Beranda > Tulisanku > Marzuki Ali Arogan?

Marzuki Ali Arogan?

Siang tadi capek betul setelah seharian kuliah dan menemani seorang kawan diskusi ngalor-ngidul. Nampaknya, capek ini pun semakin saja bertambah saat harus melihat hujanan intrupsi para peserta sidang paripurna DPR RI di televisi. Lelah juga jika harus melihat hujanan interupsi itu.

Tak lama kemudian kericuhan pun mulai muncul saat pimpinan sidang Marzuki Ali menutup sidang paripurna tersebut dengan tanpa mengindahkan interupsi yang masih saja terdengar.

Tampaknya, kearoganan seorang Marzuki Ali itulah yang menyebabkan munculnya kericuhan yang bahkan sempat mengarah pada tindakan kekerasan. Untuk aparat keamanan dan peserta sidang paripurna yang lain sigap mengamankan orang-orang yang dijadikan sasaran amukan.

Di luar gedung DPR pun massa yang tergabung dalam beberapa aliansi mulai marah dengan melempari batu. Bentrok fisik dengan polisi pun sempat akan terjadi. Untung saja, karena kedua belah pihak saling menahan diri untuk tidak bertindak di luar batas, maka bentrokan tersebut pun tak semakin melebar.

Bagiku, Marzuki Ali telah melakukan blunder yang sebetulnya tidak perlu. Sikapnya yang menutup sidang tanpa mengindahkan para peserta sidang yang masih saja melayangkan interupsi, terkesan arogan.

Banyak pihak menduga, Marzuki Ali bersikap arogan seperti itu adalah merupakan bagian dari skenario untuk terus menerus mengaburkan proses pengusutan kasus bank century ini.

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, bagi saya, apa yang ditampilkan oleh Marzuki Ali tadi di sidang paripurna, bukanlah sikap seorang yang dewasa. Perlu bagi dia untuk menghargai interupsi yang diajukan. Adalah hak peserta sidang paripurna untuk menyampaikan pendapat.

Tak boleh seroang pimpinan sidang menuntup begitu saja sidang sedangkan arus interupsi masih saja terdengar. Rapat dapat dimulai dan diakhiri, dengan kesepakatan para peserta yang hadir.

Disamping itu, bukankah pimpinan sidang bukan hanya dia? Mengapa dia tidak konsultasi dengan pimpinan sidang yang lain dan lebih memilih untuk menutup sidang secara sepihak?

Entahlah, namun dari kejadian ini,  hanya membuat aku semakin benci saja dengan partai demokrat dan petinggi-petingginya.

  1. Maret 3, 2010 pukul 12:36 am

    “politik itu seperti kolam lumpur”

    DPR yg skrg sptny kehilangan nama besarny
    org bnyk yg gk percaya
    sosok pimpinanny pun gk nampak
    marzuki gk pnya kharisma sbg pemimpin

    • Maret 3, 2010 pukul 4:33 pm

      Marzuki Ali tak punya wibawa…

  2. Maret 3, 2010 pukul 5:01 am

    Politikus dan anggota mpr/dpr kita perlu lebih banyak belajar demokrasi biar nggak arogan

    seharusnya indonesia sudah mengadopsi sistem distrik dalam pemilihan umum, jadi rakyat tau benar siapa yang mewakilinya, bukan pilih gambar partai atau proporsional seperti sekarang… dengan sisitem ini tiap partai HANYA menempatkan 1 calon di distrik pemilihan, bukan berderet calon seperti sekarang (dengan urutan yang sudah ditentukan partai, jadi calon sebenarnya adalah yang dikehendaki paratai bukan pemilih, karena yang ditempatkan diurutan pertama belum tentu yang dikehendaki rakyat di distrik pemilihan)!

    dengan sistem ini anggota dpr/mpr merasa dia mewakili langsung rakyat yang memilihnya, kalo sekarang sih mereka lebih mementigkan aspirasi partainya bukan rakyat yang memilihnya, dan jika mereka tidak loyal terhadap distrik yang dipilihnya, rakyat segera tau tindakan wakilnya dan siap2lah mereka untuk tidak dipilih kembali.

    hampir semua negara demokrasi barat menganut sistem ini dan Pak Habibie dulu mengusulkan sisitem ini tapi ditolak partai besar karena jelas partai besar BELUM BERANI MENGADOPSI SISTEM INI takut kalah..!

    kapan ya kita mengadopsi sistem distrik?!

  3. Maret 3, 2010 pukul 6:04 am

    Mestinya sedia payung (mental) sebelum hujan (interupsi). Marzuki Alie mesti bermental tangguh menghadapi situasi.

  4. Ytse-Jam
    Maret 3, 2010 pukul 7:55 am

    Mungkin beliau sedang berijtihad, walaupun salah beliau dapat satu pahala. Kalau pernah berbuat salah seribu kali bakal dapat seribu pahala, lumayan kan!

    • Maret 3, 2010 pukul 4:34 pm

      wakakakakak…kayak mujtahid aja…

  5. hans
    Maret 3, 2010 pukul 8:51 am

    Namun sy lebih muak melihat golkar dan pks, sok suci. Abu rizal, Jusuf Kalla, dan arifin panigoro harus bertanggung jawab thp lumpur lapindo. Mereka lebih layak dipansuskan

    • Maret 3, 2010 pukul 4:35 pm

      heehehe…komentar yang penuh tendensius. Bro, tolonglah berkomentar sesuai dengan topik ya diangkat. jangan OOT. ok? bisa kan? kalau gak bisa, tak rugi bagi saya jika Anda tidak berkomentar disini…

  6. hans
    Maret 3, 2010 pukul 8:54 am

    Namun sy lebih muak melihat golkar dan pks, sok suci. Abu rizal bakrie, Jusuf Kalla, dan arifin panigoro harus bertanggung jawab thp korban lumpur lapindo. Mereka lebih layak dipansuskan

  7. Maret 3, 2010 pukul 9:28 am

    Menyebalkan ternyata PD lga jauh beda kayak jaman Orba dulu

    • Maret 3, 2010 pukul 4:35 pm

      ada sebagian kalangan yang berpendapat seperti memang…

  8. respati
    Maret 4, 2010 pukul 8:29 am

    tapi ga aneh kan mas yasser … emang segitu kemampuannya

    • Maret 4, 2010 pukul 5:54 pm

      apanya mas yang gak aneh?

  9. ciputat rumahqu
    Maret 12, 2010 pukul 6:55 am

    gaya komunikasi politik marzuki ali gak beda jauh sama boznya SBY.,………..
    terburu2 dan sama sekali tidak kelihatan elegan………….
    gak punya wibawa……..
    tapi akhirnya kena baunya juga pas liat PPP ngebelot………..
    hahahhahahah

  10. Dodi
    Maret 26, 2010 pukul 8:20 pm

    Ini menandakan Marzuki Alie politisi masih hijau, politisi dadakan yang terjun ke dunia politik untuk mencari selamat dari kasus korupsi di PT Semen Baturaja, untuk selamat dia harus jadi orang kuat, kemudian Marzuki menempel SBY, untung SBY menang, kalau gak menang, mampus dia.

  11. great
    November 1, 2010 pukul 4:05 pm

    Perwakilan Rakyat yg gak ngurusin Rakyat, Berantem aja yok ama gua!! Juki Ali menghina korban bencana tsunami 1 lawan 1 yok ama gua

  12. Yusril
    Juli 31, 2011 pukul 12:04 pm

    Pernyataan Marzuki Ali itu contoh pejabat sesat mungkin kejiwaannya lg sakit tuh. Yg salah individu kok institusi KPK dibubarkan. Msh byk dari 240 juta jiwa penduduk indonesia yg tdk diragukan kapabilitas, kredibilitas maupun integritasnya utk memimpin KPK. Marzuki Ali itu salah krn dipilih Partai Demokrat yg barusan melangsungkan RApat KOrban NASarudin. Jadi Pejabat jgn asal klu mau usul n boleh usul tp jgn asal donk.

  13. Agustus 1, 2011 pukul 6:20 pm

    Disinilah dilihat kredibilitas dan kapabilitas seseorang dari apa yang diucapkan serta perbuatan/tindakannya,apakah dangkal atau dalam akibatnya kepda masyarakat seluruhnya dan apakah lebih babyak baiknya daripada buruknya,atau dalam istilah jawa apakah mengandung tep sliro, itulah alat ukur kita pada saudara Marsuki Alie.

  14. sarbini
    Agustus 2, 2011 pukul 5:49 am

    si juki goblog, bejad, biadab tdk punya otak, ngomong asal cuap, nyesel dech gue pilih demokrat

  15. BEDIL
    Agustus 2, 2011 pukul 11:22 am

    Saya Setuju dengan Pak Marzuki Alie…, apa salahnya kalo memang dari sekian ratus juta penduduk Indonesia gak ada yang Mampu untuk Memimpin KPK untuk Menegakkan Keadilan dan Menegakkan Hukum di Indonesia … BUBARIN AJA KPK … PEMBOROSAN DUIT NEGARA … !!
    SETUJU SAYA … !!!
    Karenan NYATANYA GAK ADA YANG BISA DI PERCAYA KOK … !!!

  16. FATONAH BIN SIDIQ
    Agustus 2, 2011 pukul 1:39 pm

    MARZUKI MENGKLARIPIKASI UCAPANNYA DI METRO TV DIA BERKATA BEGITU AGAR DIDENGARKAN ………….KENYATAANNYA DI DPR ADALAH SARANG KORUPTORNYA DAN PARTAINYA ATAU DEMOKRAT ADALAH GENK NYA BAHKAN SAMPAI SEKARANG ORANG DEMOKRAT JADI BURONAN KPK……….RAKYAT INDONESIA MEMBAYAR MAHAL ATAS NAMA KETOLOLAN DAN KERAKAHAN YG SENGAJA DI CIPTAKAN DI DPR , AKIBATNYA BIAYA HIDUP JADI MAHAL KARENA YG DIKORUPSI MENAMBAH BEBAN HUTANG NEGARA YG HARUS DIBAYAR OLEH RAKYAT INDONESIA………….HARUSNYA MARZUKI MUNDUR KLO DIA KESATRIA LIHAT BUDAYA JEPANG ATAU KOREA !! ATAU BUDAYA KITA MEMANG LEBIH JELEK DARI MEREKA ITU KENYATAAN MAKANYA JANGAN MENG AGUNG2 KAN AGAMA KLO KENYATAAN TIDAK LEBIH BAIK ??!!

  17. wan mus
    Agustus 2, 2011 pukul 8:49 pm

    tdk punya kemampuan hanya bisanya mringis saja

  18. PP-HIMMAH Bung Aminullah Siagian
    Agustus 3, 2011 pukul 5:49 am

    Jakarta PP-HIMMAH, Dengan Mengucapkan Bissmillah Atas Nama Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah PP HIMMAH, Pembubaran KPK sebuah realita yang wajar bagi setiap warga Negara apa bila setiap lembaga tersebut sudah mengalami krisis kepercayaan dari Warga,”Yang jelas saya berpandangan KPK harus mempunyai kekuatan dan kredibilitas dan mendapat kepercayaan Dari Masyarakat yang di Wakili di Parlemen Oleh DPR sudah waktunya KPK Berbenah diri untuk persiapan angkat kaki dari KPK, Menurut A.Siagian hal yang terpenting saat ini bagaimana seluruh pihak menguatkan KPK agar menjadi lembaga yang memiliki kredibilitas dalam memberantas korupsi husus nya Kasus Century yang melibat kan Budiono dan TKI termahal srimulyani dan kasus Nazaruddin yang melibatkan petinggi Demokrat,Bentuk penguatan tersebut dengan cara membersihkan oknum-oknum KPK yang dianggap menyimpang untuk diproses secara hukum. “Paling penting KPK tidak dilemahkan. Kalau ada oknum -oknum bermasalah diberlakukan hukum yang sama,” jelasnya,yang jelas KPK harus Di bubarkan.

  19. Agustus 3, 2011 pukul 6:18 am

    Makanya aku lama2 jd benci ama yg namanya Pak Marzuki Alie. Aku masih ingat pas masa2nya Mentawai dilanda tsunami, eh, nyantainya dia bilang,”Klo ga mau kena tsunami jgn tinggal di pantai.” Aku pengen nampar tuh org sekeras2nya. Marah bgt aku.
    Udh deh klo Pak Marzuki jarene gelem mundur yo munduro saiki mumpung Ramadhan. Ojok nggarai emosi jutaan rakyat Indonesia. TITIK!

  20. moneristo sirait
    Agustus 9, 2011 pukul 4:28 am

    Hai saudara saudaraku sebangsa dan setanah air,penyesalan memilih tidak berguna .Sekarang ini apa yang dapat kita perbuat agar Negara sejahtera ke depan? Perkuatlah persatuan kesatuan rakyat kecil,yang selalu menjadi objek.Jangan mau dipecah belah oleh agama,suku,antar golongan,etnis,daerah,pulau,bahasa,budaya .Kita satu bangsa.Kalau kita masih belum bersatu yang hakiki maka akan menjadi bulan bulanan penguasa pengusaha,elit,baik dari dalam maupun luar negeri.Samakan dulu pemahaman persatuan kesatuan yaitu kembali ke perjuangan 45.Ada yang tidak sefaham ? kirim komentar

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: