Beranda > Tulisan Orang > Catatan Kecil untuk Republika: Kaum Sunni Bukanlah Teroris!!

Catatan Kecil untuk Republika: Kaum Sunni Bukanlah Teroris!!

Hampir media-media dunia, termasuk Indonesia, hingga kini, masih mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan Iran. Tidak hanya isu politik dalam dan luar negeri Iran namun isu Sunni dan Syiah selalu diangkat ke dalam permukaan.

Koran Republika melaporkan, Iran telah menghukum gantung dua anggota kelompok gerilyawan Sunni di sebuah penjara Sabtu karena pembunuhan dan serangan di sebuah tempat di Iran tenggara yang bergolak.

Dalam pemberitaan tersebut, Koran Republika menyebut Kantor Berita Iran, IRNA, sebagai sumber berita tersebut.

Tidak hanya berita semacam itu, ada berita yang sangat mengelitik ketika Islam Muhammadi menelusuri situs Indonesia, waspada.com. Dengan menampilkan headline besar, waspada dot com dengan sinis menulis berita fiktif dengan judul; Terhukum mati wanita di Iran, diperkosa sebelum dieksekusi.

Pemberitaan sinis tentang Iran akhir-akhir ini terus bergulir dan menjadi santapan media-media dunia, termasuk Indonesia. Akan tetapi sangat disayangkan, bila pemberitaan sinis juga muncul dari sebuah koran muslim seperti Republika. Terlebih, Koran Republika dalam laporan penggantungan dua warga Iran, menyebut mereka sebagai dua anggota kelompok gerilyawan Sunni.

Padahal penyebutan istilah Sunni tidak dikutip dalam pemberitaan Kantor Berita IRNA maupun berita-berita Iran lainnya. Bahkan kelompok Sunni Iran sendiripun tidak pernah mengangap Jundullah adalah kelompok Sunni, sebagaimana tayangan wawancara ulama Sunni Sistan-Balochistan di TV nasional Iran chanel 1.

Dalam laporannya, Kantor Berita IRNA menyebutkan, Pengadilan Sistan-Balochistan, dua anggota kelompok teroris Abdul Malik Rigi dieksekusi di sekitar penjara Zahedan dengan tudingan melakukan penyerangan atau melakukan perang terhadap Allah Swt dan efsad fil ard atau pengrusakan di muka bumi.

Dalam hal ini Kantor Berita IRNA dalam menyebutkan bahwa kedua teroris tersebut berupaya menyelundupkan narkotika ke negara ini.

Koran Republika yang disebut-sebut sebagai media muslim, sangat disayangkan melaporkan berita yang bernuansa mengadu domba. Pada prinsipnya, kenapa menghubungkan kelompok teroris dengan Sunni?. Dalam kamus terorisme tidak mengenal madzhab dan agama. Dua anggota kelompok teroris Abdul Malik Rigi tidak sepatutnya disebut sebagai kelompok yang dikaitkan dengan madzhab dan agama tertentu. Agama apapun menolak aksi kekerasan dan terorisme. Untuk itu, media-media tidak sepatutnya melakukan aksi provokasi yang mengaitkan aksi terorisme dan tindakan kriminal dengan sebuah madzhab dan agama.

Abdul Hamid Rigi adalah saudara gembong teroris Abdul Malik Rigi di hadapan para wartawan di Zahedan mengatakan, saudaranya, Abdul Malik Rigi, menjadi anggota kelompok teroris Jundullah sejak umur 12 tahun. Pada awalnya, Abdul Malik Rigi bergabung dengan kelompok teroris yang dipimpin oleh Maolabakhs Derakhshan, bahkan ia selama beberapa tahun menjadi pelaksana instruksi aksi terorisme di wilayah Sistan-Balochistan, Afghanistan dan Pakistan.

Menurut Abdul Hamid Rigi, saudaranya yang melakukan berbagai pertemuan dengan AS, menerima fasilitas dan uang dalam jumlah besar dari AS. Dikatakannya, Abdul Malik Rigi dalam satu pertemuan dengan pejabat AS, menerima 100 ribu dolar dan berbagai fasilitas seperti satelit komunikasi.

Dengan demikian, kelompok Jundullah yang berhubungan dengan Abdul Malik Rigi, adalah kelompok teroris yang melakukan pengrusakan atau efsad fil ard di kawasan. Segala sesuatu yang berhubunga dengan tindakan teroris tidak sepatutnya dikaitkan dengan sebuah agama dan madzhab.

Dalam bagian beritanya, Koran Republika kembali menekankan, Iran yang dominan Muslim Syiah mengatakan Jundullah merupakan bagian dari jaringan al Qaida Islam Sunni dan didukung oleh AS, musuh lama Iran. Koran Republika menambahkan, Jundullah berperang untuk hak-hak minoritas Sunni di republik Islam itu.

Pemberitaan Koran Republika begitu menekankan status Sunni yang diimbuhkan pada jaringan Al-Qaida dan dikaitkan dengan pernyataan Iran sebagai dominan muslim Syiah. Ungkapan-ungkapan yang dilaporkan Situs Koran Republika sangatlah tendensius, bahkan cenderung mengadu domba. Koran Republika yang disebut-sebut media muslim tidaklah pantas menulis laporan-laporan tendensius yang mengundang fitnah.

Menghubungkan kelompok teroris dengan sebuah madzhab dan agama sama halnya dengan mendukung propaganda Barat yang tengah memecah-belah ummat Islam. Untuk itu, sangatlah disayangkan, Koran Republika yang disebut-sebut sebagai media muslim, bukannya menghadapi propaganda Barat, tapi malah terjebak dalam jeratannya. Di Iran, kelompok Sunni sama sekali tidak diperlakukan secara diskriminatif. Bahkan Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mempunyai penasehat khusus urusan Ahlus Sunnah dari kalangan ulama Sunni. Ini membuktikan bahwa Iran tetap memikirkan nasib warga Sunni di negara ini.[islammuhammadi/mt/irna/iribnews]

  1. Juli 27, 2009 pukul 11:28 am

    iya, aku setuju!

  2. Juli 27, 2009 pukul 12:16 pm

    Kadang-kadang memang semangat “jualan” mengalahkan Ukhuwah, atau mungkin udah mefet kekejar deadline, jadi tidak sempat

  3. ariel
    Juli 27, 2009 pukul 6:02 pm

    Emangnya situs Islammuhammadi ga sedang “jualan”? dan ga sering mengadu domba? Introspeksi duonk!… jgn pake kaca mata kuda mlulu! dah ketinggalan..

    • Juli 27, 2009 pukul 6:26 pm

      Ah kagak tuh cuy. Islam Muhammadi ndak pernah itu benci ama Sunni. Mereka membenci TERORIS yang mengatasnamakan agama cuy. Ente dukung TERORIS ye?

      • ariel
        Juli 27, 2009 pukul 8:23 pm

        Ah itu kan kata ente cuy… kenyataannya emang gitu kok, islammuhammadi emang membenci sunni dan corongnya rofidhoh kok…mau gimana lagi,… kekekekek….

        • Juli 27, 2009 pukul 11:18 pm

          Ndak tuh cuy. Ah ente mah ngigau tuh kayak Umar bin Khattab yang ngigau sampai2 bilang Rasulullah sedang ngigau. Jangan2 ente corongnya teroris yah? Ih ceyem…

          • ariel
            Juli 28, 2009 pukul 10:03 am

            ya ente yg corongnya teroris ar rofidhy… cetho welo-welo… kekekekek…

            • Juli 28, 2009 pukul 10:28 am

              Cuy, kalo mau ngigau ndak jelas jangan dsini. Noh ama Nabi ente yang bernama Umar bin Khattab. Nabi Muhammad qo dibilang ngigau. Kampungan ah.

              • imem
                Juli 28, 2009 pukul 1:06 pm

                yg ngigau kan sampeyan ga nyadar ya… xixixixi… yg jelas islamuhammadi adlh corong teroris rofidhoh… demikian jg blog ente ini.. xixixixi..

                • Juli 28, 2009 pukul 1:17 pm

                  Eh ada imem. Kagak bisa bantah tulisan di secondprince.wordpress.com langsung lari kcini.

                  Gw bukan rafidhah tuh. Apalagi teroris. Yang teroris itu tuh yang tukang ngebom. Yang rafidhah itu sahabat nabi tuh yg diulas di blog secondprince.

                  • imem
                    Juli 28, 2009 pukul 1:22 pm

                    lagi taqiyah ya.. wuakakakak..

                    • imem
                      Juli 28, 2009 pukul 1:24 pm

                      saya kira sdh cukup bantahan saya di blognya SP.. kalo dia & para punakawannya mo ngeyel ya silahkan aja. bukan urusan saya lagi.. wuakakakak

                    • belajar
                      Agustus 28, 2009 pukul 8:39 am

                      pastinya dia lagi taqiyyah… ma’lum syi’ah memang gak mood kalau dibilang dirinya syi’ah. aneh ya..???

  4. Juli 28, 2009 pukul 3:12 am

    Jangan terburu-buru menuduh pihak manapun..islam bukan teroris…

    mas ressay, silahkan masuk milis untuk info seputar perombakan blogroll dan agregator bengawan

  5. Juli 28, 2009 pukul 6:55 am

    @Mursid
    Seharusnya memang seperti itu mas.

    Maksudnya perombakan blogroll dan agregator gimana?

  6. Juli 28, 2009 pukul 9:36 am

    teroris itu bisa dimana saja, di Iran yang dituduh teroris adalah sunni, di sini yang dituduh teroris bisa jadi adalah ngruki…
    Padahal… sepertinya yang teroris adalah Amerika sendiri…

  7. Juli 28, 2009 pukul 10:47 am

    Iran tidak pernah mengatakan yang ngebom jadi teroris itu sunni mas.

    Pada kenyataannya, sunni dan syiah hidup rukun. Ndak tau deh kalo salapi ama al qaeda teroris.

  8. Juli 28, 2009 pukul 12:37 pm

    Udah pernah menghubungi pihak republika untuk konfirmasi mas?

  9. Juli 28, 2009 pukul 1:44 pm

    @imem
    Haiyah, bantahan apa itu? Maksudnya bantahan yang dah dibantah dengan ilmiah oleh SP? Oh itu toh…iya…iya…gw ngerti sekarang. Khan bantahanmu kagak mutu tuh disana.

  10. Juli 30, 2009 pukul 10:21 am

    jangan2 amerika & sekutunya terlibat dibalik rangkaian peristiwa ini semua, tuk menyakinkan pemerintah NKRI tuk mendapatkan pangkalan militer dikepulauan indonesia… dan selalu menuduh meyudutkan umat islam indonesia khususnya. Tapi anehnya mengapai intelejent amerika & sekutu selalu melakukan peringatan lebih dini yaitu TRAVEL WARNING terhadap warga negaranya dan ini adalah sebuah teka-teki tuk kita mencermati ????…………….

  11. Juli 31, 2009 pukul 4:32 am

    taqiyahnya terbongkar. sahabat selain Ali r.a. dihujat.

    • Juli 31, 2009 pukul 4:46 am

      Hehe dihujat? Aneh bgt siy. Aku hanya menunjukkan berdasarkan hadits2 di kitab sunni. Melek donk.

      • belajar
        Agustus 28, 2009 pukul 8:47 am

        syi’ah bukan hanya mencaci maki para sahabat nabi, bahkan mengkafirkan… tapi anda belum tahu semua, ternyata syi’ah juga mengkafirkan semua ahli bait yang hidup pada abad pertama! disebutkan dalam-hadits-hadits dan sumber syi’ahyang terpercaya seperti:
        “Dari Hinnan, dari bapaknya,dari Abi Ja’far berkata: “Semua manusia telah murtad sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, kecuali tiga orang. Mereka itu adalah Miqdad, Salman dan Abu Dzar.” (Al-Kaafi: 202)”

        lihat juga di: Tanqih al-Maqal (3/142)

        lihatlah.. Syi’ah memvonis semuanya kafir dan murtad tidak ada satupun dari kalangan ahli bait yang dikecualikan.. waduh katanya cinta ahli bait..??? tapi ko mengkafirkan ?? inikah bentuk cinta kalian kepada ahli bait???

        • Agustus 28, 2009 pukul 8:55 am

          Ih luthuna, sumpah pingin ketawa gw cuy. Penafsiran yang luar biasa dari ente.

          Ogah gw nanggepin disini. Mending di secondprince.wordpress.com aja yuk.

          • belajar
            Agustus 28, 2009 pukul 9:03 am

            berikan linknya yang khusus membahas masalah hadits syi’ah tersebut..he..he..he.. atau jangan-jangan anda gak bisa jawab lagi..🙂

            • belajar2
              Agustus 28, 2009 pukul 9:14 am

              pastinya ressay cuma berkelit mengatakan:
              “Ih luthuna, sumpah pingin ketawa gw cuy. Penafsiran yang luar biasa dari ente.

              Ogah gw nanggepin disini. Mending di secondprince.wordpress.com aja yuk.”

              padahal ressay gak bisa jawab kalau di literaturnya sendiri mengkafirkan para ahli bait abad pertama..!!!

              • Agustus 28, 2009 pukul 9:21 am

                Hehehe…santai cuy. Komentar ente gampang dipatahkan.

                Di secondprince aja yuk….yuk…mau gak cuy. Disana banyak org syiah suka komentar lho. Gimana? Hehehe

                • belajar
                  Agustus 28, 2009 pukul 2:19 pm

                  tong kosong nyaring bunyinya…
                  sekali lagi, saya pinjem kata-kata anda: “Bantah donk, jangan asal ngoceh g jelas.”

                  lagi-lagi anda kewalahan dan mengalihkan isu untuk diskusi beralih ke blog lain.. he..he..he.. inilah sikap oportunis sejati.. sekali lagi sebagaimana yang anda katakan: “Hehehe…santai cuy. Komentar ente gampang dipatahkan.”

                  maka saya jawab dengan perkataan anda: “Bantah donk, jangan asal ngoceh g jelas.”

                  • Agustus 28, 2009 pukul 3:35 pm

                    Hehe…tong kosong nyaring bunyinya? Alhamdulillah aq g termasuk didalamnya. Pingin sih bantah, tapi ndak nyambung dgn tulisan diatas. Jadi, silakan Anda cari tulisan yang relevan di blogku maupun di blog secondprince. Gitu cuy….

                    • September 3, 2009 pukul 7:59 am

                      biasa orang harokah. ilmu jidalnya mantap. mlungker2 kaya uler kalo kepojok

                    • sunni
                      Januari 29, 2010 pukul 11:57 am

                      alhamdulillah banyak orang sudah tau kalo ressay itu syiah, itu sudh cukup buat kita orang sunni biar ga nyesatin orang islam

                    • Januari 29, 2010 pukul 1:26 pm

                      Hehehehe…
                      Bodo amat mau dikatain saya syiah kek atau sunni kek atau wahbabi kek. hehehehe…
                      yang jelas saya seorang muslim tuh boy…

          • sunni
            Januari 29, 2010 pukul 12:09 pm

            itu bukan penafsiran tapi emang disebutkan dalam kitab syiah itu,tapi emang ressay pandai berbohong , biasa lewat taqiyah.

            • Januari 29, 2010 pukul 1:29 pm

              hehehe…ente sudah pernah membaca langsung kitabnya? Apakah ente sudah pernah membaca langsung bagaimana pendapat muhadits syiah soal itu? monggo ditampilkan. saya jadi pingin tau nih..ckckckck…

  12. Juli 31, 2009 pukul 4:44 pm

    Mau Sunni mau Syiah, yang penting sama-sama saudara seagama, Islam. Udah, nggak usah berantem. Ntar yang tepuk tangan orang lain, deh.

    • Juli 31, 2009 pukul 6:34 pm

      Seharusnya seperti itu pak.

    • fatimah
      Januari 29, 2010 pukul 12:06 pm

      mas, kalo syiah bukan dari agama islam , qur’annya aja beda, mushaf mereka namanya fatimah, kaya nama saya , coba cari kitab alkafi syiah disitu diterangkan, kemudian hadisnya juga beda, syiah hanya mau pake lwat jalur ahlul bait dan lewat hadis palsu, itu bisa dilihat kitab hadis mereka yang bernama,alkafi.
      sadarlah wahai umat islam syiah agama bikinan yahudi yang bernama abdullah bin saba untuk memecah umat islam dari dalam.
      coba kita buka sejarah, bagaimana pengkhianatan orang syiah kepada khalifah bani abbas, dimana mereka bekerjasama dengan orang musyik mongol membantai umat islam
      dan dizaman sekarang orang syiah dijadikan boneka (memerintah)oleh amerika di irak untuk memerangi mujahidin islam.

      • Januari 29, 2010 pukul 1:33 pm

        Ini peringatan terakhir bagi Anda. Jika Anda berkomentar tidak sesuai dengan tulisan awal yang saya tulis, maka mohon maaf jika seterusnya komentar2 Anda saya anggap sebagai komentar sampah.

        Mohon dimengerti…

  13. ady
    Agustus 23, 2009 pukul 8:49 am

    kayaknya lebih rame yang komentar deh dari pada berita utamanya

    • ressay
      Agustus 23, 2009 pukul 12:57 pm

      Berulang kali seperti itu qo.

  14. Nagib
    Oktober 19, 2009 pukul 9:45 am

    Aduuuuh….baru ada artikel gitu aja udah pada ribut, kayanya masih susah nih untuk berukhuwah antara Sunni & Syiah. Klo nggak bisa ukhuwah gimana klo saling menghormati prinsip masing2 aja. Sambil saya juga mau konfirmasi kepada saudara2 dari kalangan Syiah, bagaimana pendapat anda tentang kehidupan umat Sunni di Iran??? Menurut Info yang saya terima, sangat memprihatinkan sekali, apa benar??? Bahkan shalat jumat pun harus di Kedubes asing, karena sampai detik ini belum boleh bangun masjid, gimana tuh??? Minta info selengkapnya ya. Allahumma Shalli ala Muhammad wa Ala Ali Muhammad. Salam Ukhuwah. Wassalam.

    • Oktober 21, 2009 pukul 5:47 am

      Baru info kan? Baru berbentuk pengetahuan tasawwur kan? Beranjaklah untuk memverifiksi info itu. Di Iran, orang Islam sunni dan Yahudi pun punya kursi di parlemen. Dialog2 persatuan pun sering diadakan disana. sebelum klarifikasi ke orang2 syiah, anda uji dulu keakuratan info tsb,

      • sunni
        Januari 29, 2010 pukul 12:13 pm

        bohong besar…orang sunni dibunuh dan dibantai diiran, apalagi kalo ada orang syiah yang taubat kembali pada islam yang benar pasti langsung dihabisi, untuk lebih yakin coba baca buku mantan ulama syiah yang taubat namanya Dr Sayid husain almusawi alhusaini.disitu kita akan mengetahui bagaimana tindakan negara iran terhadap orang syiah yang taubat, pasti diperlakukan sadis, biadab dan mengerikan.

        • Januari 29, 2010 pukul 1:22 pm

          bohong besar…orang sunni dibunuh dan dibantai diiran,

          Kita akan lihat siapa yang berbohong. Jadi saya minta Anda melampirkan data soal itu. Jika tidak bisa, maka Anda berbohong, kawan.

          apalagi kalo ada orang syiah yang taubat kembali pada islam yang benar pasti langsung dihabisi,

          Ini juga perlu data. Silakan ajukan datanya…

          untuk lebih yakin coba baca buku mantan ulama syiah yang taubat namanya Dr Sayid husain almusawi alhusaini. disitu kita akan mengetahui bagaimana tindakan negara iran terhadap orang syiah yang taubat, pasti diperlakukan sadis, biadab dan mengerikan.

          Siapa itu, saya tidak kenal. Pertanyaan saya, jika pun benar ada orang yang bernama seperti itu, mengapa Anda menganggap apa yang diucapkannya adalah pasti benar? Apa ukurannya? Monggo dijawab. Ini untuk menunjukkan Anda ilmiah atau tidak. Kalau tidak bisa, maka Anda hanya omong besar saja. bukan begitu kawan?

  15. aldi
    Maret 6, 2010 pukul 12:09 pm

    waduuhh..sy lg cr info mengenai siapa Jundullah Abdolamalek Rigi,krn br bc dia tertangkap..ehh ktm blog ini…+psg sy bc coment2na, kl blh ksh mskkkan bt yg coment2 plz jg akhlak (sy jg dr kluarga sunni), knp byk yg menjadikan forum2 utk slg menghujat bukannya justru utk diskusi ato tukar pengetahuan, kl memang syiah slh bknnya lbh baik mengingatkan dgn akhlak..seperti Nabi SAW yg diakui qta smua (sunni/syiah)..dan utk coment FATIMAH “mas, kalo syiah bukan dari agama islam , qur’annya aja beda”..hati2 kl sdh berbicara mengenai Al Quran, seingat sy yg awam ini, bknnya Allah sdh menjanjikan mengenai isi dr Al Quran itu, dan setahu sy jg syiah sdh ada sejak lama, jd menurut pemikiran awam sy kl sampe meragukan isi dr Al Quran ada yg berbeda secara tdk lsg berarti meragukan janji Allah.
    Sy pribadi cm berharap kl memang ada yg slh akan lebih puas bt qta smua bisa dibuktikan dengan diskusi,dialog dgn bukti2 jls n dpt dipertanggungjawabkan,tdk sekedar menghujat atas dalil2 yg bs didpt dr mana saja…
    Btw utk mas Ressay…skdr info, kyna tulisan direpublika terjadi lg di Kompas tuh!

    • Maret 7, 2010 pukul 8:32 am

      Maksudnya terjadi lagi gimana mas?

      • aldi
        Maret 7, 2010 pukul 9:00 am

        dgn menitik beratkan alasan mazhab & agama

        • Maret 7, 2010 pukul 4:03 pm

          karena itu isu yang laku berat…

  16. Mei 8, 2012 pukul 2:39 am

    Iran adalah negara teroris, syiah juga sekte yg teroris, sekte syiah sesat dan menyesatkan

    • Mei 8, 2012 pukul 4:19 am

      hehehe begini nih kalau orang tak paham agama dan politik bicara soal kedua hal tersebut.

      Let’s Visit My Personal Web http://www.ressay.co.nr

      ________________________________

  17. udhien
    Februari 11, 2014 pukul 7:36 am

    Sunni secara keseluruhan memang bukan teroris, tapi teroris ada yg dari Sunni, seperti alm Osama bin Laden, misalnya.

  18. udhien
    Februari 13, 2014 pukul 7:23 am

    Jadi, yg banyak melakukan aksi bom ke berbagai sasaran sipil, spt menara kembar WTC atau bom Bali, misalnya, itu dilakukan oleh mereka yang memiliki mazhab apa, ya?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: