Beranda > Tanggapan > Antara Tifatul dan KAMMI

Antara Tifatul dan KAMMI

KAMMI

Tulisan ini merupakan hasil tumpahan isi kepala yang harus segera dikeluarkan. Berawal dari koran tempo yang ada di sekretariat HMI Komisariat Hukum UNS. Sepulang kuliah aku membaca koran tersebut dan pandanganku tertuju pada tulisan “Boediono Masih Dianggap Mengganjal” pada halaman depan. Aku melihat ada pernyataan Tifatul Sembiring mengenai KAMMI.

Disana tertulis: “Ihwal aksi penolakan oleh KAMMI di beberapa kota, Tifatul menyebut hal itu tak ada hubungannya dengan PKS. Memang, dulu, KAMMI dibentuk oleh Partai Keadilan. Tapi saat ini mereka independen.”

Esok harinya, pernyataan Tifatul itu langsung ditanggapi oleh Sekjen PP KAMMI pada media yang sama.

Menanggapi pernyataan Tifatul Sembiring di atas, PP KAMMI membantah bahwa yang membentuk KAMMI adalah Partai Keadilan. PP KAMMI juga menyesalkan pernyataan Tifatul yang asal bicara terkait dengan KAMMI. Bahwa yang benar adalah KAMMI lebih dulu lahir daripada Partai Keadilan. KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif mahasiswa yang berbasis mahasiswa muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) di seluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang-lebih 200 orang yang notabene para aktivis dakwah kampus. KAMMI lahir pada 29 April 1998 yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang.

Terkait dengan situasi nasional belakangan ini, KAMMI tetap akan melawan kekuatan neoliberal di Indonesia dan menolak calon presiden-wakil presiden antek-antek asing.

Fikri Aziz
Sekretaris Jenderal
PP KAMMI

Memang banyak rumor yang beredar di kalangan mahasiswa bahwa KAMMI adalah bentukan dari PKS. KAMMI adalah underbow PKS. KAMMI adalah tangan panjang PKS di kalangan mahasiswa.

Tapi fenomena yang akhir-akhir ini terjadi seakan menampik rumor itu. PKS yang kita ketahui bersama pada awalnya “mencak-mencak” menolak pencalonan Boediono sebagai cawapres dari SBY, pada akhirnya pun ikut menandatangani kesepakatan untuk mendukung pasangan SBY – Boediono.

Berbeda halnya dengan KAMMI yang sampai saat ini menolak pencalonan Boediono sebagai cawapres mendampingi SBY karena Boediono dianggap orang yang pro ekonomi neo liberal.

Berikut pernyataan sikap KAMMI

1.Menolak pasangan capres-cawapres rezim ekonomi politik neo-liberal

2.Menolak pasangan capres-cawapres antek asing.

3.Mendorong kekuatan politik nasionalis-religius untuk bersatu-padu
menegaskan penentangan terhadap jalan neoliberalistik.

Jelas ada kontradiksi sikap antara PKS dengan KAMMI. PKS pada akhirnya mendukung pasangan SBY-Boediono, sedang KAMMI tetap menolak capres cawapres dalam hal ini SBY-Boediono.

Muncul pertanyaan dibenakku, apakah sikap KAMMI ini akan mempengaruhi sikap para kadernya secara individual untuk golput atau mungkin memilih pasangan presiden lain (JK – Wiranto atau Mega – Prabowo) ?

Apa mungkin pada pilpres nanti KAMMI akan turun ke jalan dan menyerukan GOLPUT yang pada pemilu legislatif kemarin mereka menyatakan dukungan terhadap fatwa haram golput yang dikeluarkan oleh MUI.

Menurut pandangan subyektifku, jika memang KAMMI saat ini menolak pasangan SBY-Boediono yang dianggap pro neoliberal, maka KAMMI dihadapkan pada 3 pilihan.

1. KAMMI menyatakan GOLPUT dalam Pilpres tahun ini. Dan itu berarti mengharamkan kadernya untuk memilih salah satu diantara 3 pasangan capres dan cawapres.

2. KAMMI mengharamkan kadernya untuk memilih pasangan SBY – Boediono dan memilih pasangan capres dan cawapres lainnya.

3. KAMMI tetap memperbolehkan kadernya untuk memilih SBY – Boediono dengan berbagai macam alasan pembenar.

Jika pilihan yang diambil oleh kawan-kawan KAMMI adalah pilihan ke 1 atau ke 2, maka itu merupakan konsekuensi logis dari pernyataan sikapnya menolak capres dan cawapres pro neo liberal.

Namun jika pilihan yang diambil adalah pilihan ke 3, maka sama saja mereka menjilat air ludah mereka sendiri.

Akhirnya, semua itu aku kembalikan pilihan itu kepada kawan-kawanku di KAMMI.

  1. eka supratiwi
    Maret 13, 2011 pukul 4:16 am

    emang sdh seharusnya kt ganti rezim dn tegakan khilafah islam.

    • Maret 30, 2011 pukul 5:58 pm

      tapi bukan khilafah ala taqiyuddin An-Nabhani kan?

      • Oktober 27, 2011 pukul 1:04 pm

        hehehe,, khilafah ala Rasulullah dong

        • November 4, 2011 pukul 11:35 pm

          kalau khilafahnya HTI itu khilafah ala Taqiyuddin.

  2. Juli 10, 2011 pukul 4:55 pm

    lalu mengapa dalam hal liqo, hampir para murobinya dari aktivis PKS semua. bahkan ketika ada kader yang liqo diluar murobi PKS disebutnya belum terbina. bahkan setiap kegiatan/melaksanakan rapat sering di gedung DPD PKS. sehingga memunculkn anggapan dari luar bahwa memang KAMMI itu kepanjangan dari PKS yang ada di sektor kemahasiswaan….

  3. m.guntur
    Juli 19, 2011 pukul 1:50 pm

    semua tu perlu kedewasaan individu masing2,bisa memposisikan pd tempatnya,ketika di KAMMI bicara KAMMI,ketika di PKS bicara PKS jangan mencari menang sendiri karna di satu tempat qt menjadi qiyadah n di lain tempat qt menjadi jundiyah,dan sebagai kader qt mempunyai prinsip sendiri di samping prinsip sendiri.da’wah itu syumul dan perjalanan itu msh panjang.

  4. m.guntur
    Juli 19, 2011 pukul 1:51 pm

    semua tu perlu kedewasaan individu masing2,bisa memposisikan pd tempatnya,ketika di KAMMI bicara KAMMI,ketika di PKS bicara PKS jangan mencari menang sendiri karna di satu tempat qt menjadi qiyadah n di lain tempat qt menjadi jundiyah,dan sebagai kader qt mempunyai prinsip sendiri di samping prinsip organisasi.da’wah itu syumul dan perjalanan itu msh panjang.

  5. November 28, 2011 pukul 1:25 am

    Janganlah saling melihat kesalahan antara satu dengan yang lainnya,,,,,yang jelas siapa pun pendiri KAMMI Dakwah tetap akan berjalan perlu qt renungi bahwa qt semua brada dlam satu pedoman Al-qur’an & Hadis g baik tuch saling caci maki>>>>>>>PKS Jalan dg Dakwahx begitupun KAMMI jalan dg Dakwahx

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: