love
Sumber: http://sangbintang.files.wordpress.com/2009/04/love.jpg

Dulu aku pernah menulis mengenai Cinta dan Kesetiaan. Bahwa keduanya harus selalu beriringan. Tiada cinta jika tanpa kesetiaan. Tiada Kesetiaan jika tidak dilandasi rasa cinta. Tulisan itu terinspirasi dari film remaja “From Bandung With Love”

Kali ini, aku tergerak untuk sekedar berceloteh perihal pengalaman mengagumkan yang dialami oleh seorang kawan.

Atas dasar “klaim cinta”, kawanku yang baru memiliki kekasih hati nan jauh disana, rela menyisihkan uang tabungannya untuk pergi ke Balikpapan. Ia pergi dari Solo menuju Balikpapan dengan satu tujuan, bertemu dengan kekasih yang ia cintai, yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Bagiku, apa yang dilakukannya terlalu berlebihan. Tetapi wajar jika kemudian aku berpendapat seperti itu, karena aku berada di luar lingkaran cinta yang sedang menjerat tubuh kurusnya. Berbeda halnya jika kemudian yang berada di posisinya itu adalah aku. Bisa jadi aku akan melakukan hal yang sama.

Dengan bermodalkan uang yang sebetulnya bisa membeli handphone yang lebih canggih ketimbang handphonenya saat ini, ia membiarkan perasaan cintanya menggerakkan tubuhnya yang kurus untuk segera terbang ke Balikpapan.

Akhir cerita, kebahagiaan pun terpancar dari raut wajahnya sekembalinya ia dari perjuangan cintanya. Sekejap, sejumlah pengalaman mengagumkan yang baru saja ia alami pun ia lemparkan bertubi-tubi ke telingaku. Aku pun dibuat penasaran dengan cerita yang menurutku begitu heroik.

Cinta itu butuh pengorbanan.

Sudah selayaknya pengorbanan bukan hanya dilakukan ketika kita ingin mendapatkan cinta, tetapi pengorbanan itu harus berjalan beriringan dengan cinta.

Tiada cinta tanpa kesetiaan. Tiada kesetiaan tanpa pengorbanan.

Sudah siapkah kita untuk berkorban, minimal, untuk menjaga agar cinta yang telah kita miliki tetap selamanya terjaga?