Jebres (Espos) Sebanyak 50 pemantau Pilpres dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo ditolak oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Jebres. Penolakan tersebut buntut dari temuan Panwascam Jebres atas dukungan HMI kepada Capres-Cawapres SBY-Boediono di Jebres.

Ketua Panwascam Jebres, Muttaqin mengaku telah memiliki bukti-bukti kuat terkait keterlibatan HMI sebagai tim sukses SBY-Boediono. Bukti tersebut berupa kampanye HMI Solo di Gedung HMI Jebres atas dukungannya kepada SBY-Boediono, Minggu (5/7) atau sehari setelah Banwaslu melantik mereka. “Kami memiliki bukti foto dan rekaman atas sejumlah atribut dan yel-yel SBY-Boediono oleh HMI justru sehari setelah Bawaslu melantik mereka,” paparnya.

Dengan sikap penolakan tersebut, maka Panwascam Jebres dengan tegas menolak semua hasil temuan pemantau dari HMI atas pelaksanaan Pilpres 2009 ini. Mereka juga siap membawa persoalan tersebut ke ranah hukum lantaran pengawas HMI Solo terbukti tak netral dan mendukung SBY-Boediono. “Kami juga tak akan menandatangani berita acara yang dibuat HMI, meski dalam surat Bawaslu HMI adalah mitra PPL (pengawas pelaksana lapangan-red).”

Sementara itu Koordinator dari HMI, Adillia Prasetyo Wibowo menjelaskan acara di gedung HMI tersebut bukan dilakukan oleh HMI, melainkan oleh alumni HMI. Dia juga menerangkan, bahwa gedung HMI lantai II dan II adalah gedung komersial yang siapapun bisa menyewa. “Kami tak terima jika dituding berpihak ke salah satu Capres. HMI itu netral,” paparnya saat ditemui Espos di Panwascam Jebres. Dalam kesempatan itu, pengurus HMI dengan Panwascam Jebres tak mencapai kata sepakat soal perselisihan itu. – Oleh : asa

http://www.solopos.net/zindex_menu.asp?kodehalaman=h29&id=278753