Beranda > Tulisanku > Berdialog dengan Santun

Berdialog dengan Santun

Beberapa kali saya berdialog dengan teman-teman, terkadang muncul beberapa ungkapan atau argumen yang diselingi dengan kalimat-kalimat yang sebetulnya termasuk fallacy.

Terkadang ketika emosi sudah tak terkontrol lagi, kata-kata kasar, porno, menjatuhkan martabat dan kehormatan lawan diskusi, pun tak terelakkan diucapkan.

Berangkat dari pengalaman saya ketika martabat dan kehormatan saya dijatuhkan dalam diskusi tersebut, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan disini.

Bahwa sering kali kita berdialog atau berdakwah dengan cara-cara yang tidak baik. Bisa jadi kita memang argumen kita sudah benar, tetapi cara penyampaian kita yang belum benar.

Allah dalam firman-Nya memerintahkan kita untuk berargumen dengan hikmah dan cara yang baik.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl : 125)

Selain itu, Allah juga melarang kita menjelek-jelekkan suatu kaum dan memanggil mereka dengan panggilan buruk.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(QS. Al-Hujarat : 11)

Perbedaan pendapat diantara umat Islam, tak perlu kita sikapi dengan sikap-sikap tercela. Masih banyak cara untuk mendialogkan semua perbedaan yang ada. Diperlukan kedewasaan berpikir dan bersikap disini.

Wallahu a’lam bishawab.

  1. Agustus 16, 2010 pukul 4:36 am

    Berdialog dengan santun maka akan medapatkan titik temu – InsyaAllah – dari masalah yang sedang dibahas dengan tetap kepala dingin….
    salam kenal mas…

    • Agustus 16, 2010 pukul 6:24 am

      salam kenal juga mas.

      Mari kita budayakan dialog santun, ilmiah, dan fokus pada pembahasan. semoga Allah memberikan kepada kita semua hidayah-Nya.

  2. bastomi
    Oktober 25, 2010 pukul 4:14 pm

    untuk yg satu ini saya setuju.

    • Oktober 26, 2010 pukul 7:35 pm

      mau setuju atau tidak, saya gak peduli. hehehe…:D

  3. Maret 17, 2011 pukul 5:19 am

    saya suka ini…:)

  4. dodimenulisartikel
    April 5, 2011 pukul 1:30 am

    kalau kita berbicara dengan santun pasti orang akan enak ngomong sama kita

  5. Agustus 29, 2011 pukul 8:08 am

    Salam wrwb,

    saya minta penjelasan donk Kang .. apa beda IJABI sama ABI sih ? mau kemana dan dari
    mana ? mohon penjelasan …

  6. Agustus 12, 2016 pukul 5:34 pm

    weight loss coaching

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: