangan sampai apa yang kita ucapkan justru membuat orang itu tersinggung.

Apalagi jika kita memohon meminta sesuatu kepada Tuhan, Allah.  Coba bayangkan jika doa di bawah ini dibaca dengan sangat cepat:

Ya Allah ampunilah kesalahan dan dosa kedua orang tuaku. Berikanlah mereka kasih sayang sebagaimana mereka memberikan kasih sayangnya kepadaku sampai saat ini.

Aku sempat membayangkan, jangan-jangan Tuhan tersinggung ketika ada hamba-Nya yang berdoa dengan sangat cepat. Tidak sopan? Iya, menurutku membaca doa dengan sangat cepat tidak sopan.

Doa diatas akan memberikan efek yang lebih mendalam, menurutku, jika kita baca dengan sangat khidmat, bukan dengan teknik baca cepat.

Betapa indahnya doa dibawah ini jika kita baca dengan penuh kekhusyukan, ketertundukan kepada Allah, dan tentunya gak ngebut.

Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Tuhanku

Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu

mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu

dan seandainya aku dapat bersabar menahan panas api-Mu

mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemuliaan-Mu

Mana mungkin aku tinggal di neraka padahal harapanku hanya maaf-Mu

Demi Kemuliaan-Mu Wahai Junjunganku dan Pelindungku

Aku bersumpah dengan tulus

Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara di sana di tengah penghuninya,

aku akan menangis

tangisan mereka yang menyimpan harapan

aku akan menjerit

jeritan mereka yang memohon pertolongan

aku akan merintih

rintihan orang yang kehilangan

Sungguh aku akan menyeru-Mu

dimanapun Engkau berada

Wahai Pelindung Kaum Mukminin

Wahai tujuan harapan kaum arifin

Wahai Pelindung kaum yang memohon perlindungan

Wahai kekasih kalbu para pecinta kebenaran

Wahai Tuhan seru sekalian alam.

Sebait doa diatas adalah potongan dari doa yang diajarkan Imam Ali kepada sahabatnya, Kumail. Doa yang tidak dipenuhi dengan permintaan, tetapi pengaduan, penyesalan, ketertundukan.

Kategori:Tulisanku Tag:, , , ,
  1. April 19, 2009 pukul 6:52 pm

    hmmm….jadi tersinggung.. he…
    tapi berdoa dengan cepat lebih mending daripada nggak berdoa.. iiaa kan??
    bahkan banyak orang2 yang nggak sempat untuk berdoa sama Tuhannya sama sekali, Sombong sekali bukan?
    kesannya sama sekali nggak butuh Tuhan…

  2. April 19, 2009 pukul 8:04 pm

    Lho, katanya tiap saat kita mengingat Tuhan (dzikrullah). Bisa aja kan kita berdoa tiap saat? Ga perlu ada waktu-waktu khusus.

  3. April 20, 2009 pukul 12:19 am

    Saia setojo dengan postingan ini

  4. April 20, 2009 pukul 12:26 am

    Dzikir itu mengingat Allah dan berdoa itu memohon /minta sesuatu jadi beda antara keduanya…sedangkan membaca Al-Quran adalah memahami ilmu tentang Islam agar kita selamat dunia akherat..jadi
    Dzikir kita boleh cepat karena kita menyebut namanya
    Berdoa harus tulus dan Ikhlas agar doa kita dikabulkan
    Baca Al-Quran – juga harus paham arti dan maknanya, bukan hanya membaca huruf arabnya saja (khususnya kita orang indonesia) dan kadang mengejar cepet cepet katam..

  5. GANDUNG
    April 20, 2009 pukul 4:04 am

    bener abiss postingan ini.
    Kalau dah niat berdoa, artinya kita sdh siapkan waktu, bukannya nyambi.
    emang kenapa sih cepet-cepet,…?? kayak dikejar kampret hi..hi…hi…
    kalau waktunya sempit, atau ada hal mendesak lain, usahakan doa tetep khidmat, tapi pendek saja doanya.

  6. bundadontworry
    April 20, 2009 pukul 5:58 am

    salam kenal,numpang lewat, saya jg nggak ngerti kenapa ya berdoa kok kayak lagi rally he…he….menurut saya,kita yg mendengar aja nggak enak, udah gitu mintanya macem2 lagi,aduuuu…hh malu deh.

  7. April 20, 2009 pukul 10:11 am

    wong sing dongane cepet gak butuh gusti Allah…

  8. April 21, 2009 pukul 1:40 pm

    wah..sampeyan kalo begini memanusiakan tuhan

    …..”Aku sempat membayangkan, jangan-jangan Tuhan tersinggung ketika ada hamba-Nya yang berdoa dengan sangat cepat. Tidak sopan? Iya, menurutku membaca doa dengan sangat cepat tidak sopan….”

    hahaha, tuhan bukan manusia, yang mudah tersinggung dan merasa tidak diperlakukan dengan sopan

    salam kenal🙂

  9. April 21, 2009 pukul 4:31 pm

    Betul juga memang dari kata-kata saya diatas terkesan memanusiakan Tuhan. Hanya saja bukan itu masalahnya, tetapi permasalahannya adalah adab berdoa. Pada dasarnya, ketika kita mengutarakan permintaan kita kepada bos, orang tua, guru, biasanya kita menggunakan kata-kata yang santun. Kepada mereka saja kita masih memperhatikan adab-adab tertentu, mengapa kepada Tuhan tidak?

  10. April 21, 2009 pukul 7:06 pm

    doa adalah , permohonan, penyesalan dan harapan….Alloh maha mengetahui….apa yang di hati , apa yang terucap …..semoga Alloh swt mengampuni dosa2 kita. amien

  11. haikal
    April 25, 2009 pukul 5:07 pm

    betul kata suradi, disamping itu do’a juga merupakan ibadah, cepat baik, lambat juga baik asal jiwa dan hatinya terhubung Tuhannya. setiap saat boleh, rutin lebih baik. apa saja bisa disampaikan, tapi ada etikanya juga, jangan sampai tidak pernah/jarang melaksanakan perintah dan larangannya maunya berdo’a aja. isinya juga tidak mengandung fait a compli (paksaan) contohnya do’a diatas.

  12. Mei 9, 2009 pukul 5:29 pm

    sesuai selera aja lah..hehe

    tentang adab.
    tuhan gak sedemikian “emosional”nya kok…
    sampe2 harus tersinggung karena hambanya terlalu cepat baca do’a..hehehe

    kalau menurutku sih ser,
    yang IA inginkan itu “kesadaran” kita..
    IA ingin kita sadar siapa kita dan siapa IA..
    lalu kesadarannya tersebut membawa kehadiranNYA di hatinya..
    (berbelit-belit yah…:D hihi)

    jadi, bukan masalah cepat atau lambat,
    bukan seberapa lambatnya membaca do’a,
    atau seberapa merdunya doa dilantunkan,,,
    tapi dimana hati kita saat memanjatkan do’a..apakah Tuhan ada bersama kita, di hati kita…
    atau hati kita dipenuhi dunia hingga tak ada tempat untuk Tuhan..?

    jujur aja, ku juga gak suka baca do’a cepet2, karena kalau cepet2 ku merasa kesulitan untuk khusu’…juga kurang bisa memaknai doa yang terucap..
    tapi ku juga gak menolak doa yang bisa dibaca dengan cepat,
    selama orang itu bisa memaknai doanya…dan menyertai kesadaran dirinya (self-conciousness) bahwa ia bukanlah apa-apa tanpa Tuhan… ku pikir gapapa…

    btw nice writing, brad..^_^

  13. Juni 1, 2009 pukul 6:39 am

    Menurut ane sih mustinya kita semakin kemari segala sesuatunya makin bagus, dalam hal apapun semakin naik kelas lah misalnya kayak kita berdoa tadi masak dari dulu kita gitu-gitu aja. Kalau dulu doanya meminta dan merintah Allah melulu sekarang doa kayak yang tadi itu diatas tuh doanya orang-orang sufi kita berarti udah berubah dan masuk kekelas yang lebih tinggi. Oke bos.

    • Juni 1, 2009 pukul 6:47 am

      Betul sekali pak Karnawan. Alangkah baiknya jika kita terus meningkatkan kualitas diri termasuk kualitas doa kita.

  14. saifulloh
    Januari 27, 2010 pukul 10:24 pm

    ya orang berdoa itu dg cara apapun baik mau cepat atau lambat dalam ucap atau kata namun dlm hati hanya Alloh & yang berdoa yang tau

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: