Beranda > Tulisan Orang > Antara Jihad dan Jahat

Antara Jihad dan Jahat

Dua pekan lalu negeri tercinta kita diguncang bom di dua hotel mewah di Jakarta. Korbannya bukan tentara Israel atau agen Mosad atau pelaku kejahatan. Belum ada kepastian siapa pelakunya karena lakon utama masih belum ditemukan. Yang berkembang hanya hipotesa, dugaan dan jugdment. Parahnya media massa seakan hanya memberikan satu perspektif saja dan mengarahkannya pada JI (Jaringan Islam), sebuah nama organisasi yang sejauh ini belum cukup dipahami oleh masyarakat. Akibatnya, stigma negatif terhadap Islam makin kental. Sejurus dengan itu, analisis atau pendangan kiritis terhadap versi mainstream sangat mungkin dikategorikan sebagai keberpihakan terhadap frase seram “terorisme”. Demikian DR Muhsin Labib, pengamat politik dan pakar Islam, mengawali tulisannya yang dimuat di Adilnews dalam menanggapi fenomena terakhir di nusantara.

Lebih lanjut DR Muhsin Labib mengatakan, tidak sedikit yang kebingungan mengambil sikap karena karena kerumitan seputar makna jihad dan mujahid. Terlalu banyak kata jihad yang diobral dan terlalu gampang orang digelari mujahid. Terma jihad dan derivatnya digunakan sebanyak 35 kali dalam al-Qur’an. Jihad secara leksikal bermakna usaha dan memberdayakan serta mengerahkan kekuatan dan kemampuannya untuk mewujudkan satu tujuan; akan tetapi, karena derivasinya berasal dari mufa’alah, biasanya digunakan dalam hal-hal yang di dalamnya terdapat semacam korporasi, kerja sama, persyarikatan dan pertemanan.

Karena itu, dalam terma jihad biasanya pihak lainnya juga digunakan. Dan kedua belah pihak masing-masing berdiri pada barisannya dan berupaya untuk mengerahkan kemampuannya semaksimal mungkin sehingga dapat menaklukan salah satu pihak yang ada.

Tetapi, tentu saja, harus diperhatikan bahwa jihad tidak hanya berbentuk militer dan setiap jenis perlawanan dan pertempuran. Selain bercorak militer jihad juga bernuansa ekonomi atau budaya atau politik semuanya termasuk di dalam makna jihad ini.

Demikian juga harus diketahui bahwa terma jihad tidak selamanya bermakna positif. Terkadang terma jihad digunakan dalam makna negatif. Contohnya ayat 8 surah Ankabut (29). Dalam ayat ini, Allah Swt setelah memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua mereka, berfirman: “…Dan jika keduanya memaksamu (jâhadâ-ka) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya. Hanya kepadaKulah kembalimu, lalu Aku wartakan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan.”

Pada ayat yang lain disebutkan bahwa Allah Swt berfirman “‘ala an tusyrika bi” (untuk menjadikanmu sekutu dengan-Ku) sebagai ganti firman “litusyrika bi” (untuk mempersekutukan-Ku): “Dan jika keduanya memaksamu untuk menjadikanmu sekutu dengan-Ku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS. Luqman [31]:15).

Pada ayat 15 Surah Luqman tersebut, jelaslah kata jihad berkonotasi negatif. Karena di sana ada unsur memaksa si anak menjadi musyrik oleh usaha ibu bapaknya. Sebaliknya, pada ayat yang lain, terma jihad dan mujahadah yang digunakan memiliki makna positif yakni, usaha keras manusia untuk mewujudkan tujuan-tujuan sehat dan diridai oleh Allah Swt.

Usaha dan upaya positif semacam ini terkadang hanya memanfaatkan media-media finansial dan ekonomi, yang disebut sebagai jihad finansial; misalnya, menyumbang orang-orang sakit, membangun rumah sakit, sekolah bagi anak terlantar dan panti asuhan anak yatim.

Dalam bagian tulisannya yang juga dimuat di blog pribadinya http://muhsinlabib.wordpress.com, Dr Muhsin Labib seraya menjelaskan terminologi jihad lainnya, mengatakan, terkadang yang dimaksud dengan jihad adalah menentang nafs ammarah yang disebut sebagai “jihad melawan nafsu” atau “jihad akbar”. Sebagian besar ayat-ayat al-Quran memuat terma jihad dengan makna demikian. Di sini kita akan menyinggung ayat yang berkenaan dengan masalah ini.

Allah Swt berfirman: “Dan barangsiapa berjihad (jâhadah), maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. al-Ankabut [29]:6). Dan pada ayat lain Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjihad (jâhadû) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Ankabut [29]:69).

Bagaimanapun contoh jelas dan makna yang paling gamblang dari terma jihad adalah berperang di jalan Allah Swt dimana orang yang berjihad menempatkan diri mereka untuk mencapai syahid. Jihad semacam ini juga akan memiliki korelasi dengan jihad melawan hawa nafsu.

Pejuang sejati adalah orang yang mengorbankan diri dan ego serta kepentingannya, bukan malah mengorbankan nyawa orang lain dan masyarakat umum. Pejuang yang layak dianggap syahid adalah orang yang tidak menganggap remeh nyawa dan peluang hidup banyak orang.

Boleh jadi, dalam situasi perang melawan musuh, merakit dan meledakkan bom menjadi keharusan, tapi mengubah arena sipil menjadi medan pertempuran dengan musuh “yang bisa siapa saja” bukanlah tindakan yang harmonis dengan nilai dan filosofi jihad. Yang begini, bukan jihad, tapi jahat.

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=13516&Itemid=59

  1. Juli 29, 2009 pukul 9:18 am

    jihad lain sama jahat, tapi seringkali orang jahat bilang jihad… ada pula orang jihad dibilang jahat…

  2. Juli 29, 2009 pukul 11:44 am

    Kita akan lebih selamat memaknai jihad sesuai dengan pemahaman Rasulullah SAW dan generasi terbaik setelah beliau. Kita akan kelelahan sendiri mengotak-atiknya, yang akhirnya dalam keputus asaan kita justru salah menafsirkan tentang jihad. Beliau dan generasi terbaik setelahnyalah yang memahami betul tentang Islam ini, bukan kita.

    • Juli 29, 2009 pukul 11:54 am

      Emangnya gimana?

  3. arie kariana
    Juli 29, 2009 pukul 2:34 pm

    assalamu’alaikum, salam kenal mas yasser, saya belum ngerti maksud dari comment abdullah diatas (harusnya nanya langsung sm orangnya ya, hehe…), generasi setelah beliau saaw yang mana ya maksudnya? bukannya justru rasulullah saaw pernah bersabda dalam hadits sahih bahwa generasi terbaik beliau saaw muncul di akhir zaman yaa? trus kalo kita tidak dapat pernah memahami islam, lalu bagaimana cara kita mengenal-Nya?

    • Juli 29, 2009 pukul 2:49 pm

      @Arie
      Salam kenal.

      Betul memang ada riwayat lain bahwa generasi terbaik setelah Nabi adalah generasi yg tidak berjumpa dgn Nabi, tapi mereka beriman.

      Tapi kita tidak sedang bahas itu. Yg sedang kita bahas adalah makna jihad dan aplikasinya.

  4. Agustus 5, 2009 pukul 7:36 am

    setuju jihad emang bagussssssss tapi kalau di jalan yang salah namanya berubah jadi jahaddddddd

  5. Agustus 5, 2009 pukul 7:41 am

    SALAM ROCK N’ ROLL

    bwt lw yang suka nyanyi ROCK ikuti audisi penyanyi ROCK untuk jadi vokalis { BURGERKILL } band ternama di Bandunk

    gaji Rp. 5.000.000,- per lagu

  6. Anakingusan
    Agustus 5, 2009 pukul 10:43 am

    Jihad adalh qital, pereduksian mkna jihad hanya d lakukan o para pengecut..sorry man..printah tuhan g prnah ada yg buruk/bmakna negatif..lagi2 itu stau gw (yg msh ingusan )😛

    • Agustus 5, 2009 pukul 1:41 pm

      Setauku juga gitu.

  7. Anakingusan
    Agustus 5, 2009 pukul 10:45 am

    @m faisal: ada yg bth vokalis khusus aliran dankdut g?d jamin g pake ngebor,ngcor,apalgi nggergaji. . .

  8. Agustus 26, 2009 pukul 9:06 am

    kalo jihad yaitu mati dimedan perang dengan tujuan membela agama ALLAH tapi tidak membunuh saudara kita sendiri tanpa melawan orang kafir,kalo jahat yaitu suatu yang mengakibatkan terbunuh orang yang tak bersalah

  9. Allink
    September 9, 2009 pukul 1:29 am

    Kata Jihad sangat bertolak belakang dengan kata Jahat namun ada sebagian orang menganggapnya sama, alias tidak ada batasnya (Kelompok Teroris)
    Saya sangat setuju bahwa:
    Jihad = tidak membunuh manusia mahluk ciptaan Tuhan yang lain.
    Jihad = selalu membawa kebaikan bagi setiap orang lain termasuk yang nonmuslim sekalipun
    Jihad = bukan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan membalas kejahatan dengan kedamaian
    Jihad = bukan membela Allah namun menegakkan perintah Allah. Allah tidak perlu dibelah, manusialah yang memerlukan pembelaan dari Allah.
    _____________________________________________
    Jahat = membunuh manusia mahluk ciptaan Tuhan yang terbaik.
    Jahat = membawa kesengsaraan/penderitaan bagi orang lain
    Jahat = selalu membalas kejahatan dengan kejahatan sehingga kejahatan tidak pernah hilang.
    Jahat = bertindak terlalu jauh mengambil alih hak Allah dengan mencabut nyawa ciptaan Allah.

  10. September 9, 2009 pukul 10:13 am

    Segala keyakinan dan bahkan apa yg kita lakukan harus memiliki dasar. Apa dasarnya Anda bpendapat seperti itu?

  11. hamba allah
    Juli 12, 2011 pukul 8:51 am

    jihad adalah berjuang di jalan allah dengan apa yang dia punya baik harta ataupun nyawa.
    makna jihad yang sebenarnya adalah membela diri, saudara kita di palestina tidak akan mau membunuh(melakukan bom bunuh diri) jika mereka tidak di tindas oleh yahudi keparat(bisa di bilang hewan biadab)

    • Juli 12, 2011 pukul 8:53 am

      Mereka tidak ditindas oleh Yahudi, tetapi mreka ditindas oleh Zionis Israel yg kebetulan agamanya Yahudi.

  12. Abu Lutfi
    Juli 25, 2011 pukul 9:58 am

    Jahat = Syiah (membantai kaum muslim di Iran)
    Jahat = Syiah = Khawarij (menghina sahabat-sahabat yang sangat dicintai Rasulullah = menghina Rasulullah)
    Jahat = Syiah (agama buatan orang yahudi untuk menghancurkan Islam dari dalam)
    Jahat = kelompok Yahudi = zionis israel

    Jihad = Berjuang dijalan Allah seperti/sesuai yang diajarkan Rasulullah beserta sahabat-sahabat yang dicintainya terutama Abu Bakar dan Umar yang kita ketahui dari hadis-hadis yang shahih dari para sahabat.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: