Beranda > Tulisanku > Fallacy Argumentum ad Baculum

Fallacy Argumentum ad Baculum

Ingin rasanya menulis pengalaman-pengalaman yang aku jumpai terkait dengan persoalan kesalahan berpikir atau dalam bahasa kerennya “Fallacy”.

Berawal dari rapat harian di HMI Cabang Surakarta. Ketika ada salah seorang peserta rapat harian mengeluarkan pertanyaannya yang menurutku mengandung unsur fallacy.

Saat itu suasana adu argumen terasa sekali. Orang tersebut berkata, “Terserah kawan-kawan mau memutuskan apa. Yang jelas seperti itu pendapat saya. Tetapi jika keputusan sudah kawan-kawan ambil dan ternyata ada permasalahan dikemudian hari, saya ndak ikut tanggung jawab.”

Mendengar perkataan tersebut, aku langsung berkomentar. Alangkah baiknya jika argumen-argumen atau komentar-komentar yang mengandung unsur fallacy jangan kita bawa-bawa.

Apa yang menimpa kawan tadi, adalah fallacy atau kesalahan berpikir jenis argumentum ad baculum. Argumen yang diajukan dengan tujuan membuat takut lawan bicara.

Misalnya: Jika Anda tidak menerima pendapat saja, maka silakan saja tunggu saatnya Anda masuk neraka.

Membuat takut? Kalimat mana yang membuat takut dari pernyataan kawanku tadi?

Tepatnya adalah ketika dia mengatakan “Jika terdapat permasalahan di kemudian hari, saya ndak mau ikut bertanggungjawab.”

Dengan mengeluarkan pernyataan tersebut, bukan lagi argumen logis dan obyektif yang dilihat dan dianalisis oleh lawan bicara, tetapi pernyataan yang membuat takut lawan bicara. Lawan bicara tidak lagi memikirkan argumen obyektif, tetapi dia sibuk memikirkan ketakutan-ketakutan yang dilontarkan oleh kawanku tadi.

Begitulah pengalamanku. Jika ternyata apa yang aku sampaikan ini ternyata salah, mohon maaf. Lagi belajar cuy.

  1. Agustus 8, 2009 pukul 12:18 pm

    Betul mas.. Argeumen seperti itu muncul (biasanya) kalo logika berpikir dan kemampuan seseorang untuk bicara dah mentok..

  2. Agustus 10, 2009 pukul 1:26 am

    barangkali itu hanya taktik supaya pendapatnya diterima? hehehe

    • Agustus 10, 2009 pukul 2:43 pm

      @Dofollow
      Entahlah. Tetapi memang biasanya seperti itu.

      @Andy
      Iya mas, itu taktik agar orang menerima pendapatnya.

  3. Agustus 10, 2009 pukul 3:19 pm

    pernyataan yang tak bertanggung jawab. Organisasi tidak hanya terdiri satu orang saja! seharusnya bila kalah argumen terima dengan lapang dada dan perjuangkan sama2!

    • Agustus 10, 2009 pukul 5:13 pm

      Semoga Anda juga berkomentar disini menggunakan username gemapembebasaniain, atas ijin organisasi. Krn kan bukan milik perseorangan.

  4. masmpep
    Agustus 13, 2009 pukul 1:44 am

    yup betul. kita kadang tak dapat membedakan ‘musyawarah’ dan konsekuensi ‘keputusan yang diambil’. berbeda, disenting opinion, tidak menjadikan kita tak bertanggungjawab atas keputusan yang diambil.

  5. Agustus 13, 2009 pukul 2:22 am

    Pernah menjumpai hal serupa?

  6. Agustus 14, 2009 pukul 7:47 pm

    Wah, mampir lagi mas..
    Kalo menurut saya lagi, biasanya hal tersebut muncul dari rasa bahwa dialah yang paling tau akan hal tersebut. Dan dia sudah kehilangan akal dan kata-kata dalam upayanya untuk meyakinkan konstituen.. Walaupun mungkin caranya (berbicara) tidak dapat diterima oleh semua pihak..

    • Agustus 15, 2009 pukul 8:29 pm

      iya mas makasih.

      Ngomong2, pernah menjumpai hal yang serupa?

  7. Agustus 17, 2009 pukul 8:40 pm

    Walah sering mas.. Bahkan saya sendiri kadang keceplosan kalo lagi diskusi ma anak baru (dikampus) yang kengototannya lebih besar daripada wawasannya..

    • Agustus 18, 2009 pukul 5:45 pm

      hehehehe…masih mahasiswa juga toh mas?

  8. Agustus 28, 2009 pukul 10:31 pm

    Iya mas.. MABA alias Mahasiswa Basi, hehe..

    • Agustus 29, 2009 pukul 8:24 am

      owh…ada istilah baru ya mas?

  9. September 13, 2009 pukul 6:58 am

    aku ngguyu… wingi aku dicritani,, ono sing ngusir uwong goro2 ra iso sependapat karo uwong lio,,,..

    • September 13, 2009 pukul 5:32 pm

      Terserah apa yang mau kamu katakan. Aku ndak perduli brai. hehehehe…kalau emang gak mau maju, monggo. lambat banget gerakannya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: