Beranda > Nyante, Tanggapan > Menggugat KPU

Menggugat KPU

Untuk kesekian kalinya KPU melakukan tindakan kontroversial. Pasalnya, spanduk sosialisasi pilpres yang dikeluarkan oleh KPU, tanda contreng diberi pada calon nomor 2. Menurut KPU, spanduk tersebut dicetak sebelum penetapan capres-cawapres. Demikian alasan KPU untuk menegaskan bahwa mereka tidak berpihak ke calon tertentu.

Terlepas dari apakah logis alasan yang disampaikan oleh KPU tersebut, hanya saja aku ingin sedikit memberikan masukan kepada KPU. Mbok ya kalau mau bikin spanduk seperti itu dipikirkan lebih matang dan bijak lagi.

Berikut ini adalah contoh spanduk yang dikeluarkan oleh KPU:

spanduk-pilpres-dalam
yang dicontreng gambar pasangan yang tengah.

Dari spanduk diatas, kesimpulannya contoh yang dicontreng itu gambar pasangan no 2 atau yang ke 2. Entah itu mau dibaca dari gambar sebelah kiri maupun kanan. Tetap saja, no. 2 atau yang ke 2.

Inilah yang dikhawatir oleh sebagian kalangan. Mereka khawatir jika pola pikir masyarakat kalangan bawah akan terbentuk bahwa yang dicoblos itu no 2 atau ke 2. Asumtif? Betul, tetapi apa yang dilakukan oleh KPU setidaknya menunjukkan bahwa KPU terkesan mendukung salah satu calon capres dan cawapres, yaitu pasangan no. 2.

Aku menggugat KPU untuk mencabut kembali poster-poster seperti itu. Solusinya apa?

OK, nih aku beri solusi buat KPU (Komisi Pekok Uh, kata seorang temanku).

spanduk-pilpres-dalam 1

Di gambar diatas, yang ditampilkan hanya 1 pasang calon saja. Ini menurutku jauh lebih independent ketimbang gambar spanduk yang pertama. Yang pentingkan pesan yang ingin disampaikan, tersampaikan dengan baik. Intinya biar rakyat tahu gimana cara nyontreng yang bener khan cuy? Gitu aja kok repot, KPU.

  1. Juni 26, 2009 pukul 12:07 pm

    emmmmmmmmmmmmm………..
    gitu yoooooooo……..

  2. Juni 26, 2009 pukul 12:52 pm

    masuk akal sih kalo begitu ya moga kpu mawas diri juga nih anda kan independen di sini tidak seharusnya memihak dan jangan takut

  3. Juni 26, 2009 pukul 1:36 pm

    Owwwhh…gitu yawh……

  4. Juni 28, 2009 pukul 2:54 am

    saya tetep yakin ada udang di balik rempeyk…

    • Juni 28, 2009 pukul 5:03 am

      Maksudnya apa mas?

  5. Juni 28, 2009 pukul 3:11 am

    Duh curang amat sih…

  6. bagong jalidu
    Juni 28, 2009 pukul 6:27 am

    Ketua KPU memang sangat “GONDHES” sekali, perlu diselidiki lebih lanjut.
    Niatnya memang sudah “BUSUK” diam2 menjadi tim suksesnya SBY.

    • Juni 28, 2009 pukul 8:55 am

      Gondhes itu apa?

      Aku ndak terlalu pikir pusing apakah mereka itu benar2 menjadi tim sukses SBY atau ndak. yang aku permasalahkan adalah spanduk yang dikeluarkan oleh KPU harus segera dicabut dan ditarik dari peredaran.

  7. Juli 2, 2009 pukul 12:06 am

    Slalu ada jatah menteri buat para pejabat KPU… Pilpres 2004 juga gituh.. tapi slalu ada juga yg di cipinangkan….🙂 .. liat ajah klo dah beres pilpres (ramalan mama loreng😀 )

    • Juli 2, 2009 pukul 7:25 am

      mang capa aja?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: