Beranda > Antivirus, Hikmah, Lagu > Saat-Saat Terakhir Muhammad Rasulullah

Saat-Saat Terakhir Muhammad Rasulullah

demam itu demam yang pertama
demam yang terakhir
bagi Rasul terakhir
jam itu adalah jam-jam penghabisan
bagi Utusan Penghabisan
dalam demam yang mencengkeram
betapa sabar kau terbaring di selembar tikar
dalam jam-jam yang mencekam
betapa dalam lautan pasrahmu

ada kulihat
matamu berisyarat

adakah gerangan
yang ingin kaupesankan
dalam jam-jam penghabisan
wahai Nabi Pilihan

maka kuhampirkan telingaku yang kanan
di mulutmu yang suci
maka kudengar ucapmu pelan:

di bawah tikar
masih tersisa sembilan dinar
tolong sedekahkan
sesegera mungkin
kapada fakir miskin

mengapa yang sembilan dinar
mengapa itu benar
yang membuatmu gelisah
ya Rasulullah

sebab ke mana nanti
kusembunyikan wajahku
di hadirat Ilahi
bila aku menghadap dan Dia tahu
aku meninggalkan bumi
dengan memiliki
duit
biar sedikit
biar
cuma sembilan dinar

ke bumi aku diutus
memberikan arah ke jalan yang lurus
tugasku tak hanya menyampaikan pesan
tugasku adalah juga sebagai teladan
bagi segala orang yang mencintai Tuhan
lebih dari segala dinar
lebih dari segala yang lain
miskin aku datang
biarlah miskin aku pulang
bersih aku lahir
biarlah bersih hingga detik terakhir

sembilan dinar
pelan-pelan kuambil dari bawah tikar
bergegas aku keluar
dari kamarmu yang sempit
kamarmu yang amat sederhana
bergegas aku melangkah ke lorong-lorong sempit
di atas jalan-jalan tanah Madinah
mensedekahkan
dinar yang sembilan
kepada orang-orang
yang sangat kausayang
orang-orang miskin seperti kau
orang-orang yatim seperti kau

dan demam itu demam yang pertama demam yang terakhir
bagi Rasul terakhir
dan jam itu adalah detik penghabisan
bagi Utusan Penghabisan
Muhammad
kau tak di situ lagi di tubuh itu
tinggal senyum di bibirmu
tinggal teduh di wajahmu
Rasulullah
miskin kau datang miskin kau pulang
bersih kau lahir bersih hingga detik terakhir

Makassar, 28 Oktober 1979
Husni Djamaluddin
(dari: Bulan Luka Parah)

  1. Februari 7, 2010 pukul 5:30 pm

    Nice posting sob…
    Lanjut terus …
    Ditunggu posting selanjutnya…
    Jangan lupa juga kunjungan balik ya…

  2. Februari 7, 2010 pukul 5:47 pm

    sebuah karya yang penuh makna..salam sukses selalu.

  3. Februari 7, 2010 pukul 5:50 pm

    @Tips Trik
    Thanx…blogmu memang tentang komputer semua yah?

    @Yusami
    Sukses untuk Anda juga.

  4. Sulaiman
    Februari 14, 2010 pukul 12:44 am

    Bait bait yang indah yang penuh pengertian dan pelajaran. Boleh dan bisakah saya “cut and paste” demi untuk teman2 saya yang lain?

    • Februari 14, 2010 pukul 8:57 am

      Kalau tidak salah, sebagian dari bait2 diatas, sudah dijadikan lagu oleh pihak SMA Plus Muthahhari Bandung.

  5. sumarno
    Maret 24, 2010 pukul 2:56 pm

    syair yang sangat menggugah hati salawat dan salam kepada rasullullah. sangat dalam makna yang diungkapkan semoga kita dapat bersikap seperti yang selalu diinginkannya.

  6. April 3, 2010 pukul 3:09 pm

    …………………………………………

  7. rian
    Juni 18, 2010 pukul 10:37 am

    ya rosul sunggah betapa mulia dirimu..btapa bodoh’a dri ini jk tak mngenalmu..

  8. rahmah
    Desember 21, 2010 pukul 12:41 pm

    asw_

    k’ yasser …
    blh minta lagu-lagu tentang AB lagi ndak ??

    • Desember 24, 2010 pukul 1:07 am

      yang waktu itu udah toh? lagu2 asyura yang gak pake musik udah pernah aku kirim belum? itu lho yang cuman terdengar suara hentakan pukulan dada.

  9. Juni 26, 2011 pukul 2:13 pm

    i lake it

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: