Beranda > Tanggapan, Tulisanku > Syahadat Syi’ah Tiga Kalimat?

Syahadat Syi’ah Tiga Kalimat?


Pernah ada seseorang yang jenggotan, berbaju dekil, bercelana cingkrang berdiskusi dengan saya soal sunni dan syi’ah. Dia menganggap saya ini seorang syi’ah, sehingga mengajakku diskusi mengenai perbedaan sunni dan syi’ah. Diskusi kami awalnya berjalan dengan santun dan ilmiah, tetapi lama kelamaan, ia mulai menunjukkan sifat aslinya. Kata-kata sesat bahkan kafir pun mulai berani ia keluarkan.

Berawal dari tuduhan Ahlulsunnah bahwa syi’ah memiliki syahadat yang berbeda dengan Ahlulsunnah. Jika Ahlulsunnah hanya ada dua kalimat syahadat, Syi’ah memiliki tiga kalimat syahadat. Disamping “Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, dan Ali adalah Wali Allah.”

Kawan diskusi saya tadi menganggap bahwa Syi’ah ini sudah sesat bahkan di luar Islam karena bersyahadat dengan syahadat yang berbeda dari Mayoritas umat Islam.

Terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan tersebut, saya ingin menyajikan beberapa riwayat mengenai syahadat yang ada di dalam kitab-kitab hadits di kalangan Ahlulsunnah.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Rasulullah saw. dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah saw. bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali lagi Rasulullah saw. memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bersabda: Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allahdanbahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya , maka Allah mengharamkan api neraka atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah saw. bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai andalan. (Shahih Muslim Ringkasan Shahih Muslim No.47)

Dari riwayat diatas dapat kita ketahui bahwa persaksian (syahadat) yang disebutkan oleh Nabi hanya dua, yaitu bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah. Lalu apakah boleh kita mempersaksikan yang lain atau kita bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, misalnya? Bisa jadi bagi sebagian umat Islam, menambahkan kalimat persaksian (syahadat) merupakan perbuatan yang menyimpang bahkan orang tersebut bisa dihukumi telah keluar dari Islam.

Padahal jika kita mau jeli dan komprehensif dalam mempelajari agama Islam ini, kita diperbolehkan untuk menambahkan kalimat persaksian kita selain persaksian kepada Allah dan kerasulan Muhammad. Benarkah? Berikut ini adalah hadits yang mencontohkan bagaimana Nabi pernah menambahkan kalimat syahadat menjadi beberapa kalimat, bukan hanya dua kalimat saja.

Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwaNabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim Ringkasan Shahih Muslim, No.41)

  1. Lara
    Agustus 26, 2012 pukul 11:01 pm

    Apapun itu kita harus saling menghargai,tp saya hanya bisa melihat bukti bahwa kenyataannya arab yg mayoritas sunni mau bekerjasama dg amerika sdgkan amerika sendiri di bawah pimpinan israel-yahudi

  2. attin
    Oktober 23, 2012 pukul 2:20 am

    saudara saudara kenapa kalian selalu berdebat,taukah kalian q sangat rindu mengenal agama ini,q jadi bingung mana yang harus ku ikuti jika kalian seperti ini.q adalah orang awam yang ingin belajar agama.oh menyedihkan sekali kapan bumi ini damai.

  3. hera
    Januari 3, 2013 pukul 2:23 am

    tidak ada komprompi buat kesesatan dalam hal aqidah / agama, jika memang salah kita harus berani mengatakan bahwa syiah itu salah/sesat, karena kesesatan itu jalan syaitan . naudzubillah min dzalik, syiah kok berani-beraninya mengubah-ubah islam, semonga ALLAH SWT menjauhkan kita dari kesesatan syiah.

    • Januari 14, 2013 pukul 9:45 am

      hehehe kalau syi’ah sesat, knapa syi’ah sampai hari ini masih bisa haji? hohoho

  4. Februari 3, 2013 pukul 12:30 am

    Padahal jika kita mau jeli dan komprehensif dalam mempelajari agama Islam ini, kita diperbolehkan untuk menambahkan kalimat persaksian kita selain persaksian kepada Allah dan kerasulan Muhammad. Benarkah? Berikut ini adalah hadits yang mencontohkan bagaimana Nabi pernah menambahkan kalimat syahadat menjadi beberapa kalimat, bukan hanya dua kalimat saja.
    Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwaNabi Isa as. adalah hamba Allah dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga mana saja yang ia inginkan. (Shahih Muslim Ringkasan Shahih Muslim, No.41)

  5. Februari 3, 2013 pukul 12:31 am

    tuh di ahlusunnah malah ada syadat lebih dari tiga loh

  6. Muchtar Rachman
    Agustus 10, 2013 pukul 12:23 pm

    diskusi anda sangat bagus salin mengisi, mengasuh dan mengasah sesama muslim. Islam itu sudah benar jadi tidak perlu mencari kebenaran Islam, sebagai pemuda perlu mendalami melalui penggalian dengan ilmu pengetahuan.Sebagaimana firman tuhan yang menjadi penutup dari semua wahyu yang diturungkan kepada manuasia melalui hambanya nabi Muhammad SAW,Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, kucukupkan nikmatku dan kuredhoi islam sebagai agamamu.Jadi Alqur,an dan hadis yang shalih yang menjadi pedoman ummat islam . Tapi anehnya masih ada orang islam yang menambah nambah yang tidak dicontohkan oleh nabi.

  7. November 24, 2013 pukul 12:40 am

    Semoga orang-orang yang memutarbalikan dan menafsirkan dengan nafsunya akan segera diperingatkan Allah. Islam sdh final Al-Quran dan As-Sunnah sdh benar tdk dibenarkan kita menerima sepihak dengan menafsiri sendiri. Wallahu ta`ala a`lam.

  8. November 24, 2013 pukul 12:52 am

    Ingat dengan firman Allah (QS : (2,208) , musuh yang nyata sesungguhnya hanyalah SETAN. marilah kita berfikir rasional yang didasari dengan Iman dan isiqomah, janganlah kita mengikuti langkah setan, krn setan akan membawa manusia yang berfikir sesat ke dalam NERAKA. Semoga kita renungkan firman di atas.

  9. Indra
    Juni 8, 2016 pukul 1:45 pm

    Nambah2in syahadat knpa pake menganggap abu bakr, umar, utsman, aisyah, hafshah sbagai musuh Rasulullah ?

  10. Agustus 12, 2016 pukul 5:36 pm

    Payday loans

Comment pages

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: