Dengan merogoh kocek 20 ribu rupiah, aku dan beberapa temanku berangkat ke Solo Grand Mall untuk menonton Film 2012 yang kontroversial itu.

Film itu memang kontroversial seiring dengan gencarnya media memberitakannya. Beberapa kalangan pun diminta pendapat soal munculnya film tersebut. Mulai dari pelajar, pekerja, sampai pada MUI.

Sudah dapat ditebak, MUI berpendapat berbeda dengan kebanyakan masyarakat. Mereka lebih bersikap antipati terhadap film tersebut. Menurutnya, film itu hanya membuat keresahan ditengah masyarakat. Dan content dari film tersebut pun bertentangan dengan ajaran Islam.

Kisah film 2012 terinspirasi dari ramalan suku Maya bahwa dunia akan kiamat ada tanggal 21-12-2012. Menurut Islam, kata MUI, bahwa kedatangan kiamat tidak ada yang dapat mengetahui secara pasti. Jadi jika ada film yang menceritakan bahwa kiamat akan datang pada tahun 2012, itu harus kita tolak.

Kalau aku pribadi, berbeda dengan pendapat MUI. Kalau kita jeli melihat film tersebut (sayangnya mungkin MUI belum menonton film tersebut tapi sudah merasa paling tahu sendiri), bahwa isi dari film 2012 bukanlah soal kiamat. Tetapi lebih kepada isu bencana besar yang kemudian mereka anggap sebagai kiamat atau akhir dari dunia.

Terbukti bahwa akhir dari film tersebut bercerita tentang segerombolan manusia yang masih dapat menyelamatkan diri dari bencana besar itu berkat bahtera yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat.

Menurutku, menonton film tersebut boleh saja, asalkan kita harus tetap kritis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di setiap film Amerika, selalu ada hidden agenda yang dibawanya. Tentunya hidden agenda tersebut menguntungkan bagi pihak Amerika.

Secara efek visual film itu memang patut diacungi jempol. Bahkan bila perlu ditambah dengan jempol kaki. Tetapi secara alur cerita, film tersebut tidak lebih dari sekedar cerita bahtera Nabi Nuh. Bahwa kelak akan terjadi bencana besar di bumi ini yang orang menganggapnya itu sebagai kiamat. Jauh-jauh hari pemerintah Amerika Serikat telah membuat sebuah kebijakan untuk mengadakan bahtera yang mereka tempatkan di negara Cina.

Akhir cerita bahwa bencana itu terjadi juga. Bahtera yang telah disiapkan oleh pemerintah AS akhirnya pun betul-betul dapat menjadi bahtera penyelamat bagi sebagian kecil penduduk bumi saat itu.

Ini menggambarkan bahwa Amerika ingin membentuk sebuah opini bahwa Amerikalah juru selamat dari bencana itu. Biarlah orang-orang sibuk berdoa dan memohon ampun, sedangkan Amerika lah yang akan menyelamatkan mereka dengan adanya bahtera penyelamat tersebut.

Saat ini, yang saya dengar, bahwa film 2012 tersebut sudah ditarik dari peredaran. Bagi beberapa orang yang belum menonton, silakan cari download film tersebut di internet. Bahkan ada temanku yang membeli vcd bajakannya.

Selamat menonton dan selamat mengkritisi.