Beranda > Tanggapan, Tulisanku > Kejahilan Berujung Pada Kontradiksi Tulisan Eramuslim

Kejahilan Berujung Pada Kontradiksi Tulisan Eramuslim

Tanggapan atas artikel: Ulama sepakat: Haram Terlibat Operasi Militer Atas Iran, Jika Jadi Diserang AS

Sudah berulang kali aku menanggapi tulisan eramuslim yang dari dulu sampai sekarang ndak pernah ada perubahan. Selalu saja menawarkan tulisan-tulisan murahan yang sangat kontradiktif sekali. Terlepas dari apapun mazhab yang dianut oleh redaksi eramuslim, aku ndak terlalu perduli dengan itu. Karena bagiku, bukan siapa yang menyampaikan, tetapi apa yang disampaikan.

Kali ini, eramuslim menurunkan berita soal kesepakatan para ulama bahwa haram hukumnya bagi negara Arab dan Islam terlibat dalam bentuk apapun terkait operasi militer siapapun untuk melakukan serangan militer terhadap Iran.

Eramuslim menulis:

Sejumlah ulama mulai mengeluarkan statemen tegas melihat perkembangan politik dan keamanan yang makin memanas, dan kemungkinan operasi militer atas Iran. Mereka sepakat, haram hukumnya bagi negara Arab dan Islam terlibat dalam bentuk apapun terkait operasi militer siapapun untuk melakukan serangan militer terhadap Iran. Keharaman itu juga mencakup larangan memberi izin menggunakan wilayah atau lapangan udara untuk kepentingan serangan atas Iran, larangan terlibat dalam serangan secara langsung, hingga larangan memberi bantuan informasi intelejen bagi pasukan yang ingin menyerang Teheran.

Apa yang menjadi alasan bagi ulama mengeluarkan fatwa itu?

Dalam sejumlah wawancara yang dilakukan Islamonline kepada beberapa tokoh ulama, disepakati bahwa hanya ada satu alasan yang membolehkan keterlibatan dalam peperangan atas sebuah negara Islam, yakni bila negara Muslim tersebut melakukan serangan ke negara Muslim yang lain. Dan alasan seperti ini tidak dilakukan oleh Iran. Para ulama juga menegaskan bahwa kemaslahatan umum dalam kasus perang atas Iran harus menjadi pijakan utama bagi pemerintah negara Muslim, dan bukan kemaslahatan pribadi atau lokal.

Jadi dari sini, kita simpulkan bahwa Iran yang notabene negara Islam adalah negara yang tidak melakukan serangan ke negara Islam yang lain. Oleh karena itu tidak boleh terlibat dalam peperangan atas Iran yang kemungkinan akan dilakukan oleh Amerika Serikat.

Setelah itu eramuslim mengutip beberapa pendapat para ulama:

Dr. Muhammad Salim Al-Awa, Sekjen Asosiasi Ulama Islam Internasional menegaskan bahwa tindakan memerangi sebuah negara Muslim pada prinsipnya terlarang secara syariat. Menurutnya, bila negara Muslim itu melakukan perang terhadap negara Muslim lainnya, barulah dibolehkan menyerang negara yang melakukan serangan itu. Tapi tidak ada alasan lain yang membolehkan menyerang negara Muslim tanpa alasan tersebut. Al-Awa melandaskan pendapatnya dari firman Allah swt, “Dan bila ada dua kelompok dari orang beriman saling berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Bila salah satu dari mereka melakukan perlawanan, maka perangilah mereka sampai mereka bisa merujuk pada perintah Allah…”

Masih menurut Al-Awa, sampai saat ini, Iran tidak melakukan serangan terhadap negara Islam manapun. Bahkan Iran justru menyatakan dukungannya kepada bangsa Arab dan Palestina, dan juga mendukung agar umat Islam memperoleh hak-haknya di Asia dan Afrika. Tak hanya itu, tambah Al-Awa, Iran juga turut melakukan perlawanan terhadap serangan atas Islam di lingkup informasi, peradaban dan politik. Karena itu, “Membela dan mendukung Iran adalah kewajiban yang harus dilakukan negara Arab dan Negara Muslim. Bila ternyata ada sebagian kebijakan politik Iran yang mempunyai dampak tidak baik bagi negara negara itu, maka solusi dalam masalah ini adalah dengan cara saling memahami, berunding dan berdialog. Bukan dengan berperang, ” ujar Al-Awa.

Ingat…beliau berpendapat:

1. Tidak boleh negara muslim menyerang negara muslim.

2. Boleh menyerang negara muslim dengan syarat bahwa negara tersebut menyerang negara muslim lainnya.

Mari kita substitusikan kedua poin diatas dengan negara Iran:

1. Tidak boleh negara muslim menyerang Iran.

2. Boleh menyerang Iran dengan syarat bahwa Iran telah menyerang terlebih dahulu negara muslim lainnya.

Jadi sebetulnya Iran itu negara Muslim atau negara Islam. Dan kita haram hukumnya membantu penyerangan atas Iran yang notabene negara Islam.

Sedangkan DR. Shalah Shawi, Sekjen Forum Fuqaha Syariah di Amerika, menyebutkan bahwa orang yang berakal pasti akan menentang semua tindakan yang bisa merusak pendukung-pendukungnya dalam lingkup umat yang ibarat satu bangunan. “Orang yang memiliki pandangan kritis, akan berupaya melarang peperangan di antara sesama ahlul qiblah (orang yang memiliki satu kiblat/muslim). Ia akan menghalangi apapun yang menyakiti sesama mereka, dan memberikan nasihat bila terjadi penyimpangan dari kebenaran. Ini secara umum dilakukan untuk semua hal yang bisa membahayakan negara Islam…” ujar Shalah Shawi. Ia melanjutkan, “Betapapun permusuhan yang terjadi antara Sunni dan Syiah di Irak, dan di tempat lainnya, tetap saja tidak dibolehkan menyatakan sikap dukungan kepada non Muslim atas Muslim, baik dalam lingkup pribadi maupun negara. ”

Beliau berpendapat bahwa gejolak yang ada di Iraq (menurut beliau antara sunni syiah walaupun aku ndak percaya kedua pihak itu yang bertikai), tidak boleh dijadikan alasan untuk mendukung non muslim menyerang atas muslim.

Lagi-lagi ulama ini menganggap bahwa Negara Iran adalah negara muslim. Oleh sebab itu, haram hukumnya membantu non muslim menyerang Iran yang merupakan negara muslim.

Eramuslim kemudian mengutip pendapat ulama lain:

Sementara menurut Dr. Ali Salus, Dosen Universitas Qatar sekaligus anggota Forum Fuqaha Syariah di Amerika, menegaskan pula bahwa “Prinsip wala dan bara (pembelaan dan penolakan), harus sesuai dengan petunjuk yang diturukan Allah swt… para ulama berbeda pendapat soal sikap pasukan Muslim Amerika yang terlibat dalam serangan terhadap kaum Muslimin. Mereka terbagi dua pendapat, antara haram terlibat dalam operasi tersebut lalu si tentara diharapkan mengajukan cuti sehingga terhindar dari tindakan membantu militer yang memerangi umat Islam. Sedangkan pendapat kedua, adalah bila si tentara tidak bisa melakukan pendapat pertama, setidaknya ia bisa menghindarkan diri dari pembunuhan umat Islam.

Dr. Ali Salus kali ini menyoroti soal tentara Amerika yang beragama muslim. Jika ternyata benar Amerika jadi menyerang negara Iran, maka bagaimana sikapnya?

Hendaknya, menurut Ali Salus, mengharamkan diri terlibat dalam operasi yang dilakukan oleh Amerika atas Iran tersebut. Atau jika tidak mampu, hendaknya ikut dalam operasi tersebut tetapi menghindarkan diri membunuh umat Islam yang ada di negara Iran yang notabene negara Islam.

Jelas kan? Ternyata Ali Salus juga sama pendapatnya dengan kedua ulama diatas.

Tetapi mari kita saksikan kepandiran dari Eramuslim. Dengan penuh hawa nafsu dan tendensi terhadap syiah, ia kemudian membuat kesimpulan penutup:

Walau Iran negara Syiah yang memiliki Qur’an dan akidahnya sendiri yang berbeda dengan Islam, namun di dalamnya terdapat 20% umat Islam Sunni. Sebab itu, para ulama sepakat haram membantu AS untuk menyerang Iran.

Saya tanyakan kepada para pembaca yang memiliki pemikiran jernih dan obyektif. Adakah alasan yang dijadikan kambing hitam oleh eramuslim itu adalah juga alasan ketiga ulama itu mengeluarkan fatwa tersebut?

Tentu tidak jawabannya. Eramuslim telah memfitnah ulama-ulama itu. Karena ulama-ulama itu tidak mengatakan soal berapa persen umat Islam sunni disana tuh. Dan hal itu tidak dijadikan alasan oleh para ulama.

Mari kita spesifikkan lagi perbedaan antara eramuslim dan ketiga ulama-ulama diatas. Ternyata Eramuslim sekarang sudah berani berbeda dengan ulama-ulama bahkan memfitnahnya lagi.

Ketiga ulama diatas berpendapat:

  1. Haram hukumnya bagi negara Arab dan Islam terlibat dalam bentuk apapun terkait operasi militer siapapun untuk melakukan serangan militer terhadap Iran.
  2. ada satu alasan yang membolehkan keterlibatan dalam peperangan atas sebuah negara Islam, yakni bila negara Muslim tersebut melakukan serangan ke negara Muslim yang lain
  3. Alasan pada poin kedua tidak berlaku bagi Iran, karena Iran adalah negara muslim. Jadi tidak boleh atau haram hukumnya bagi negara arab dan Islam terlibat membantu pihak yang akan menyerang Iran karena kedua alasan diatas.

Eramuslim ngoceh:

Bahwa yang dijadikan alasan bagi para ulama untuk mengeluarkan fatwa bahwa haram hukumnya membantu AS menyerang Iran adalah karena di dalam negara Iran, yang notabene menurut eramuslim adalah negara syiah yang punya Al-Qur’an dan Aqidah yang berbeda dengan Islam, masih terdapat sekitar 20 % umat Islam Sunni.

So, bukankah beda betul antara pendapat ulama dengan pendapatnya eramuslim. Lalu mana yang akan kita jadikan panutan? Ya tentu pendapat ulama lah, bukan pendapat pandir-pandir yang bercokol di jajaran redaksi eramuslim. Betul tidak?

Sudah saatnya kita teriakkan “SAY NO TO ERAMUSLIM.COM”

Soal tuduhan eramuslim bahwa Iran adalah negara syiah sedangkan syiah itu memiliki Al-Qur’an dan Akidah yang berbeda dengan Islam, maka itu hanya tuduhan konyol.

1. Saya minta contoh Al-Qur’an Syi’ah (riil berbentuk fisik). Barang kali eramuslim punya sehingga eramuslim berani mengatakan bahwa Al-Qur’an Syi’ah berbeda dengan mayoritas umat Islam.

2. Silakan dateng ke kedutaan besar Iran dan tanyakan soal Al-Qur’an itu.

3. Untuk diskusi soal Al-Qur’an Syiah dan Akidah Syiah, bisa diikuti di http://jakfari.wordpress.com. Disana sudah jelas bantahan bagi mereka yang masih saja menganggap bahwa Syi’ah memiliki Al-Qur’an yang berbeda dengan mayoritas umat Islam.

  1. abu umar
    April 24, 2012 pukul 10:27 am

    SYI’AH DAN SUNNI , BAGAI AIR DAN MINYAK

    • April 25, 2012 pukul 9:40 am

      syi’ah dan sunni bagai dua sisi mata uang. Satu tubuh, tetapi beda sisi.

      Let’s Visit My Personal Web http://www.ressay.co.nr

      ________________________________

      • abu umar
        April 27, 2012 pukul 1:44 pm

        dua sisi mata uang yg saling membelakangi

  2. arie s.h.
    Juni 5, 2012 pukul 10:25 pm

    Komentar telat…
    Utk kesekian ribu kalinya, kaum zionis bertepuk tangan & bersorak sorai melihat perselisihan antara syiah & sunni..

  3. Juni 15, 2012 pukul 10:57 am

    kesimpulan: eramuslim sunni, ressay syiah. tul gak? hahaha

    • Juni 15, 2012 pukul 11:55 am

      Salah. Aku muslim, bukan sunni bukan syi’ah. Jadi g usah sok tau
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  4. Yasser_Geblek
    Juli 17, 2012 pukul 3:52 pm

    semoga cepat sembuh😀

    • Juli 17, 2012 pukul 5:07 pm

      Eh ada teroris tolol komen pake nama palsu.
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: