Beranda > News > Siasati ‘Ranjau-ranjau’ di UU ITE

Siasati ‘Ranjau-ranjau’ di UU ITE

Jakarta – Bagi sebagian kalangan blogger dan netter, kebebasan berekspresi adalah sebuah hal yang mutlak dan dilindungi Undang-undang Dasar. Sejumlah pasal di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dinilai bisa mengancam kebebasan berekspresi. Salah satu pasal yang dinilai membingungkan dan rentan menjadi ‘ranjau’ bagi para blogger adalah pasal 27 ayat (3). 

Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyatakan: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Beberapa bulan lalu, para blogger melalui Tim Advokasi Untuk Kemerdekaan Berekspresi Indonesia mengajukan uji materi (Judicial Review) kepada MK). Pasalnya pasal 27 ayat (3) tersebut dinilai bertentangan dengan kebebasan berpendapat.

Namun ternyata permohonan uji materi ini ditolak oleh MK, dengan dalih UU ITE adalah bentuk perlindungan umum yang diberikan negara kepada setiap orang.

‘Ranjau-ranjau’ UU ITE

Dalam diskusi yang bertajuk ‘Obrolan Langsat’ di Es Teller 77 Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (25/05/2009) petang, para blogger mengadakan diskusi terkait hal tersebut.

Diskusi tersebut dihadiri oleh tiga pembicara. Mereka adalah Ari Juliano Gema dan Anggara selaku lawyer, serta Edy Caplang, blogger yang mengajukan permohonan Judicial Review kepada MK.

Menurut Ari Juliano Gema (Ajo) beberapa pasal ‘ranjau’ di UU ITE yang dapat ‘meledakkan’ para blogger, yakni:

– Pasal 27
– Pasal 28 ayat (1)
– Pasal 28 ayat (2)
– Pasal 29
– Pasal 36
– Pasal 37

Pasal-pasal di atas terdapat pada UU ITE di Bab VII. Bab tersebut membahas perbuatan yang dilarang dalam transaksi elektronik. Hukuman bui selama 6 tahun, serta denda paling banyak Rp. 1 M telah menanti bagi para pelanggar UU tersebut.

Beberapa keputusan MK tersebut berdampak serius bagi kalangan blogger, terkait pencemaran nama baik ataupun penghinaan melalui milis, forum atau blog. “Tidak ada pengertian yang jelas mengenai “kesusilaan”, “pencemaran nama baik” ataupun “penghinaan”, ujar Ari Juliano dalam diskusi tersebut.

Disinggung perihal tanggung jawab yang harus dipikul seorang moderator milis, saat milisnya menuai kontroversi hingga menimbulkan gugatan dari pihak-pihak tertentu, Ari menjelaskan bahwa saat moderator menunjukkan upaya kepada anggota milis agar patuh terhadap tata tertib, maka pertanggungjawaban hukum yang dapat dia berikan hanyalah sebagai saksi, bukanlah tersangka.

Siasati ‘Ranjau’ UU ITE

Bagi beberapa dari kalangan blogger yang gemar melontarkan tulisan-tulisan kritis, tentu pasal tersebut bisa menjadi ancaman.

Ari Juliano Gema, selaku Konsultan HKI pun memberikan beberapa tips, agar blogger tetap bisa kritis tanpa was-was dari jerat hukum, yakni:

1. Blogger jangan sekadar mencari perhatian dengan membuat tulisan yang berlebihan
2. Saat menulis, blogger harus fokus pada masalah, tidak melebar ke mana-mana
3. Tulisan yang dibuat blogger harus didukung dengan fakta dan data.
4. Dalam menulis, jangan sekadar mengkritisi, tapi juga berikan solusi atas permasalahan yang dikritisi.
5. Blogger harus mau terbuka pada saran dan masukan.
6. Jangan ragu untuk minta maaf. Bila blogger salah tulis sehingga menimbulkan opini publik yang berdampak merugikan seseorang, jangan ragu untuk mengakui kesalahan dan minta maaf. ( faw / faw )

Sumber: Detik

  1. watno
    Desember 10, 2009 pukul 8:54 pm

    Bagi kalangan elit bisa menguntungkan, tapi bagi kalangan menengah kebawah sangat merugikan, seperti yang dialami prita, itu hanya sekedar mengungkapkan apa yang ada dalam hati yang sebenarnya terjadi di rumah sakit / curhat tapi malah sebaliknya curhat itu malah dimanfaatkan oleh rumah sakit Omni

    • Desember 14, 2009 pukul 4:11 am

      Untuk prita, sepanjang yang aku ketahui tidak dituntut dengan UU ITE ini, tetapi dengan Pasal pencemaran nama baik.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: