Beranda > Nyante, Tulisanku > Antara Hari Buruh dan Hardiknas

Antara Hari Buruh dan Hardiknas

Bulan Mei mulai berjalan dengan diawali 2 hari peringatan bersejarah. Pertama, hari buruh internasional. Kedua, hari pendidikan nasional.

Di Indonesia, hari buruh internasional tidak termasuk dalam hari besar dan libur. Karena itu, demi menuntut hak-haknya yang semakin menjerat, bukan hanya perut mereka, tetapi menjerat leher juga, mereka rela tidak bekerja (meliburkan diri). Para buruh berbondong-bondong turun ke jalan, berpanas-panasan sembari meneriakkan yel-yel menolak penindasan dan pengebirian hak-hak buruh.

Berbeda halnya dengan hari pendidikan nasional yang biasa disingkat hardiknas.

Hari yang mengingatkan kita akan semangat pendidikan, malah disikapi dengan meliburkan sekolah. Walaupun ada sekolah yang masih mewajibkan siswanya masuk, itu pun hanya sebatas kewajiban upacara. Setelah itu, siswanya diperbolehkan pulang. Entah pulang, entah jalan-jalan. Setidaknya ada raut muka kebahagiaan tampak dari wajah mereka karena pada hari itu mereka bebas dari kewajiban sekolah.

Dua hal yang begitu berbeda. Untuk menuntut hak-haknya, para buruh ramai-ramai bolos. Ini wajar karena hari buruh ditetapkan untuk mengingatkan kaum buruh akan pemenuhan hak-haknya. Tetapi untuk memperingati hari pendidikan, para siswa sekolah beramai-ramai memenuhi mall, taman-taman karena pada hardiknas mereka bebas dari kewajiban belajar. Apa benar hal ini pun wajar sehingga patut dimaklumi?

Entahlah, hanya saja aku harus meminta maaf pada Anda semua karena telah membuat Anda membaca celotehan tak berarti ini.

  1. Mei 2, 2009 pukul 5:52 am

    hari buruh dijadikan libur nasional saya setuju banget [maklum , saya juga buruh]

    hari pendidikan nasional anak sekolah libur, saya juga setuju banget
    [toh belajar tidak hanya di kelas sekolah, toh sekolah terus terusan juga bikin siswa bosan]
    … harap maklum , saya juga mantan siswa sekolah, jadi seneng aja kalo sekolah libur, tidak ada yang salah dengan itu

  2. Mei 2, 2009 pukul 11:35 am

    Hardiknas disambut gembira oleh guru dan para siswa, mungkin karena mereka ingin “melarikan diri” dari kejenuhan bersekolah..

    Saya hanya berharap, nantinya pendidikan di indonesia bisa berubah jauh dari kejenuhan, “Learn is Fun”, dan meninggalkan sistem UN seperti sekarang.🙂

  3. Mei 3, 2009 pukul 2:53 pm

    hari buruh kali ini nampaknya pahit bagi kaum buruh indonesia..
    pasalnya akibat krisis global yang melanda banyak buruh indonesia yang menjadi korban PHK..
    pemerintah harus lebih memperhatikan nasib buruh..

  4. Mei 4, 2009 pukul 5:02 pm

    dua-duanya aku ra mudheng… terlalu banyak hari peringatan…
    *aku ngopi gambar dari tulisanmu tentang BHP*

    • Mei 4, 2009 pukul 5:47 pm

      Kita buat aja hari peringatan sendiri. Hari besar blogger…

      — Sent with System SEVEN – the new generation of mobile messaging

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: