Beranda > Tulisanku > ILHAM dan WAHYU Dalam Terjemahan

ILHAM dan WAHYU Dalam Terjemahan

quran3

Berawal dari diskusi di blog tetangga tentang ilham dan wahyu, saya jadi kepikiran untuk menulis mengenai hal itu. Tetapi tulisan ini difokuskan pada permasalahan, apakah selain Nabi dapat memperoleh wahyu, atau hanya dapat memperoleh ilham saja?

Dalam surat Asy-Syura ayat 52, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ

Artinya: “Dan demikanlah Kami wahyukan…”

Kata “auhaina” disana diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi WAHYU.

Namun, ada perbedaan dengan surat Al-Maidah ayat 111. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّين

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia:…”

Dalam ayat diatas, Allah menggunakan kata ”auhaitu yang seharusnya berarti sama dengan kata “auhaina” yang ada pada surat Asy-Syura ayat 52, yaitu WAHYU. Baik auhaitu maupuan auhaina, sama-sama berasal dari kata Wa-Ha-Ya. Tetapi anehnya, penerjemah ketika menerjemahkan kata “auhaitu” dalam surat Al-Maidah ayat 111 ke dalam bahasa Indonesia, ia terjemahkan menjadi ILHAM-kan. Kebetulan terjemahan yang saya gunakan adalah terjemahan DEPAG RI.

Keanehan ini bertambah parah ketika kita membaca surat Asy-Syams ayat 8. Allah berfirman:

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Artinya: “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”

Pada ayat diatas, Allah menggunakan kata “alhamaha” untuk menunjukkan MENGILHAMKAN.

Jadi sebetulnya, ILHAM dalam bahasa arab itu “alhamaha” ataukah “auhaitu”?

Bersambung…kesini

Kategori:Tulisanku Tag:, ,
  1. September 20, 2009 pukul 1:55 am

    walopun komentar saya ga nyambung sama postingan ijinkan saya untuk mengucapkan :
    Taqobballallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum,
    Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal aidin wal faizin
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Mohon maaf lahir dan bathin, maapin segala salah dan khilafku selama ini ya…

  2. September 20, 2009 pukul 1:36 pm

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Mohon maaf lahir dan bathin

  3. Fitri
    September 23, 2009 pukul 4:51 am

    Sebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri serta mohon maaf lahir dan bathin. Saya telah lama mengetahui perdebatan anda dengan mas haniifa. Alangkah baik dan bijaksana jika anda tidak memaksakan keyakinan anda kepada haniifa dan rekan-rekan komentator di blog haniifa. Meski anda merasa mampu mempertanggung jawabkan pernyataan anda di akherat kelak, bukan berarti yang tidak sependapat tidak bisa mempertanggung jawabkan pernyataan mereka pula. Tanpa mas haniifa menulis tentang ilham dan wahyu, para komentator kebanyakan punya keyakinan yang sama dengan mas haniifa. Bahkan sebelum saya bertemu blog haniifa, saya juga berkeyakinan yang sama dengan beliau. Tidak pantas rasanya jika anda sebut mas haniifa dungu dan batjoe disebut membeo, bahkan para komentator yang tak sependapat anda katakan dungu pula. Biarkanlah masing-masing orang mempercayai apa yang diyakininya.
    Wassalam.

    • September 25, 2009 pukul 4:20 pm

      Salam wa rahmah,
      Fitri yang saya hormati, saya tidak pernah memaksakan pendapat dan keyakinan saya kepada haniifa. Saya hanya ingin menanggapi apa yang jadi pendapat dan keyakinan beliau. Sampai saat ini, Haniifa memang tidak mampu mempertanggungjawabkan apa yang jadi pendapat dan keyakinannya. Terbukti, beberapa tulisan beliau tidak lagi menanggapi komentar saya dengan ilmiah, tetapi malah melakukan argumentum ad hominem dengan merubah-rubah foto wajah saya. Sungguh menjijikan perbuatan orang yang berotak udang ini.

      Saya tidak mau tau apakah Anda sependapat dengan beliau atau tidak. Itu tidak penting bagi saya. Yang penting bagi saya adalah, saya punya pendapat, jika Anda tidak setuju, silakan tanggapi dengan ilmiah bukan dengan merubah-rubah foto wajah saya. Seperti orang kebingungan saja sehingga tidak membantah argumen saya dengan ilmiah dan dewasa. Mohon maaf, apa yang haniifa lakukan tidak lebih dari perbuatan seorang anak kecil yang ingin menjelek-jelekkan orang yang tidak disukainya.

      Seharusnya nasehat Anda ini, Anda tujukan kepada haniifa untuk tidak menganggap orang lain sesat bahkan kafir.

      wassalam.

      • September 25, 2009 pukul 11:25 pm

        Hua.ha.ha… anak kecil yang pintar menggambarkan kelakuan sampen dengan tepat…😀😆

        • September 26, 2009 pukul 6:49 am

          Hehehe…baru bisa menilai dan merubah-rubah foto orang? mana argumen ilmiah Anda? saya nantikan lho. kalo ndak mampu, mending diam saja.

          nek wani, ojo wedi2. nek wedi, ojo wani2.

          baik, saya tunggu argumen ilmiah Anda. silakan sajikan.

  4. September 25, 2009 pukul 1:40 pm

    kebenaran yang diawali kata jika ….seandainya ….berarti masih mengambang ….

    • September 25, 2009 pukul 4:22 pm

      Silakan tanggapi.

  5. September 25, 2009 pukul 1:45 pm

    mas … afwan…ana minta ilmu tuk nulis arab di blog pake program apa hyah?

    • Oktober 11, 2009 pukul 4:51 pm

      Aku gak tau.

  6. Lasmasru
    Oktober 11, 2009 pukul 10:47 am

    Anda kurang lengkap, harusntya tambah lahi topik APAKAH SELAIN TUHAN, ADA YG BISA MEMBERI WAHYU? MISAL JIN ME WAHYUKAN KEPADA……….

    • Oktober 11, 2009 pukul 4:54 pm

      Sayang saya tidak sedang membahas itu. Tapi silakan jika Anda ingin bahas itu. Silakan dimuat di blog Anda.

Comment pages

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: